Kategori: Jateng

KRISIS ROHINGYA : Khawatir Ada Aksi di Borobudur, Polda Siagakan 22 SSK Polisi


Solopos.com/Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com

Krisis kemanusiaan yang melanda Muslim Rohingya disambut rencana aksi sejumlah ormas di Candi Borobudur.

Solopos.com, SEMARANG – Polda Jateng akan menerjunkan ribuan personel yang tergabung dalam 22 satuan setingkat kompi (SSK) untuk mencegah aksi solidaritas yang dikhawatirkan bakal dilakukan massa sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (8/9/2017).

Aksi yang rumornya telah dipublikasikan polisi melalui berbagai saluran sepanjang Selasa (5/8/2017) itu konon hendak digelar warga sebagai wujud solidaritas mereka kepada etnis Rohingya yang terancam genosida di Myanmar. Dasarnya adalah hastag atau tanda pagar (tagar) Aksi#SaveRohingya yang bergema di media sosial (medsos).

Konon penggagas tagar itu bakal menggelar aksi damai di Candi Borobudur, Jumat mendatang, dengan melibatkan 200 ormas. Aksi itu akan dimulai dengan salat Jumat berjemaah di masjid dekat Candi Borobudur dan dilanjutkan longmarch dengan mengenakan pakaian serba putih. Aksi itu digembar-gemborkan akan diikuti jutaan orang baik dari Jateng maupun daerah sekitarnya, seperti Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur.

Menanggapi guliran ajakan melalui medsos itu, Kapolda Irjen Pol. Condro Kirono melontarkan klaim Candi Borobudur berstatus objek vital nasional. Karena itu, sesuai UU No. 9/I998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, Candi Borobudur terlarang untuk lokasi unjuk rasa atau demonstras, pawai, rapat umum, dan atau mimbar bebas.

Atas dasar klaim status itulah, jajaran Polda Jateng berencana menangkal massa aksi mendatangi Candi Borobudur, Jumat mendatang.  “Kami akan terjunkan kekuatan personel sekitar 22 SSK. Itu belum ditambah dengan tiga SSK yang siap membantu kami dari TNI. Kekuatan itu akan kami siagakan untuk mencegah aksi solidaritas sejumlah ormas di Candi Borobudur,” ujar Kapolda Condro Kirono saat menggelar jumpa pers seusai pertemuan dengan sejumlah pejabat Polri di Gedung Ditlantas Polda Jateng, Kota Semarang, Selasa malam.

Ribuan anggota Polri itu rencana tak hanya disiagakan di sekitar Candi Borobudur. Condro menyebutkan beberapa anggota Polri di antaranya akan disiagakan di wilayah Magelang dan tiap kabupaten/kota di Jateng. “Kami telah menetapkan Siaga I untuk mencegah aksi solidaritas itu. Pengamanan akan kami bentuk dalam tiga ring. Ring pertama akan kami tempatkan di sekitar Candi Borobudur. Ring kedua di sekitar kota Magelang. Sedangkan, ring ketiga kami tempatkan di masing-masing polres se-Jateng,” beber Condro.

Condro menambahkan pada dasarnya pihaknya tak melarang adanya aksi solidaritas yang dilakukan sejumlah massa dari berbagai ormas sebagai bentuk simpati kepada kaum muslim Rohingya. Meski demikian, pihaknya melarang keras aksi itu digelar di Candi Borobudur yang merupakan objek wisata vital nasional.

“Candi Borobudur merupakan salah satu situs warisan dunia terbesar dan objek wisata vital nasional. Jadi sangat kontraproduktif jika empati untuk Rohingya digelar di situ. Tentu akan mengganggu wisatawan yang ingin berkunjung dan masyarkat sekitar yang menggantungkan penghasilan di situ dan juga melanggar UU [UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum],” imbuh Kapolda.

Sementara itu, Asops Polri, Irjen Pol. M. Iriawan, menyatakan siap mengerahkan personel untuk membantu Polda Jateng mencegah aksi di Candi Borobudur. “Kami akan kerahkan bantuan. Nanti dari Polda DIY juga akan menerjunkan dua SSK, sedangkan dari Jakarta lima SSK dari satuan Brimob,” beber mantan Kapolda Metro Jaya itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Share