Seorang pedagang memindahkan barang dagangan dari selter PKL Manahan Solo yang rusak, Kamis (20/7/2017). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLO -- Pedagang di Selter Manahan Solo bagian barat dibuat pusing selama dua pekan terakhir. Hal itu menyusul mengeringnya sumber air yang selama ini dipakai memenuhi kebutuhan berjualan dari pagi hingga sore.

“Sudah dua pekan ini air sering mati. Mungkin sumber airnya habis atau mengering karena kemarau,” tutur Sri Purwarni, 52, penjual jus pelangi di blok D1 dan D6, saat diwawancarai wartawan, Jumat (4/10/2019).

Pedagang yang sudah 12 tahun berjualan jus buah dan nasi sayur itu mengungkapkan selama ini sumber air (sumur) yang dipakainya tidak pernah kering, termasuk saat kemarau. Baru pada musim kemarau ini sumber airnya mengering.

Dia terpaksa meminta air dari rekannya sesama pedagang yang airnya masih mengalir. Sri membayar uang pengganti air tersebut.

Baca juga: Selter PKL Manahan Solo Akan Dibangun Bertingkat

Sri berharap persoalan kekurangan air bersih yang dihadapinya bisa segera selesai. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada pengelola selter Manahan untuk mencari solusi persoalan tersebut agar para pedagang bisa tenang.

Terpisah, Ketua Paguyuban Gotong Royong Selter Manahan, Koko Kuncoro, mengaku belum mendapat laporan perihal tersendatnya suplai air sejumlah pedagang. Menurut dia, sejauh ini air di sekitar tempatnya berjualan lancar.

“Belum ada yang mengadu ke paguyuban. Air di tempat saya berjualan dan sekitarnya pun lanca-lancar saja,” aku dia.

Koko menjelaskan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari para pedagang mengambil dari sumur. Sumur-sumur tersebut dibuat secara mandiri oleh para pedagang lantaran tidak ada jaringan air bersih dari pemerintah.

Baca juga: Kerap Terjadi Pencurian, Selter PKL Manahan Solo Dipasangi Kamera CCTV

Kepala Bidang PKL Dinas Perdagangan Solo, Didik Anggono, saat dimintai tanggapan menyatakan sumur mandiri milik pedagang merupakan tanggung jawab masing-masing pedagang selter.

“Sumur itu kan tanggung jawab mereka sendiri-sendiri. Kalau sumbernya dari kamar mandi yang memang merupakan fasilitas umum untuk dikelola masyarakat, kalau memang ada kekurangan jadi tanggung jawab pengelola,” urai dia.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten