KPU Sragen: Warga Enggan Ndaftar KPPS Pilkada 2020 Karena Takut Rapid Test 
Ilustrasi Pilkada Sragen (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SRAGEN -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen memperpanjang pendaftaran calon kelompok penyelenggara pemungutan suara atau KPPS Pilkada 2020 mulai Rabu-Minggu (14-18/10/2020).

Perpanjangan itu untuk sembilan kecamatan yang jumlah pendaftar KPPS belum memenuhi kebutuhan. Kurangnya minat warga menjadi petugas KPPS itu karena banyak yang takut dan khawatir harus mengikuti swab test atau rapid test.

Ketua KPU Sragen Minarso mengungkapkan hal tersebut kepada Solopos.com yang menemuinya, Rabu siang.

Perkembangan Situasi Covid-19 Solo: Positif Tambah 7, Total 832 Kasus

Minarso menyebut sembilan kecamatan yang kekurangan pendaftar KPPS Pilkada 2020 itu terdiri atas Jenar, Sragen Kota, Sumberlawang, Sambirejo, Sidoharjo, Ngrampal, Miri, Sukodono, dan Sambungmacan.

Minarso langsung memerintahkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk segera berkoordinasi dengan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

PPS mesti terjun ke bawah untuk memastikan kebutuhan petugas KPPS setiap tempat pemungutan suara (TPS).

Anak 5 Tahun Ke Atas Boleh Ke Mal, IDAI Solo: Jangan Beri Ilusi Situasi Covid-19 Sudah Aman!

“Angka persis kekurangannya masih direkapitulasi karena kekurangannya bervariasi. Ada yang kurang 1-2 orang dari tujuh orang per TPS,” ujar Minarso.

Minarso mengatakan pendaftar KPPS Pilkada Sragen 2020 itu untuk 2.271 TPS itu sebenarnya sudah terisi tetapi ada beberapa TPS yang belum sesuai kebutuhan.

Kecamatan Jenar Paling Banyak

"Jadi tidak ada TPS yang kosong sama sekali. Warga tidak mau jadi petugas KPPS karena khawatir atau takut harus swab test atau rapid test," kata Minarso.

KPU Sukoharjo Pasang Pengaman Khusus Pada Surat Suara Pilkada 2020, Jangan Coba-Coba Jiplak!

Minarso mengatakan kekurangan petugas KPPS Pilkada Sragen yang paling banyak yakni Kecamatan Jenar. Puskesmas Jenar tutup sementara karena ada yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Ia memaklumi psikologis masyarakat selama masa pandemi Covid-19. Minarso memerintahkan PPK juga segera berkoordinasi dengan camat supaya ada solusi bersama.

“Sampai sekarang PPK dan PPS juga belum rapid test karena masih fokus penetapan daftar pemilih tetap [DPT]. Nanti rencananya PPK, PPS, dan KPPS rapid test bersama supaya abot enteng, wedi ora wedi, bareng-bareng tes serentak,” ujarnya.

1 Siswa Reaktif Rapid Test, SMAN 3 Solo Tunda Sejumlah Agenda

Anggota PPK Sragen Kota, Tri Sunarmo, mengakui ada beberapa TPS yang kekurangan petugas KPPS Pilkada 2020, salah satunya Nglorog.

Lurah Nglorog, Tetuko Andri Setyawan, menjelaskan awalnya memang kekurangan petugas KPPS tetapi per Rabu sudah terpenuhi kebutuhannya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom