Tutup Iklan
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Antara)

Solopos.com, JAKARTA -- Tiga orang yang kritis terhadap Panitia Seleksi (Pansel) -bantah-putuskan-irjen-firli-tak-langgar-kode-etik" target="_blank" rel="noopener">Calon Pimpinan KPK dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Rupanya mereka dilaporkan atas tuduhan memberikan keterangan bohong.

Ketiga orang yang dilaporkan adalah Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Anggota Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topa serta Ketua Yayasan LBH Indonesia (YLBHI) Asfinawati.

Polda Metro Jaya mengonfirmasi pelaporan itu. Polisi mengaku masih mendalami perkara yang dilaporkan LSM Pemuda Kawal KPK dan Masyarakat DKI Jakarta itu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengonfirmasi adanya pelaporan tersebut. Dia mengatakan ada sejumlah dugaan informasi bohong yang disampaikan oleh tiga terlapor.

Kombes Argo mengatakan dugaan penyampaian informasi bohong itu menyangkut lolosnya -firli-jawab-dugaan-gratifikasi-dan-pertemuannya-dengan-tgb" target="_blank" rel="noopener">calon pimpinan KPK yang disebut mendapat gratisifikasi hingga menjadi masalah. "Kemudian [dipertanyakan] kenapa bisa lolos, dan belum melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara [LHKPN]," katanya di Polda Metro Jaya, Kamis (29/8/2019).

Selain itu, Argo menyebut pelaporan juga menyangkut -bantah-pansel-kpk-dititipi-untuk-loloskan-perwira-tinggi-polisi" target="_blank" rel="noopener">calon pimpinan KPK yang menjadi staf ahli yang berkaitan dengan pihak kepolisian. "Tentunya akan klarifikasi terlebih dahulu seperti apa," katanya.

Adapun pelapor diketahui atas nama Agung Zulianto yang mengaku berprofesi sebagai mahasiswa. Dia melaporkan ketiga orang tersebut dengan perkara memberikan berita bohong pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 Jo Pasal 27 ayat 3 UU No 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Avatar
Editor:
Adib M Asfar

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten