Pilgub Jateng 2018. (Solopos-Dok)

<p><strong>Solopos.com, WONOGIRI</strong> -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah mengimbau para perantau tak buru-buru kembali ke perantauan supaya mereka bisa menggunakan hak pilih pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng, 27 Juni mendatang.</p><p>Warga perantau ini diyakini bisa mendongkrak tingkat partisipasi <a title="Pilgub Jateng 2018: Ini 2 Daerah dengan Jumlah Pemilih Terbanyak di Sragen" href="http://soloraya.solopos.com/read/20180416/491/910597/pilgub-jateng-2018-ini-2-daerah-dengan-jumlah-pemilih-terbanyak-di-sragen">pemilih </a>&nbsp;dalam Pilgub karena jumlahnya mencapai 30 persen dari total pemilih di Jateng. Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo, saat dihubungi <em>Solopos.com</em>, Selasa (19/6/2018), mengaku sudah menginstruksikan KPU daerah di Jateng untuk gencar memberi imbauan kepada para perantau melalui berbagai media, seperti media sosial (medsos) maupun media elektronik.</p><p>Dia tak memungkiri upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih dari kalangan perantau dalam Pilgub 2018 berbenturan dengan kondisi. Seperti diketahui, masa libur Lebaran tak lama lagi usai. Perantau yang terikat dinas dan karyawan swasta akan kembali bekerja pada 21 Juni. Padahal, pemungutan suara digelar 27 Juni.</p><p>&ldquo;Walau demikian kami terus mengimbau agar perantau meluangkan waktu untuk mencoblos pada 27 Juni. Pada hari pemungutan suara nanti ditetapkan sebagai hari libur. Presiden akan membuat keputusan menyangkut hal ini. Kemungkinan sepekan atau lima hari sebelum hari H sudah terbit. Nanti Pemprov kami dorong menindaklanjutinya dengan surat keputusan atau sejenisnya,&rdquo; kata Joko.</p><p>Dia melanjutkan perantau berandil besar dalam menentukan tingkat partisipasi <a title="PILGUB JATENG 2018: KPU Sragen Uji Publik 769.007 DPS, Ini Langkahnya" href="http://soloraya.solopos.com/read/20180331/493/907194/pilgub-jateng-2018-kpu-sragen-uji-publik-769.007-dps-ini-langkahnya">pemilih</a>. Berdasar data, perantau di Jateng mencapai 30 persen. Apabila mayoritas perantau bersedia menggunakan hak pilih partisipasi bisa meningkat.</p><p>Pada agenda Pemilu tahun-tahun sebelumnya regulasi menentukan warga yang memiliki hak pilih tetapi tak berdomisili di daerah setempat tetap harus didaftar sebagai pemilih. Jika saat pemungutan suara tak menggunakan hak pilih, mereka dihitung dalam penghitungan tingkat partisipasi.</p><p>&ldquo;Mulai Pilkada serentak 2017 KPU membuat satu instrumen, yakni apabila surat pemberitahuan pemungutan suara atau formulir C6 tak sampai kepada pemilih, formulir harus ditarik kembali. Artinya, pemilih yang tak berada di tempat tak dihitung sebagai pemilih. Jadi, nanti akan diketahui tingkat partisipasi secara riilnya berapa,&rdquo; imbuh Joko.</p><p>KPU Jateng telah melakukan beberapa langkah untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Langkah itu meliputi membuat gerakan sosialisasi dari tataran desa/kelurahan hingga provinsi. Setiap tahapan strategis digelar juga gerakan yang menuntut keterlibatan warga, seperti uji publik untuk mencermati daftar <a title="Pilgub Jateng 2018, DPT Sukoharjo Susut 6.037 Orang" href="http://soloraya.solopos.com/read/20180423/490/911598/pilgub-jateng-2018-dpt-sukoharjo-susut-6.037-orang">pemilih </a>&nbsp;sementara (DPS).</p><p>Apabila mengetahui ada keluarga atau kerabat yang memiliki hak pilih tetapi belum terdaftar atau sudah meninggal dunia tetapi masih terdaftar, warga dapat menginformasikannya. Selain itu ada gerakan sosialisasi di seluruh daerah di Jateng yang dikemas dengan pentas seni budaya.</p><p>Saat debat pasangan calon (paslon) digelar nonton bareng (nonbar) di semua tataran. Joko mencatat nonbar debat paslon yang digelar dua kali beberapa waktu lalu digelar di 9.167 lokasi/kegiatan. &ldquo;Tujuan utamanya menggugah kesadaran bersama agar ada rasa tanggung jawab terhadap Jateng,&rdquo; ucap Joko.</p><p>Anggota KPU Wonogiri Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat, Suyono, mengatakan jumlah perantau yang masuk daftar pemilih tetap (DPT) Pilgub 2018 di Wonogiri lebih kurang 150.000 orang dari total 854.334 pemilih. Dia meyakini apabila mayoritas dari mereka menggunakan hak pilih, tingkat partisipasi <a title="Pilgub Jateng 2018: Tak Masuk DPT Bisa Nyoblos, Ini Syaratnya" href="http://soloraya.solopos.com/read/20180514/490/916163/pilgub-jateng-2018-tak-masuk-dpt-bisa-nyoblos-ini-syaratnya">pemilih </a>&nbsp;bakal meningkat signifikan daripada Pilgub 2015 atau agenda pemilu sebelumnya.</p><p>Tingkat partisipasi pemilih Pilgub 2018 berpotensi meningkat karena perantau memungkinkan menggunakan hak pilih saat pemungutan suara. Saat ini mereka masih di Wonogiri karena mudik Lebaran. Suyono sangat berharap para perantau tetap tinggal di Wonogiri terlebih dahulu agar dapat menggunakan hak pilih.</p><p>&ldquo;Imbauan ini gencar kami serukan melalui radio-radio tiga kali sehari hingga 24 Juni mendatang. Kami juga sampaikan melalui berbagai media sosial agar yang dimiliki paguyuban-paguyuban perantau,&rdquo; kata Suyono.</p><p>Terpisah, Ketua Keluarga Wonogiri Sukses (Keris), salah satu paguyuban perantau di Kota Sukses, Edy Prayitno, mengatakan sebagai warga negara yang baik sebenarnya para perantau sangat ingin berpartisipasi di setiap pemilu, termasuk Pilgub 2018. Namun, kaum boro tak dapat berbuat banyak karena harus bekerja sehingga tak dapat menggunakan hak pilih.</p><p>Menurut dia, kemungkinan besar para perantau kembali tidak dapat mencoblos pada 27 Juni. Ratusan anggota Keris yang kebanyakan karyawan pabrik di Jakarta sudah harus masuk kerja 25 Juni. Perantau sudah harus kembali ke perantauan pada tiga hari sebelumnya.</p><p>&ldquo;Bahkan ada yang sudah masuk kerja 20 Juni, berarti harus balik ke perantauan jauh hari sebelumnya. Saya kira perantau yang menjadi karyawan pabrik semuanya sama,&rdquo; kata Edy.</p><p><br /><br /></p>

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten