KRIMINALITAS SURABAYA : Gandeng Kiai, Angka Kriminalitas Turun
Ilustrasi (JIBI/dok)

Kriminalitas Surabaya turun setelah polisi intens bergandengan dangan dengan kiai.

Solopos.com, SURABAYA – Selain Polrestabes Surabaya, pengamanan Surabaya juga dihandle Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Tugas polres pinggir laut itu kini semakin kompleks dengan adanya polsek yang resmi telah dimilikinya.

Polsek yang masuk dalam wilayah Polres Pelabuhan Tanjung Perak adalah Polsek Asemrowo, Krembangan, Semampir, Pabean Cantikan, dan Kenjeran.

Dengan semakin berkembangnya wilayah, maka semakin besar pula potensi kerawanan wilayah-wilayah tersebut. "Untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat, kami ada operasi multi sasaran," ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Arnapi kepada detikcom, Selasa (23/6/2015).

Karena sifatnya yang multi, maka operasi ini menyasar di berbagai tempat baik di tempat umum, pemukiman, maupun di Pelabuhan Tanjung Perak.

Pelabuhan saat ini terus menjadi fokus pengamanan. Indikasinya adalah semakin banyak temuan barang terlarang dan ilegal akhir-akhir ini seperti sajam, miras, penyeludupan satwa yang dilindungi, ganja, dan sabu.

Arnapi sadar bahwa jumlah anggotanya yang berpatroli di pelabuhan terbatas. Karena itu dia berkoordinasi dengan Pelindo III untuk menambah personel pengamanan pelindo dan meningkatkan penjagaan di mesin X-Ray.

"Penguatan di X-Ray, yang jaga perlu ditambah," lanjut Arnapi.

Perwira lulusan akpol 1995 itu menjelaskan, operasi multi sasaran tersebut setidaknya sudah memberi hasil cukup signifikan. Setiap bulan angka kriminalitas di wilayahnya menurun.

Pada April 2015 terdapat 250 kasus kriminalitas. Angka itu menurun pada Mei dengan hanya 170 kasus. Pada Juni sendiri di dua minggu pertama terdapat 78 kasus dengan perincian  minggu pertama terdapat 48 kasus dan pada minggu kedua terdapat 30 kasus.

"Yang melakukan operasi multi sasaran adalah semua fungsi tanpa ada kecuali," tegas Arnapi.

Jika multi sasaran bertujuan untuk memberi rasa aman pada masyarakat, maka program Arnapi untuk lebih mendekatkan diri pada masyarakat adalah dai Kamtibmas. Program berbalut agama ini sebenarnya bukan program baru.

"Ini bukan program baru, tetapi kualitasnya kami tambah. Kami bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk program ini," terang mantan Wakasat Polrestabes Surabaya ini.

Program ini diakui Arnapi telah “menghasilkan” dua anggota polisi yang dipercaya melakukan khotbah di masjid saat salat Jumat dan seorang polisi yang secara rutin menggelar pengajian.

"Dalam pengajian itu diselipi pesan-pesan kamtibmas. Saat salat Jumat pun, ada woro-woro tentang pentingnya kamtibmas," ujar Arnapi.

Dengan dai kamtibmas, Arnapi merasa lebih mudah untuk merangkul masyarakat. Apalagi ditambah dengan program lain seperti bersih-bersih masjid dan bersilaturahmi dengan para tokoh masyarakat.

"Kami juga ada sahur keliling, patroli sepeda membangunkan sahur, dan membagikan takjil," tandas Arnapi.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom