KPU Sragen Hapus 24.702 Orang Meninggal dari Daftar Calon Pemilih Pilkada

KPU Sragen terus menyelidiki turunnya potensi DPS itu mengingat tren penduduk Sragen cenderung naik dan sudah tembus di angka 1 juta jiwa.

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Pilkada Sragen (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SRAGEN — Komisi Pemilihan Umum atau KPU Sragen akan menetapkan daftar pemilih sementara (DPS) Pilkada 2020. DPS itu bakal ditetapkan setelah dilakukan pemutakhiran data pemilih dan ditemukan sebanyak 59.957 pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS).

Komisioner Divisi Data dan Informasi KPU Sragen, Prihantoro P.N., saat ditemui Solopos.com, Jumat (11/9/2020), menyampaikan pemilih TMS itu disebabkan oleh adanya temuan dalam pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih.

Dari sekian angka pemilih TMS itu, Prihantoro menyebut temuan pemilih yang meninggal dunia paling dominan sebanyak 24.702 orang atau 41,20%.

Madiun Tambah 6 Kasus Covid-19, 3 Orang dari 1 Keluarga di Desa Bantengan

Kemudian data pindah domisili sebanyak 18.029 orang atau 30,07%. Sementara temuan lainnya relatif berada di bawah 8.000 orang, seperti pemilih tidak dikenal 7.361 orang, pemilih bukan penduduk 5.626 orang, pemilih ganda 3.918 orang dan seterusnya.

“Pemilih meninggal dunia ini diketahui dari hasil kroscek dengan keluarga yang bersangkutan. Berbeda dengan data di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil [Dispendukcapil] yang mengetahui adanya warga meninggal berdasarkan permintaan dokumen akter kematian. Kondisi inilah yang kemungkinan menyebabkan angka pemilih dalam DPS itu cenderung menurun bila dibandingkan data pemilih pada Pemilu 2019,” jelas Prihantoro.

Warung Kepala Manyung Bu Fat Semarang Jadi Klaster Covid-19, 20 Orang Positif

KPU Sragen terus menyelidiki turunnya potensi DPS itu mengingat tren jumlah penduduk Sragen cenderung naik dan sudah tembus di angka 1 juta jiwa.

Nama Ganda

Selain itu, Prihantoro juga menemukan nama ganda antardesa dan antarkecamatan. Dia juga menemukan nama tidak dikenal itu karena fakta di lapangan memang tidak menemukan nama yang mundul dalam formulir model A-KWK atau bahan coklit itu.

“Kami masih menyelidiki kenapa potensi DPS turun di angka 748.043 pemilih atau turun bila dibandingkan dengan daftar pemilih di Pemilu 2019 sebanyak 776.900 pemilih,” jelasnya.

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sragen Raras Mulatsih Dwi Kristanti saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat siang, menyampaikan Bawaslu pernah mengajukan saran perbaikan kepada KPU tentang adanya 3.261 pemilih yang memenuhi syarat dan 14.202 pemilih yang tidak memenuhi syarat.

Klaster Keluarga Nusukan Solo Berawal dari Sales Paket Data Positif Covid-19

Dia mengatakan semua saran perbaikan itu sudah ditindaklanjuti KPU. Temuan Bawaslu lainnya, sebut dia, seperti adanya rumah yang belum ditempel stikernya, dan adanya data pemilih yang dicoret muncul lagi, juga sudah ditindaklanjuti KPU.

“Kami tinggal menunggu pleno DPS pada 13 September. Kami akan mengawal prosesnya,” ujarnya.

Berita Terbaru

KPU Solo Sebut Ada Kemungkinan Pemungutan Suara Pilkada 2020 Pakai Kotak Suara Keliling, Setuju Lur?

Solopos.com, SOLO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah menggodok peraturan KPU (PKPU) tentang pemungutan suara Pilkada serentak, 9 Desember...

KPU Grobogan Tak Undang Bapaslon Saat Penetapan

Solopos.com, PURWODADI -– Penetapan pasangan calon oleh KPU Grobogan tahun ini berbeda dengan pelaksanaan Pilkada sebelumnya. Bakal pasangan calon...

Penetapan Paslon Pilkada Sukoharjo Digelar Tertutup, Etik-Agus dan Joswi Tak Diundang

Solopos.com, SUKOHARJO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo akan menggelar rapat pleno penetapan pasangan calon atau paslon pada Pilkada...

KPU Sragen Pastikan TPS Aman dari Covid-19, Warga pun Tak Takut Nyoblos

Solopos.com, SRAGEN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sragen, Jawa Tengah memastikan tempat pemungutan suara (TPS) tempat warga mencoblos...

KPU Klaten: Calon Bupati-Wakil Bupati Dilarang Bawa Massa saat Pengundian Nomor Urut!

Solopos.com, KLATEN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten melarang pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati membawa massa saat menghadiri pengundian...

Polemik Penundaan Pilkada 2020, Ini Kata Wali Kota Solo Rudy

Solopos.com, SOLO -- Desakan penundaan pilkada serentak 2020 terus bergulir selama beberapa waktu terakhir. Hal itu menyusul sikap Presiden...

Komisi II DPR, Mendagri dan KPU Sepakat Pilkada 2020 Jalan Terus

Solopos.com, JAKARTA -- Hasil pertemuan Komisi II DPR bersama Mendagri Tito Karnavian, KPU, Bawaslu, dan DKPP sepakat tidak ada...

Rebut Hati Milenial Solo, Gibran-Teguh Siapkan Konser Musik Virtual

Solopos.com, SOLO -- Tim Pemenangan cawali-cawawali Solo, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa atau Gibran-Teguh, menyiapkan acara konser musik secara virtual...

Strategi Fajri Galang Suara di Pilkada Klaten: Sering Nongkrong di Angkringan

Solopos.com, KLATEN — Salah satu calon wakil bupati (cawabup) Klaten, Muhammad Fajri, bakal lebih rutin menongkrong di sejumlah angkringan...

Kompak! 6 Parpol Deklarasikan Yuni-Suroto Jadi Cabup-Cawabup Sragen

Solopos.com, SRAGEN — Pimpinan enam partai politik (parpol) secara resmi mendeklarasikan pasangan Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Suroto (Yuni-Suroto)...