Kategori: Viral

Kristen Gray Dideportasi Via Bandara Soekarno-Hatta


Solopos.com/Luh Putu Sugiari

Solopos.com, DENPASAR — Warga Negara Amerika Serikat Kristen Antoinette Gray dideportasi melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (21/1/2021) pukul 04.00 WIB. Perempuan yang sempat viral karena cuitanya di akun Twitter berupa ajakan bagi orang asing untuk pindah ke Bali saat pandemi Covid-19 itu akhirnya resmi diusir dari Indonesia.

Kristen Gray bersama kekasihnya Saundra Michelle Alexander dideportasi oleh Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Bali dengan penerbangan America Airlines operated by Japan Airlines AA8497 dan AA8408. Ia pergi dengan waktu keberangkatan pukul 06.35 WIB tujuan Jakarta–Tokyo–Los Angeles.

Deretan Drama Korea Bakal Tayang di 2021, Termasuk Hospital Playlist 2

Kepala Kanwil Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk mengatakan kedua WNA ini telah melanggar Pasal 75 UU No. 6/2011 tentang Keimigrasian. Ketentuan itu menyebutkan bahwa pejabat imigrasi berwenang melakukan tindakan administratif keimigrasian terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan.

"Kepada yang bersangkutan dikenakan tindakan adminsitratif keimigrasian berupa pendeportasian dan namanya dimasukkan dalam daftar penangkalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (2) huruf a dan f Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian," tuturnya dalam siaran tertulis yang diterima Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di Denpasar, Kamis, (21/1/2021).

Jualan Ebook

Sebelumnya pada Minggu, (17/1/2021) warga Twitter dihebohkan oleh akun @kristentootie yang menuliskan ajakan bagi orang asing untuk pindah ke Bali saat pandemi. Ia menyatakan bisa memberikan kemudahan masuk ke Bali melalui agen yang direkomendasikan serta menawarkan biaya hidup yang murah, nyaman, dan ramah bagi LGBTQ+.

Selain di Twitter, hal tersebut juga dimuat dalam ebook dengan harga US$30. Dijanjikan pula kepada pembeli ebook, informasi juga bisa dilanjutkan dengan konsultasi bertarif US$50 selama 45 menit.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

 

Share
Dipublikasikan oleh
Rahmat Wibisono