KPU Solo: Larang Karyawan Jadi KPPS Pilkada, Perusahaan Langgar Hak Politik Warga

Sejumlah perusahaan dinilai melanggar hak politik karyawan atau pegawainya lantaran melarang mereka menjadi penyelenggara Pilkada Solo 2020.

SOLOPOS.COM - Warga memakai masker dan sarung tangan plastik saat memakai hak pilihnya pada Simulasi Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo Tahun 2020 di Sriwedari, Solo, Minggu (6/12/2020). (Nicolous Irawan/Solopos)

Solopos.com, SOLO-Sejumlah perusahaan dinilai melanggar hak politik karyawan atau pegawainya lantaran melarang mereka menjadi penyelenggara Pilkada Solo 2020.

Informasi tersebut disampaikan Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti, saat diwawancara wartawan di sela-sela simulasi pemungutan dan penghitungan suara di TPS 001 Jl. Setiyaki Nomor 05 RT 003/RW 001 Kebonan, Kelurahan Sriwedari, Laweyan, Minggu (6/12/2020) pagi.

Longsor, Jalan Utama Karanganyar-Tawangmangu Sempat Ditutup

Pernyataan Nurul merespons pertanyaan wartawan ihwal ada atau tidaknya anggota KPPS yang mengundurkan diri karena harus menjalani rapid test. “Yang mengundurkan diri ada, tapi sedikit. Itu pun karena perusahaan melarang stafnya ikut jadi KPPS,” tutur dia.

Nurul tidak tahu persis berapa personel KPPS yang mengundurkan diri, sehingga harus diganti. Yang jelas KPU Solo tidak bisa melarang atau mencegah seorang angota KPPS yang mengajukan pengunduran diri. “Kami beri kebebasan, tidak memaksa,” urai dia.

Ihwal sikap perusahaan yang melarang karyawannya menjadi penyelenggara Pilkada 2020, Nurul menyatakan hal itu sebagai pelanggaran hak politik. Sebab setiap warga negara Indonesia yang sudah memenuhi syarat berhak untuk menjalani hak politik mereka.

“Kalau melarang berarti perusahaan itu telah melanggar hak politik warga negara,” imbuh dia. Di sisi lain simulasi pemungutan dan penghitungan suara yang dilakukan KPU Solo dengan pengawasan Bawaslu Solo berlangsung relatif lancar, tertib dan tidak ada kendala.

Sesuai Jadwal

Daftar pemilih tetap (DPT) di TPS 001 Sriwedari dibagi menjadi enam kelompok waktu pemungutan. Hasilnya yaitu pukul 07.00 WIB hingga 08.00 WIB, 08.00 WIB-09.00 WIB, 09.00 WIB-10.00 WIB, 10.00 WIB-11.00 WIB, 11.00 WIB-12.00 WIB serta 12.00 WIB-13.00 WIB.

Para calon pemilih diminta datang ke TPS untuk menyalurkan suara sesuai jadwal itu dan tercantum di form C1 pemberitahuan. “Harap datang sesuai jadwal di C1 pemberitahuan. Tapi kalau tidak sesuai jadwal itu ya akan tetap kami layani mencoblos,” imbuh dia.

Ketika datang ke TPS para calon pemilih diminta mengenakan masker standar, membawa alat tulis sendiri, serta KTP elektronik. Setiba di TPS mereka harus mengikuti prosedur yang ditetapkan penyelenggara pilkada mulai dari pengecekan suhu dan cuci tangan.

Cerita Jamu Hingga Sego Berkat Dalam Temu Daring Diaspora Jawa

“Untuk mencoblos nanti teman-teman pemilih kami berikan sarung tangan sekali pakai. Setelah selesai di TPS bisa langsung dibuang. Kami sediakan tempat sampah di lokasi. Tak usah khawatir, teman-teman KPPS kami beri APD dan sudah rapid test,” papar dia.

Tak hanya KPPS, para saksi dari pasangan cawali-cawawali nomor urut 01 dan nomor urut 02 juga sudah menjalani rapid test. “Bila ada calon pemilih yang suhunya 37,3 derajat celcius atau lebih nanti akan diarahkan untuk mencoblos di bilik khusus,” sambung dia.

Berita Terbaru

Bawaslu Jateng Telusuri Politik Uang Pilkada di Empat Kabupaten, Mana Saja?

Solopos.com, SEMARANG--Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menelusuri dugaan praktik politik uang yang terjadi pada pilkada serentak...

Beda Quick Count KPU, Partai Demokrat Klaim Menang di Pilkada Rembang

Solopos.com, SALATIGA — Partai Demokrat mengklaim meraih kemenangan pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Padahal hasil...

Harta Rp22 Miliar, Sahrul Gunawan Hanya Punya 1 Mobil

Solopos.com, JAKARTA -- Calon Wakil Bupati Bandung, Jawa Barat, Sahrul Gunawan untuk sementara unggul dalam hitung cepat Pilkada Bandung...

Sahrul Gunawan: Gagal di Pemilu Legislatif, Berjaya di Pilkada Bandung

Solopos.com, JAKARTA -- Artis sekaligus penyanyi Sahrul Gunawan yang menjadi calon Wakil Bupati Bandung, Jawa Barat, untuk sementara unggul...

Tak Bertuan, 32.772 Lembar Formulir C Pemberitahuan Dikembalikan

Solopos.com, KLATEN – Sebanyak 32.772 lembar formulir model C pemberitahuan sebagai undangan bagi pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT)...

Keluarga Kalla Kalah dalam Pilkada Makassar?

Solopos.com, JAKARTA — Pemilihan umum kepala daerah di Kota Makassar diikuti empat pasangan calon yang memperebutkan kursi wali kota...

Partai Demokrat Sementara Menangi 44% Pilgub 2020

Solopos.com, JAKARTA — Sekretaris Badan Pemenangan Pemilihan Umum Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengklaim menang di empat dari sembilan provinsi...

Berkat Sosialisasi di Masjid, Partisipasi Pemilih Pilkada Wonogiri Tinggi

Solopos.com, WONOGIRI — Komisi Pemilihan Umum Wonogiri mengklaim tingkat partisipasi pemilihan kepala daerah atau Pilkada Wonogiri 71,26 persen berdasar...

Sri Mulyani Ungkap Kunci Sukses Dongkrak Suara di Pilkada Klaten 2020

Solopos.com, KLATEN - Pasangan Sri Mulyani-Yoga Hardaya unggul atas lawan-lawannya berdasarkan hitung cepat Desk Pilkada Pemkab Klaten. Sri Mulyani...

Pilkada Klaten: Mulyo Unggul di 23 Kecamatan, ORI 2 Kecamatan, ABY-HJT 1 Kecamatan

Solopos.com, KLATEN – Pasangan calon bupati (cabup)-calon wakil bupati (cawabup) Klaten, Sri Mulyani-Yoga Hardaya atau Mulyo, menang di 23...