KRIMINALITAS KLATEN : Miris! Masih di Bawah Umur, 7 Anak Tertangkap Minum Miras dan Bawa Pedang

KRIMINALITAS KLATEN : Miris! Masih di Bawah Umur, 7 Anak Tertangkap Minum Miras dan Bawa Pedang

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Senjata Tajam. (IST/Detik.com)

Polisi Klaten menangkap tujuh anak yang diduga anggota geng peserta konvoi.

Solopos.com, KLATEN -- Aparat Polres Klaten menyita satu senjata tajam (sajam) dan satu airsoft gun dari dua anak yang diduga tergabung dalam geng. Keduanya saat ini masih diperiksa di Mapolres Klaten.

Penangkapan dua anak itu berdasarkan pengembangan penyelidikan dua anak lainnya yang ditangkap warga pada Rabu (21/2/2018) dini hari. Kapolres Klaten, AKBP Juli Agung Pramono, menuturkan jumlah anak di bawah umur yang diduga terlibat geng itu sekitar 13 orang. Awalnya, mereka minum minuman keras (miras) setelah membeli di daerah Kecamatan Wedi.

Seusai terpengaruh miras, mereka konvoi mengendarai enam sepeda motor mencari seseorang di wilayah Kecamatan Klaten Utara. Namun, warga yang curiga dengan konvoi itu lantas meneriaki mereka.

Anggota konvoi itu kocar-kacir dikejar warga hingga akhirnya dua anak berhasil ditangkap di wilayah Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara. “Sekitar pukul 02.30 WIB adawarga yang menelepon ke penjagaan polres. Kemudian anggota Polres mendatangi lokasi dan memang benar ada dua anak usia sekolah yang diamankan. Mereka bersih [tidak membawa sajam],” kata Kapolres saat dihubungi Solopos.com, Rabu petang.

Baca:

Kedua anak itu masing-masing berinisial RDS dan HKW. Mereka lantas dibawa ke mapolres untuk diminta keterangan. Polisi mengembangkan keterangan dari dua anak itu hingga menangkap lima anak lainnya yang diduga ikut rombongan konvoi. Mereka diduga tergabung dalam satu geng.

Dari hasil pengembangan, polisi mendapatkan masing-masing satu unit airsoft gun dari anak berinisial NIK dan pedang dari anak bernisial AJ setelah melakukan penggeledahan di rumah masing-masing anak.

Selain senjata tajam, dari pengakuan anak-anak tersebut sehari sebelumnya melakukan pengrusakan rumah warga di wilayah Kecamatan Bayat. “Jadi total ada tujuh anak yang kami amankan. Dari tujuh itu, dua anak dijerat UU Darurat No. 12/1951 terkait kepemilikan sajam dan airsoft gun. Sementara anak lainnya dijerat Pasal 170 dan Pasal 406 KUHP terkait pengrusakan rumah,” urai dia.

Kapolres menjelaskan anak-anak itu masih usia pelajar. Mereka berasal dari wilayah Klaten di antaranya Kecamatan Klaten Tengah serta Bayat. Polisi terus mengembangkan kepemilikan senjata tajam serta aksi pengrusakan yang dilakukan anak-anak tersebut. Polisi juga menelusuri anggota konvoi yang diperkirakan mencapai belasan anak.

“Memang harus diselesaikan karena ini yang membikin resah warga. Semuanya [tujuh anak yang ditangkap] itu anak sekolah. Mereka melakukan aksi itu juga dibawah pengaruh miras,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Berkerumun dan Tak Bermasker di Umbul Ponggok, Emak-Emak Disambangi Polisi

Sejumlah warga yang berkerumun dan tak bermasker di objek wisata Umbul Ponggok, Klaten, mendapat peringatan dari Kepala Satuan Samapta Bhayangkara (Kasatsabhara) Polres Klaten, AKP Sri Anggono.

Lebaran 2021, Jumlah Kunjungan Wisata ke Tawangmangu Meroket

Jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di wilayah Tawangmangu, Karanganyar meroket di libur Lebaran 2021 Jumat (14/5/2021).

Lewat Pos Penyekatan Karanganyar, 15 Wisatawan Luar Jateng Diminta Putar Balik

Sebanyak 15 pemudik dari luar Jateng yang melintas di pos penyekatan di Karanganyar diminta putar balik.

Libur Lebaran, Wisata Grojogan Sewu Karanganyar Diserbu Pengunjung

Jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di wilayah Tawangmangu, Karanganyar, termasuk Grojogan Sewu, meroket di momen libur Lebaran, Jumat (14/5/2021).

MotoGP Batalkan Seri Finlandia Gegara Covid-19

FIM, IRTA, dan Dorna Sports membatalkan Grand Prix MotoGP Finlandia tahun ini akibat masih berlangsungnya pandemi Covid-19

Singapura Lockdown, Restoran Hanya Terima Take Away

Pemerintah Singapura mengumumkan lockdown pada pertemuan sosial dan kegiatan publik pada Jumat (14/5/2021).

Pekalongan Diprediksi Tenggelam 15 Tahun Lagi, Ini Sebabnya

Kota Pekalongan di Jawa Tengah diprediksi tenggelam pada 2036 akibat penurunan muka tanah dan naiknya permukaan air laut.

Wisata WGM Wonogiri Tutup, Pengunjung Kecele

Banyak warga yang kecele saat berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Wonogiri, termasuk WGM, pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021).

Duh, Pengemis Bawa Kabur Balita Usia 2 Tahun di Sragen

Seorang pengemis perempuan kedapatan membawa kabur seorang balita yang berusia 2 tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada Jumat (14/5/2021). 

Begini Kisah Seleksi Jadi Imam di Uni Emirat Arab

Kemenag melakukan seleksi imam masjid asal Indonesia yang akan diberangkatkan untuk bertugas di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Melintas di Solo Saat Lebaran, 481 Kendaraan Diperiksa

Sebanyak 481 kendaraan berpelat luar Kota Solo diperiksa saat hari H Lebaran pada Kamis (13/5/2021).