Kritikan DPRD Karanganyar di Peringatan Setahun Pemerintahan Yuli-Rober
Bupati Karanganyar, Juliyatmono (pakai topi abu-abu), menanam pohon di kawasan kota Karanganyar pada Minggu (15/12/2019). (Istimewa/Pemkab Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Juliyatmono-Rober Christanto genap satu tahun menjadi Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, Minggu (15/12/2019). Kritik dan masukan disampaikan berbagai kalangan terhadap kinerja pasangan ini selama setahun terakhir.

Salah satunya dari Ketua DPRD Karanganyar, Bagus Selo. Bagus menilai pembangunan infrastruktur selama setahun pemerintahan Yuli-Rober sudah oke.

Namun Bagus mengingatkan pemerintah agar fokus pada peningkatan ekonomi masyarakat terutama UMKM. Selain UMKM, Bagus mengingatkan komitmen pemerintah menekan angka kemiskinan Kabupaten Karanganyar pada 2020.

Slogan Kabupaten Karanganyar 2019 adalah Karanganyar Maju dan Berintegritas. Slogan pada 2020 menjadi Karanganyar Maju dan Tangguh.

Siap-Siap! Hasil Seleksi Administrasi CPNS Boyolali 2019 Diumumkan Besok

"Hubungan eksekutif dan legislatif harmonis. Demikian juga hubungan keduanya [bupati dan wakil bupati]," tutur dia saat dihubungi Solopos.com, Minggu.

Di sisi lain, Bagus mengkritik Pemkab yang mengalokasikan anggaran untuk menyelenggarakan acara seremonial maupun kegiatan hiburan dengan dana besar.

"Harapan kami seremonial kegiatan-kegiatan yang cukup menggunakan anggaran besar, hiburan-hiburan, itu dikurangi. Mestinya lebih fokus. Tingkat keborosan dikurangi. Tidak terus-terusan," ungkap dia.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Tony Hatmoko. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyebut empat hal yang harus diperbaiki pemerintahan Yuro (Yuli-Rober) Jilid II, yakni manajemen pemerintahan, pelayanan kesehatan, sarana prasarana pendidikan, dan pembinaan UMKM.

Berita Terpopuler: Jalur Tunanetra Jl. Lawu Karanganyar Nabrak Tiang

Pertama, manajemen pemerintahan terutama dalam hal pelaksanaan anggaran masih sama dengan periode lalu yakni pelaksanaan anggaran kurang efektif dan efisien.

Misalnya, kegiatan fisik dan pembagian bantuan keuangan (bankeu) desa mepet akhir tahun. Menurut dia, pelaksanaan mepet akhir tahun mempengaruhi pembangunan keseluruhan.

"Kedua, pelayanan kesehatan. Sarpras sudah baik tapi pelayanan kesehatan masyarakat secara umum belum ada pembenahan. Misalnya, pelayanan RSUD secara online tapi teknis masih ruwet dan membingungkan masyarakat. Padahal sudah full BLUD. Ketiga, sarana prasarana pendidikan bidang teknologi informatika belum memadai," jelas dia saat dihubungi Solopos.com, Minggu.

Hal keempat adalah wirausaha mandiri. Dia mengapresiasi pertumbuhan UMKM di Karanganyar pesat tetapi tidak diimbangi pembinaan atau bimbingan dari pemerintah. Pembinaan itu terutama tentang kualitas dan pemasaran.

Pilkada 2020, PKB Diminta Dengar Aspirasi NU

Dia berharap pada pemerintahan tahun kedua lebih fokus pada peningkatan kualitas dan bukan kuantitas.

"Ya kualitas bangunan, pendidikan, UMKM, dan lainnya. Pariwisata menggeliat tapi dorongan membangun wisata masih rendah. Walaupun aset bukan milik Karanganyar tapi wisata punya banyak pengaruh ke pemerintah maupun masyarakat. Terakhir, saya berharap bupati dan wakil bupati bisa terus saling mengisi untuk memberikan pelayanan yang baik pada masyarakat."

Sementara itu, Juliyatmono memiliki cara berbeda mensyukuri kesempatan memimpin Karanganyar. "Tiap tanggal 15 Desember kami selenggarakan Karanganyar Ijo Royo-Royo. Menanam pohon sebanyak-banyaknya agar Karanganyar hijau dan pohon-pohon itu akan dapat menampung banyak air," kata Bupati saat berbincang dengan wartawan pekan lalu.

Minggu pagi, Bupati didampingi kepala OPD dan sejumlah pihak menanam 31 pohon jenis trembesi di tepi Jl. Lawu mulai dari depan kantor BRI ke barat hingga tugu batas kota atau replika tugu Tri Dharma Karanganyar.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho