Kreatif! Film Pendek Ojo Ngeyel Jadi Sarana Sosialisasi Protokol Kesehatan Covid-19 di Jumapolo

Pemerintah Kecamatan Jumapolo menyosialisasikan protokol kesehatan pencegah Covid-19 melalui film pendek.

SOLOPOS.COM - Camat Jumapolo, Ngadimin, (tengah mengenakan baju keki), bersama pemain film pendek "Ojo Ngeyel" saat memerankan salah satu adegan dalam film tersebut. (Istimewa/Dokumentasi Admin Wonderful Jumapolo)

Solopos.com, KARANGANYAR Forum koordinasi pimpinan kecamatan (Forkopimca) Jumapolo memiliki cara meningkatkan kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Terutama protokol mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Beberapa waktu lalu, Forkopimca Jumapolo menggunakan mobil ambulans dan sirene berkeliling kampung sembari menyosialisasikan protokol kesehatan. Cara itu diklaim berhasil meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan dan bahaya Covid-19.

Forkopimca Jumapolo kembali menggandeng sukarelawan dan Puskesmas Jumapolo untuk menyosialisasikan upaya mencegah persebaran Covid-19. Kali ini, mereka membuat film pendek berdurasi 2 menit 41 detik dengan judul Ojo Ngeyel.

Tokoh Ini Bicara Pentingnya Pendidikan Literasi Keberagaman Diperluas ke Sekolah

Plot

Video tersebut diunggah di akun Instagram @wonderful_jumapolo dan Youtube Wonderful Jumapolo. Film tersebut menceritakan seorang perempuan pergi ke pasar di masa pandemi Covid-19. Sayangnya, perempuan itu enggan mengenakan masker padahal sudah diingatkan suaminya.

Singkat cerita saat di pasar, perempuan itu ditegur petugas yang sedang melaksanakan operasi penertiban protokol kesehatan karena tidak mengenakan masker. Bukan hanya ditegur, Forkopimca Jumapolo juga membagikan masker kepada masyarakat yang terjaring operasi penertiban protokol kesehatan.

Camat Jumapolo, Ngadimin, menuturkan film pendek tersebut sebetulnya dibuat untuk lomba di tingkat kabupaten. Sayangnya, Kecamatan Jumapolo gagal ikut seleksi karena tidak memenuhi ketentuan lomba.

"Awalnya memang untuk lomba. Tetapi durasi film lebih dari dua menit jadi diskualifikasi. Akhirnya kami gunakan sosialisasi. Sama seperti saat dulu menggunakan ambulance dan sirene. Saya rasa masyarakat butuh pendekatan lain supaya peduli terhadap protokol kesehatan," ujar Ngadimin saat berbincang dengan Solopos.com Jumat (23/10/2020).

Tidak Jajan Kuliner di Luar Tapi Tertular Covid-19, Tokoh Ini Berbagi Kisahnya

Ngadimin menceritakan bahwa pemeran dalam film pendek tersebut adalah warga Jumapolo. Mereka sukarelawan Militan Kecamatan Jumapolo, penyanyi dan pemain musik campur sari di Jumapolo, Sekar Jumapolo, petugas Puskesmas, Forkopimca, dan lain-lain. Mereka tidak dibayar saat berakting di depan kamera.

"Harapan kami, masyarakat bisa berpartisipasi dalam upaya menekan persebaran Covid-19. 'O, nek kami menyepelekan Covid-19 itu imbasnya bisa fatal.' Itu yang ingin kami kampanyekan. Masyarakat menyadari bahaya Covid-19," tutur dia.

Nilai Bantuan Sosial Beda-Beda, Warga Wonogiri Jangan Ada Kecemburuan!

Ngadimin menyampaikan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kecamatan Jumapolo lebih rendah apabila dibandingkan kecamatan lain. Hingga Jumat, ada satu kasus terkonfirmasi positif Covid-19, 27 orang dinyatakan sembuh, dan dua orang meninggal.

"Tren sudah menurun. Ada yang kena Covid-19 tapi bukan klaster. Perorangan karena usia lanjut dan memilili penyakit penyerta. Saat diperiksa di rumah sakit dan dilakukan tes swab, hasilnya positif [Covid-19]. Kasus itu tidak berimbas ke yang lain," tandasnya.

Berita Terbaru

Satgas Kecamatan Kota Solo Siapkan Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19

Solopos.com, SOLO -- Seluruh pemerintah kecamatan Kota Solo membentuk Satgas Penanganan Covid-19 supaya pelayanan kepada masyarakat lebih cepat. Satgas...

Permintaan Rapid Test Deteksi Covid-19 Stasiun Solo Balapan Naik 3 Kali Lipat

Solopos.com, SOLO -- Permintaan tes cepat atau rapid test deteksi Covid-19 di Stasiun Solo Balapan meningkat seiring kenaikan jumlah...

Keras! Sanksi Denda Pelanggaran Protokol Kesehatan Sukoharjo Sampai Rp50 Juta

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemkab Sukoharjo menerapkan sanksi yang cukup keras dan tegas terhadap warga yang melanggar protokol kesehatan pencegahan...

Razia Masker Digelar di Kartasura, 20 Orang Terjaring

Solopos.com, SUKOHARJO - Razia masker digelar di Balai Desa Singopuran Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (27/11/2020). Operasi ini digelar...

Gelar Simulasi Pemungutan Suara, KPU Sragen Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Solopos.com, SRAGEN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sragen menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pilkada 2020. Simulasi ini...

Pandemi Covid-19, Pasar Murah Sragen Digelar dengan Sistem Drive Thru

Solopos.com, SRAGEN - Pemkab Sragen melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar pasar murah di 20 kecamatan. Kegiatan ini pun...

Jemaah Salat Pun Disisir demi Pembiasaan 3M di Masjid Al Falah Sragen

Solopos.com, SRAGEN — Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Masjid Al Falah Sragen membagikan 100 lembar masker kepada para jemaah Salat...

Sudah Jalankan Protokol Kesehatan Saat Pelipatan Kertas Suara, Jangan Lupa 3M Saat Pemungutan Suara

Solopos.com, BOYOLALI - KPU Boyolali menerapkan protokol kesehatan saat pelipatan kertas suara untuk Pilkada 2020. Mereka pun diimbau untuk...

Begini Langkah Pemkab Karanganyar Dukung UMKM di Tengah Pandemi Covid-19

Solopos.com, KARANGANYAR – Di masa pandemi Covid-19, usaha mikro, kecil, dan menengah ikut terdampak. Pemkab Karanganyar meminta pelaku UMKM...

Perpusda Sragen Batasi Pengunjung dan Kurangi Jam Buka di Masa Pandemi

Solopos.com, SRAGEN -- Setelah memarkir sepeda motornya, dua pengunjung bergegas menuju pintu masuk Perpustakaan Daerah atau Perpusda Sragen di...