KREDIT MIKRO : Pertumbuhan Kredit Mikro Tak Terpengaruhi Pemilu
Ilustrasi uang rupiah (JIBI/Solopos/Dok.)

Solopos.com, SOLO — Penyaluran kredit mikro terus tumbuh pada triwulan pertama 2014 ini. Pertumbuhan itu diduga dipicu dinamika pelaku usaha mikro dan kecil di Solo yang bahkan tak terpengaruh oleh pelaksanaan pemilihan umum (pemilu).

Kepala Cabang Bank Mutiara Ekagara Rendra Kusuma menyampaikan pada triwulan pertama ini penyaluran kredit mikro sudah 30% dari target penyaluran Rp12 miliar atau sekitar Rp3,6 miliar. Padahal menurut dia, program kredit mikro baru diluncurkan pada akhir tahun lalu. Bahkan pertumbuhan penyaluran kredit mikro di Solo paling tinggi jika dibandingkan dengan Bank Mutiara lainnya.

“Penyaluran kredit ini biasanya disalurkan kepada pedagang, pengrajin dan pangusaha kuliner. Paling banyak diberikan kepada nasabah yang ada di sekitar Palur karena di sana saat ini banyak pabrik baru sehingga menghidupkan perekonomian di sekitarnya,” ungkap Ekagara saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (10/4/2014).

Rata-rata dana yang disalurkan di bawah Rp100 juta dengan non performing loan (NPL) 0%. Ekagara menjelaskan sebagai pelaku baru di kredit mikro, pihaknya mengedepankan sikap kehati-hatian dalam menyalurkan kredit. Oleh karena itu, diakuinya persyaratan cukup ribet. Meski begitu, pihaknya menjanjikan pelayanan yang baik setelah menjadi nasabah.

Ekagara menjelaskan pelaku usaha yang menerima kredit dari Bank Mutiara tidak hanya sekedar menerima dana tapi juga ada pelatihan dan juga menghubungkan dengan market supaya usaha nasabah bisa berkembang. Selain itu, pihaknya juga memberikan pengarahan kepada nasabah yang hendak mengajukan kredit.

Menurut dia, kebanyakan nasabah mengajukan kredit melebihi kebutuhan yang akhirnya memberatkan. Oleh karena itu, Ekagara mengaku pihaknya mengarahkan nasabah untuk mengajukan kredit sesuai dengan kebutuhan. Mengingat pengusaha mikro memiliki kendala manajemen cashflow.

Dia menjelaskan saat ini pihaknya memiliki dua unit mikro. Tingginya permintaan masyarakat membuat pihaknya akan menambah unit mikro dalam waktu satu bulan atau dua bulan ke depan di wilayah Solo selatan atau di Sukoharjo. Selain itu, pihaknya juga akan menggarap pasar kredit di wilayah Solo barat, seperti Kartasura dan Boyolali. Ekagara menyampaikan pada triwulan pertama ini dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 15% (year on year/yoy) sedangkan kredit tumbuh 20% (yoy).

Sementara itu, secara terpisah, Asisten Manager Bisnis Mikro (AMBM) BRI Cabang Solo Slamet Riyadi, Sukarno, juga menuturkan peminat kredit mikro sangat tinggi. Menurut dia, gelaran pemilu tidak mempengaruhi penyaluran kredit yang diberikan. Sukarno mengatakan target pertumbuhan penyaluran kredit mikro cukup tinggi, yakni 30%-40%.

“Target pertumbuhan cukup tinggi karena UMKM [usaha mikro, kecil dan menengah] merupakan core bisnis BRI. Oleh karena itu, kami akan terus mendekatkan diri dan meningkatkan penyaluran supaya mereka [UMKM] tidak terlibat lintah darat,” terang Sukarno.

Dia menjelaskan kredit tersebut biasanya disalurkan kepada pengrajin batik, pedagang, pengusaha kuliner hingga penyedia jasa. Sukarno menyampaikan untuk mencapai target tersebut pihaknya memperbanyak kantor Teras BRI. Selain itu, juga terus mencari nasabah baru. Hal ini karena ada beberapa nasabah yang bermigrasi dari kredit usaha rakyat (KUR) dengan penyaluran kredit dibawah Rp20 juta menjadi Kupedes debfab plafon kredit di atas Rp100 juta.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom