Tutup Iklan
Andri Novianto alias Wondri. (Istimewa/Dokumentasi Polres Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI -- Andri Novianto alias -pedang-pria-ini-rampas-uang-rp22-juta-milik-pedagang-wonogiri" title="Bawa Pedang, Pria Ini Rampas Uang Rp22 Juta Milik Pedagang Wonogiri">Wondri ditangkap polisi saat berbuat onar di toko aksesori handphone (HP) Kartika di kawasan kota Wonogiri, Selasa (20/8/2019).

Itu merupakan aksi terakhir Wondri. Pada malam yang sama, warga Bauresan, Giritirto, Wonogiri, itu meninggal dunia ditembak polisi karena merebut senjata petugas. Informasi yang dihimpun Solopos.com, Wondri beraksi di toko Kartika pada Selasa pukul 18.55 WIB.

Dalam aksi kejahatan terakhirnya itu, -pembunuhan-ditembak-karena-rampas-uang-di-wonogiri" title="Residivis Pembunuhan Ditembak Karena Rampas Uang di Wonogiri">Wondri memukul dua pekerja dan merusak beberapa aksesori ponsel. Saat itu Wondri masuk toko bersama seorang perempuan.

Pekerja toko Kartika, Linda, saat ditemui Solopos.com di toko Jl. Jenderal Sudirman dekat Pasar Kota -pembunuhan-wonogiri-tewas-ditembak-kerabat-sesalkan-tindakan-polisi" title="Residivis Pembunuhan Wonogiri Tewas Ditembak, Kerabat Sesalkan Tindakan Polisi">Wonogiri, itu pada Rabu (21/8/2019) mengatakan saat itu ada lelaki tak dikenal masuk toko bersama seorang perempuan.

Mereka datang naik sepeda motor. Sesaat setelah masuk, si laki-laki langsung meminta uang tanpa menyebut nominal. Sementara si perempuan hanya diam menunggu di sudut dalam toko.

Kepada penjaga toko, lelaki itu mengatakan jika ingin toko tetap bisa beroperasi, pemilik toko harus memberinya uang keamanan. Jika keinginannya tak dipenuhi, lelaki tersebut mengancam akan meratakan dan mengobrak-abrik toko.

“Waktu itu kami tak memberi uang. Lalu dia berjalan ke setiap lorong toko. Pas bertemu teman saya di bagian sparepart, laki-laki itu memukul teman saya lebih dari lima kali di kepala. Setelah itu dia memukul karyawan lainnya satu kali,” kata Linda didampingi temannya sesama karyawan toko, Meisya, dan kepala toko Kartika, Daus.

Rekaman CCTV

Aksi Wondri itu terekam kamera CCTV yang sekarang sudah diminta polisi sebagai barang bukti. Linda melanjutkan suatu ketika lelaki itu membanting kayu tempat headset dan handset yang masih ada kotaknya ke arah salah satu pembeli.

Beruntung, benda itu tak mengenai pembeli tersebut. Teman perempuan yang datang bersama Wondri berusaha meredam emosi lelaki itu. Kemudian karyawan melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan toko dan memintanya melapor polisi.

Tak lama datang dua lelaki lalu masuk ke toko berusaha menenangkan si pembuat onar itu. Kurang dari 30 menit kemudian, dua mobil polisi datang. Petugas berseragam dan sejumlah polisi berpakaian sipil keluar dari mobil tersebut.

Polisi lalu membawa lelaki itu keluar toko. Lelaki itu pun sempat adu fisik dengan polisi. Selanjutnya polisi memasukkannya ke dalam minibus dan membawanya ke utara.

“Baru kali ini ada orang minta uang keamanan kepada kami. Sebelumnya aman-aman saja,” imbuh Linda.

Saat ditanya apakah lelaki itu sama dengan foto mayat Wondri yang beredar di media sosial, Linda meyakini orang yang telah memukul dua teman kerjanya sama dengan orang di foto itu.

Pernyataan polisi mempertegas lelaki yang meminta uang keamanan kepada pengelola toko Kartika adalah Wondri. Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Purbo Ajar Waskito, kepada Solopos.com menginformasikan petugas menangkap Wondri saat bikin onar di toko Kartika.

Aparat datang ke toko setelah mendapat laporan dari pemilik toko. Informasi yang diperoleh Solopos.com, dua lelaki yang datang ke toko saat peristiwa terjadi merupakan teman Wondri. Salah satunya bernama Boby.

Kepada wartawan, Boby mengatakan sebelum peristiwa di toko Kartika terjadi, dia menongkrong bersama Wondri. Suatu ketika Wondri pamit pulang.

Lebih kurang 10 menit setelah itu istri Wondri memberi tahu melalui telepon bahwa Wondri sedang mengamuk di toko Kartika. Kemudian Boby mengajak temannya ke toko Kartika.

Tak lama setelah sampai di toko, polisi datang dan langsung membawa Wondri. Setelah itu Boby pergi ke rumah temannya.

Beberapa jam kemudian dia mendengar kabar Wondri berada di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso. Dia langsung mengecek ke lokasi. Sampai akhirnya dia mendapat kepastian Wondri sudah meninggal dunia.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten