Kritik Birokrasi, Habib Syech Cerita Pernah Diminta Bayar Saat Urus KTP

Pendakwah selawat terkemuka Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf mengaku pernah diminta membayar sejumlah uang saat urus pembuatan KTP.

 Habib Syech duduk jejer dengan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, saat Tahlil Akbar dan Selawatan Bulan Bung Karno di Benteng Vastenburg Solo, Jumat (24/6/2022) malam. (Solopos/Kurniawan)

SOLOPOS.COM - Habib Syech duduk jejer dengan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, saat Tahlil Akbar dan Selawatan Bulan Bung Karno di Benteng Vastenburg Solo, Jumat (24/6/2022) malam. (Solopos/Kurniawan)

Solopos.com, SOLOHabib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, pendakwah selawat yang memiliki jemaah hingga jutaan orang di Solo hingga berbagai daerah di Tanah Air, mengaku pernah diminta membayar sejumlah uang ketika urus pembuatan Kartu Tanda Penduduk atau KTP di institusi pemerintah.

Ketika itu, menurut Habib Syech, petugas yang mengurus pembuatan KTP-nya menjelaskan bila ingin prosesnya cepat harus membayar Rp25.000. Sedangkan bila hanya memberi uang Rp5.000, proses pembuatan KTP akan berlangsung cukup lama.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Habib Syech menyampaikan hal itu di hadapan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, saat acara Tahlil Akbar dan Selawatan Bulan Bung Karno di Benteng Vastenburg, Jumat (24/6/2022) malam. Acara tersebut digelar DPC PDIP Solo.

“Nek biyen kula ndamel KTP, Pak Wali Kota, dulu, dulu, kalau sekarang alhamdulillah sudah tidak. Ditanya cepat dan lambat. Kalau cepat Rp25.000, kalau lambat Rp5.000. Lah iki genahe kowe ki kerja apa. Kok enek lambat dan cepat,” ungkapnya.

Habib Syech menyiratkan kekecewaannya terhadap pelayanan birokrasi seperti urus KTP yang cepat-lambat itu. Sebab menurutnya sudah menjadi kewajiban aparat birokrasi untuk memberikan pelayanan secara prima dan maksimal kepada setiap masyarakat yang datang.

Baca Juga: PDIP Solo Klaim 10.000 Orang Hadir di Tahlil Akbar Bareng Habib Syech

“Kan tugas kami itu tetap harus cepat, tidak boleh lambat. Solo adalah contoh bagaimana cara untuk menyelesaikan permasalahan semua dengan cepat,” katanya. Habib Syech meminta agar Solo bisa menjadi contoh baik bagi daerah-daerah lain.

Sindir Pelayanan Online

Mulai dari pelayanan perizinan, pembuatan surat-surat, maupun pelayanan lainnya. “Tidak boleh lambat. Solo harus menunjukkan kepada dunia, apa pun perizinan, surat-surat, Solo adalah contoh bagi masyarakat dan kota-kota lain,” ujarnya.

Habib Syech menyatakan sudah bukan zamannya lagi aparat birokrasi bekerja asal-asalan, termasuk saat urus KTP. Apalagi sampai meminta bayaran kepada masyarakat. Semangat melayani harus benar-benar diresapi aparat birokrasi dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Baca Juga: Ganjar-Rudy Absen Selawatan Bulan Bung Karno Bareng Habib Syech Di Solo

“Wis ora model ngono-ngono maneh, kita harus bekerja, harus siap, harus jadi pelayan masyarakat yang hebat. Insya Allah indahnya kehebatan ini akan tampak di Solo. Solo sudah tampak hebat, luar biasa. Siapa dulu dong Wali Kota-nya,” ujarnya.

Habib Syech juga sempat menyindir pelayanan publik sistem online yang belakangan marak digaungkan pemerintah. Sebab pada praktiknya terkadang masyarakat masih dimintai kertas form yang harus diisi, kendati sistem pelayanan sudah online.

“Kabeh data wis tak leboke, tapi sampai sana masih ditanya lagi kertasnya mana, iki piye to kik. Iki genahe online apa on air. Jadi kalau sudah online ya sudah. KK itu lewat online, kabeh ya lewat online,” ungkapnya tanpa menyebut lokasinya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Olimpiade Informatika Sekaligus Belajar Seni dan Budaya Indonesia

      + PLUS Olimpiade Informatika Sekaligus Belajar Seni dan Budaya Indonesia

      Penyelenggaraan International Olympiad in Informatics (IOI) 2022 di Kota Jogja, Provinsi Daerah Instimewa Yogyakarta, 7-15 Agustus 2022, menjadi arena pengenalan aneka ragam kesenian Indonesia kepada dunia.

      Berita Terkini

      Prakiraan Cuaca Wonogiri Hari Senin Ini: Gerimis Siang-Malam

      Prakiraan cuaca Wonogiri hari ini Senin 15 Agustus 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

      Prakiraan Cuaca Klaten Hari Senin Ini: Hujan Siang-Malam

      Prakiraan cuaca Klaten hari ini Senin 15 Agustus 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

      Diusut Polisi, Begini Modus Jual Beli Lahan Makam Bong Mojo Solo

      Hasil penyidikan polisi mengungkap modus jual beli lahan makam Bong Mojo, Jebres, Solo, yang diawali dengan pembersihan dan perataan lahan.

      Di Solo, Joko Anwar Cerita Sempat Diganggu saat Garap Pengabdi Setan 2

      Sutradara Joko Anwar mengobrol dengan para penggemar film Pengabdi Setan seusai nonton bareng di bioskop tua Singosaren Plasa Solo, Minggu (14/8/2022).

      Warga Berdesakan demi Nonbar Film Pengabdi Setan 2 di Bioskop Tua Solo

      Sutradara film Pengabdi Setan 2: Communion, Joko Anwar, dan beberapa pemain film tersebut hadir dalam nonbar di bioskop tua Singosaren Plasa Solo, Minggu (14/8/2022).

      Menikah pada Bulan Sura itu Dilarang? Begini Penjelasan Budayawan Solo

      Budayawan Solo memberikan pandangannya mengenai kepercayaan masyarakat Jawa bahwa menikah di bulan Sura itu tidak baik dan dilarang.

      Begini Langkah Penjual Mi Ayam di Boyolali Siasati Harga Gandum Naik

      Kenaikan harga gandum terus dirasakan para pemilik usaha yang produk olahannya dari gandum.

      Kronologi Wong Sragen Diduga Loncat dari Jembatan ke Kali Bengawan Solo

      Seorang warga Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, SU, 53, dilaporkan hilang setelah diduga loncat dari Jembatan Sapen dan masuk ke aliran Sungai Bengawan Solo pada Minggu (14/8/2022).

      Sudah 70%, Kapan Masjid Sheikh Zayed di Gilingan Solo Jadi?

      Progres pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed di Gilingan, Solo, yang dimulai sejak 6 Maret 2021 lalu saat ini sudah mencapai 70%, kapan jadi?

      Byur! Peserta Lomba Meniti Bambu di Kalijaran Klaten Tercebur di Sungai

      Warga Dukuh Kalijaran, Desa Bawak, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, menggelar lomba ketangkasan meniti batang bambu di tengah sungai di daerah setempat, Minggu (14/8/2022) pagi.

      BOB Latih 8 Kelompok Pembatik di Karanganyar & Sragen, Ini Materinya

      Badan Pelaksana Otorita Borobudur atau BOB menggelar pelatihan desain fesyen dan purwarupa untuk delapan perwakilan kelompok pembatik di Kabupaten Karanganyar dan Sragen.

      Jangan Malu Jadi Petani! Pesan Mendalam Dibalik Balap Traktor di Klaten

      Sebanyak 16 peserta kategori dewasa dan 10 peserta kategori anak-anak mengikuti ajang balap traktor yang digelar di area persawahan wilayah Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Klaten, Minggu (14/8/2022) siang.

      Daerah Klaten Ini Dulu Basis Organisasi Terlarang, Kini Desa Pancasila

      Dukuh Bugel, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten dulunya dikenal menjadi basis organisasi terlarang.

      Konser Padi Reborn di Wonogiri Berlalu, Ini Harapan Warga ke Depan

      Penampilan Padi Reborn menjadi penutup Festival Agustus Merdeka 77 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Wonogiri.

      Yakin Pembangunan Masjid Sriwedari Solo Selesai, Rudy: Tuhan Adil Kok!

      Mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo optimistis pembangunan Masjid Taman Sriwedari yang sudah mandek sekitar dua tahun bakal selesai.

      Murka Ada Paspampres Pukul Warga Solo, Gibran Disebut Terlalu Semangat

      Ketua DPRD Solo Budi Prasetyo memberikan tanggapan mengenai Wali Kota Gibran yang terlihat sangat murka kepada anggota Paspampres yang pukul warga Solo.