Kategori: Klaten

KRI Nanggala 402 Tenggelam, Rencana Jariyah Bakdan Bareng Anak di Klaten Sirna


Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso

Solopos.com, KLATEN – Angan-angan Jariyah, 63, merayakan hari raya Idulfitri dengan anaknya, Serda Eko Prasetyo, 33, sirna. Putra kebanggannya itu gugur bersama 52 awak kapal selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan Bali.

Selama ini Jariyah berkomunikasi intensif dengan putra sulungnya melalui anak perempuannya, Miftahul Jannah, 30. Jariyah mengatakan, sejak kecil Eko terbiasa berpamitan kepada kedua orang tuanya ketika hendak pergi.

Kebiasaan itu tertanam hingga Eko bertugas sebagai prajurit TNI Angkatan Laut (AL). Setiap akhir pekan atau ketika akan bertugas, Eko berkomunikasi melalui ponsel dengan Jariyah. Komunikasi kali terakhir pada Minggu (18/4/2021).

Baca juga: 3 Kuliner Daging Anjing Populer di Solo

Eko berbincang dengan ibunya lewat video call dan memberitahu jika keesokan harinya bakal bertugas dan memohon doa restu pulang dengan selamat.

“Saya doakan saja tetap selamat. Saya juga sampaikan kalau bisa Lebaran nanti bisa bakdan sama emak [Jariyah],” kata Jariyah.

Baca juga: Gugur, ABK KRI Nanggala-402 Asal Wonogiri Tinggalkan 1 Istri, 1 Anak 6 Tahun & Bayi 15 Bulan

Setahun Tak Bertemu

Keinginan bisa berjumpa lagi dengan Eko itu disampaikan Jariyah menyusul sudah hampir setahun tak bertemu langsung. Kali terakhir, Eko mengunjungi ibunya di Klaten pada 26 Juli 2020.

Jariyah mengatakan selama ini hanya mengetahui jika Eko bertugas pada kapal biasa. Dia baru tahu jika sang putra sulung bertugas sebagai awak kapal selam setelah ada pemberitaan KRI Nanggala 402 tenggelam dan Eko menjadi salah satu awak kapal.

“Tahunya bertugas pada kapal biasa yang ada layarnya itu. Tidak tahunya pada kapal selam,” jelas dia.

Baca juga: Beto Segera Gabung Persis Solo, Kaesang Sudah Bertemu Sang Agen

Eko lahir di Jakarta dan sempat tinggal di Klaten saat masih balita sebelum menetap dan tumbuh dewasa di Kebumen. Eko lulus dari SMK Pelayaran Kebumen dan mulai bertugas sebagai prajurit TNI AL sejak 2008.

Jariyah mengatakan putranya memiliki keinginan kuat untuk menjadi abdi negara. Selepas lulus SMK, Eko rajin mengikuti tes menjadi anggota TNI serta polri hingga akhirnya bisa diterima menjadi prajurit TNI AL.

Anak Rumahan

Soal sosok Eko, Jariyah mengatakan sedari kecil putranya tak pernah neka-neka dan aktivitasnya lebih banyak dihabiskan di rumah. Ketika pergi, Eko meminta izin kepada ibunya dan kerap mengajak teman. Jariyah pun sempat tak percaya ketika Eko bisa menjadi prajurit TNI AL dan kali pertama bertugas di Ternate.

“Padahal anaknya tidak pernah keluar rumah kok tahu-tahu sudah jauh berada di Ternate,” kenang Jariyah.

Jariyah berharap putra sulungnya bisa segera ditemukan. Dia pun sudah ikhlas jika putranya benar-benar gugur saat bertugas sebagai prajurit TNI AL.

Share
Dipublikasikan oleh
Chelin Indra Sushmita