Tutup Iklan

Kraca, Kuliner Khas Banyumas dari Keong

Kraca merupakan kuliner khas Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang bahan dasarnya berupa keong kecil. Keong-keong kecil ini sering didapat dari sawah

 Kraca, makanan khas Banyumas dan menu wajib berbuka puasa (Sumber: Detik.com)

SOLOPOS.COM - Kraca, makanan khas Banyumas dan menu wajib berbuka puasa (Sumber: Detik.com)

Solopos.com, BANYUMAS — Kraca merupakan kuliner khas Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang bahan dasarnya berupa keong kecil. Keong-keong kecil ini sering didapat dari sawah yang kemudian diolah dengan diberi kuah. Rasanya gurih dan nikmat dengan campuran bumbu bawang, pala, merica, garam serta bumbu-bumbu lainnya.

Dilansir dari Jatengprov.go.id, Jumat (24/9/2021), cara memakan kraca ini adalah dengan menyedot keong yang sudah dibuang penutupnya atau bisa dicungkil menggunakan lidi ataupun gigi garpu. Makanan ini sangat banyak dijual menjelang Ramadan di Kabupaten Banyumas.

Saat Ramadan tiba, warga Kabupaten Banyumas berburu keong sawah atau biasa disebut sebagai kraca untuk dimasak menjadi masakan lezat yang diburu menjelang buka puasa. Masakan kraca dari hewan bercangkang sejenis siput air ini biasa diolah dengan menggunakan rempah-rempah sehingga mengundang selera untuk mencicipinya dan menjadi menu wajib warga Kabupaten Banyumas.

Baca Juga: Waduh! 9 Daerah di Jateng Endemis Penyakit Kaki Gajah, 6 di Pantura

Salah satu warga bernama Aryo yang merupakan penikmat kraca mengaku jika menu berbuka puasa tidak lengkap jika tidak ada kraca. Di Jalan Kauman Lama, Kecamatan Purwokerto Timur dikenal sebagai pusat pemjualan kraca. Meskipun banyak pedagang yang berjualan kraca, namun ada penjual kraca yang sudah populer dan selalu dicari pembeli. Dia adalah Khamlani yang sudah berjualan kraca sejak tahun 1995.

Dilansir dari Detik.com, saking begitu larisnya, kebutuhan keong selama bulan puasa melonjak berkali-kali lipat. Dari kebutuhan keong yang biasanya hanya 25 kilogram pada hari biasa, menjadi 150 kilogram saat bulan puasa dan langsung diserbu oleh pembeli dan habis dalam waktu tiga jam saja.

Keong hitam atau keong sawang sebagai bahahan dasar masakan khas Kabupaten Banyumas tersebut didapat Khamlani dari Pekalongan karena keberadaan keong hitam ini sudah terbilang langka di Kabupaten Banyumas.

Baca Juga: Unik! Kuliner Soto Bancar Khas Purbalingga Topping Bakso & Saus Kacang

Untuk membuat masakan keong sawah ini,  keong mentah harus dicuci hingga bersih kemudian dilubangi pada bagian belakangnya. Tujuannya untuk menghilangkan kotoran dan agar bumbu meresap ke dalam.

Untuk memasaknya, tumis bumbu-bumbu yang sudah dihaluskan kemudian masukkan keong yang sudah dicuci bersih. Setelah bumbu meresap kemudian diberi air dan direbus hingga kurang lebih empat sampai lima jam. Setelah itu, kraca khas Kabupaten Banyumas dengan citarasa lezat, pedas, dan segar dengan tekstur lunak siap dihidangkan.


Berita Terkait

Berita Terkini

Korban Meninggal Kecelakaan Karambol Salatiga Polisi Berpangkat Bripka

Satu korban yang meninggal akibat kecelakaan karambol di Jalan Lingkar Selatan atau JLS Salatiga adalah polisi berpangkat Bripka.

Ditinggal Suami Merantau, Istri Main Serong dengan Oknum Polisi Pati

Seorang TKI asal Pati melaporkan oknum polisi dari Polsek Cluwak, Pati dengan tuduhan berselingkuh dengan istrinya sejak saat ia merantau ke Jepang.

Mbah Minto yang Tebas Pencuri Ikan Dituntut 2 Tahun Penjara

Pengacara Mbah Minto menilai tuntutan JPU tak mempertimbangkan hukum sebab akibat. Apalagi usia Mbah Minto sudah sepuh.

Tuntut UMK Naik 16%, Buruh Jateng Ancam Geruduk Istana Presiden

Massa dari Aliansi Buruh Jawa Tengah (Jateng) menggelar aksi unjuk rasa atau demo menuntut UMK Jateng 2022 naik 16%.

Pemkab Grobogan Ajukan Raperda Yang Berlaku 30 Tahun, Tentang Apa?

Pemerintah Kabupaten Grobogan mengajukan rancangan peraturan daerah (Raperda) yang masa berlakunya 30 tahun ke DPRD Grobogan.

Hutan Pinus Sigrowong, Wisata Temanggung yang Bikin Hati Tenang

Hutan pinus Sigrowong di Desa Gesing, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah merupakan tempat wisata yang membuat hati dan pikiran tenang.

Diburu! Sopir Truk Tronton yang Picu Kecelakaan Karambol di Salatiga

Aparat Polres Salatiga saat ini tengah memburu sopir truk tronton yang menyebabkan kecelakaan karambol di Jalan Lingkar Selatan atau JLS Salatiga.

Gas Pol, Baznas dan Korpri Banjarnegara Gelar Vaksinasi Sasar 700 Warga

Baznas sekaligus mendistribusikan bantuan sembako untuk masyarakat kurang mampu yang hadir. Bentuknya bahan makanan pokok seperti beras, minyak, dan gula.

Tanggul Sungai Jebol, Desa di Kudus Tergenang Banjir

Sejumlah desa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), tergenang banjir akibat meluapnya Sungai Dawe akibat hujan lebat pada Selasa (30/11/2021) dini hari.

Penipuan Modus Gendam di Semarang Diungkap, Korban Rugi Rp3 Miliar

Aparat Ditreskrimum Polda Jateng menangkap tersangka sindikat penipuan dengan modus gendam yang menggasak uang korbannya di Semarang mencapai Rp3 miliar.

Legenda Syekh Subakir & Asale Gunung Tidar Pakunya Tanah Jawa

Asale Gunung Tidar yang disebut sebagai paku bumi di Tanah Jawa diyakini berkaitan dengan sosok ulama bernama Syakh Subakir.

Misteri Gunung Tidar: Pakunya Tanah Jawa

Gunung Tidar yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah, diyakini sebagai paku bumi Tanah Jawa.

Jateng Belum Berniat Tutup Tempat Wisata saat Libur Nataru

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atau Pemprov Jateng belum berencana menutup destinasi wisata di wilayahnya saat libur akhir tahun atau Nataru nanti.

Dua Pekan Operasi Zebra Candi 2021, 605 Kecelakaan Terjadi di Jateng

Ditlantas Polda Jateng mencatat selama dua pekan pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2022 terdapat 605 kejadian kecelakaan di Jateng, dengan jumlah korban meninggal mencapai 31 orang.

Kronologi Kecelakaan Karambol Salatiga yang Sebabkan 1 Polisi Meninggal

Kecelakaan maut berupa tabrakan karambol terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), Senin (29/11/2021) malam.