Kategori: Bisnis

Kreativitas dan Semangat di Balik Usaha Elena Wibowo Merchandise


Solopos.com/Anik Sulistyawati

Solopos.com, SOLO--Ide dan kreativitas yang datang dari mana saja bisa menjadi modal untuk memulai usaha. Hal ini juga yang dilakukan Andreas Hari Wibowo yang membuka usaha Elena Wibowo Merchandise atau Boxplakatsolo.

“Awalnya karena saya lihat usaha ini belum banyak di Solo. Jadi saya membuat boks atau tempat untuk plakat atau kenang-kenangan dari kayu saat acara wisuda itu. Saat itu ada teman yang cari dan dapatnya dari Jogja. Saya pikir masak di Solo nggak ada? Makanya saya mencoba membuat usaha ini,” ujar Andreas saat dihubungi solopos.com, Senin (12/10/2020).

Patuhi Protokol Kesehatan Sebelum Ada Vaksin

Warga Kadirejo, Gandekan, Jebres, Solo mengatakan memulai usaha sekitar tahun 2014.Untuk masalah bahan baku seperti kayu tripleks,  kain batik, bludru, dan lem, Andreas mengaku tak mengalami kesulitan untuk mendapatkannya. Sementara saat memproduksi, Andreas mengaku kadang dibantu oleh satu orang.

“Namun kalau pesanan pas ramai, itu biasanya dibantu tiga hingga empat, itu pun dibawa pulang digarap di rumah masing-masing,”ujarnya.

Dalam memproduksi boks plakat tersebut sesuai pesanan. Untuk boks plakat dia menjual dari harga Rp14.000 hingga Rp60.000. Sedangkan untuk gantungan kunci dia menjualnya mulai harga Rp2.500-Rp8000.

Luar Biasa, Anak Petani Ponorogo Peraih IPK 3,94 Jadi Wisudawan Terbaik STAN

Pendampingan

Boks plakat produksi Elena Wibowo Merchandise (istimewa)

Sebelum era pandemi, pria kelahiran 22 September  1982 mengaku sering mendapat pesanan dari acara wisuda Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Saat pandemi seperti saat ini memang pesanan berkurang.

Namun dengan pemasaran lewat online, dia tetap mendapat pesanan dari luar kota seperti dari Salatiga hingga Pati walaupun dalam jumlah yang sedikit.

Usaha Andreas juga mendapat pendampingan dari pemerintah kota Solo melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) tentang perizinan. “Namun kalau bantuan pendanaan belum ada,” ujarnya.

Hal itu menjadi salah satu kendala yang dihadapi untuk pengembangan  usahanya.

Selain masalah dana, Andreas mengaku sebagai UMKM memang perlu menambah jaringan dan ilmu. Dia pun merasa senang dan terkesan menjadi peserta UMKM Virtual Expo yang digelar Bank Indonesia (BI) Perwakilan Solo bersama Solopos belum lama ini.

“Saya jadi lebih optimistis, tambah semangat, dan tambah pinter,” ujarnya.

 

 

 

 

 

 

Share
Dipublikasikan oleh
Anik Sulistyawati