KPU: Data Pemilih Baru di Jateng Capai 2 Juta Lebih

KPU Jateng melakukan pemutakhiran data pemilih untuk Pemilu 2024 di mana ditemukan 2,4 juta pemilih baru di Jateng hingga September 2022.

 Komisioner KPU Jateng saat menyampaikan pemutakhiran data pemilih untuk Pemilu 2024 di kantornya, Rabu (5/10/2022). (Solopos.com-Adhik Kurniawan)

SOLOPOS.COM - Komisioner KPU Jateng saat menyampaikan pemutakhiran data pemilih untuk Pemilu 2024 di kantornya, Rabu (5/10/2022). (Solopos.com-Adhik Kurniawan)

Solopos.com, SEMARANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah (Jateng) mencatat ada sekitar 2.476.839 data pemilih baru yang masuk di Jawa Tengah (Jateng) sepanjang tahun ini. Jumlah tersebut terdiri dari data pemilih yang sudah terekam dalam KTP elektronik maupun yang belum.

Anggota KPU Jateng Divisi Data dan Informasi (Datin), Henry Wahyono, mengatakan jumlah 2 juta lebih pemilih baru itu berasal dari pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (DPB) periode September 2022 untuk Pemilu 2024.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Setelah kami cek, yang sudah melakukan perekaman 1.235.770 dan sudah kami masukan DPB kami. Potensi yang nanti masuk 1.241.069 orang. Jadi menambah jumlahnya [DPB],” kata Henry dalam jumpa pers di Kantor KPU Jateng, Rabu (5/10/2022).

Henry menyampaikan dalam proses penyusunan DPB telah dilaksanakan secara komprehensif. Termasuk sinkronisasi data yang diperoleh dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Tak hanya itu, KPU Jateng juga memberlakukan sejumlah prinsip untuk pemutakhiran data pemilih yakni inklusif, akurat, dan mutakhir.

“Inklusif ini terbuka bagi siapa saja yang memenuhi syarat sebagai pemilih. Untuk soal akurat, kami harus meneliti data ini beserta Koordinator Datin KPU seluruh Jateng. Data 2,5 juta pemilih kami periksa dalam waktu sepekan,” jelasnya.

Baca juga: KPU Solo Terima 7 Aduan Pencatutan Identitas oleh Parpol Pendaftar Pemilu 2024

Terkait kemutakhiran data, ia menegaskan bahwa data akan terus diperbarui hingga titik terakhir. Pemutakhiran data pemilih di Jateng ini juga bersifat terbuka atau bisa dilihat oleh siapapun.

“Misalnya kemarin dari Kemenkumham melaporkan dari Indonesia timur masuk beberapa warga binaan di lapas. nanti akan kami sisir dengan perangkat aturan apakah mereka bisa masuk daftar pemilih,” lanjut dia.

KPU Jateng juga melibatkan partisipasi masyarakat baik dengan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) maupun dinas terkait. Bahkan, pihaknya juga melakukan perlindungan data pemilih.

Baca juga: Lebih Cepat Urus Perizinan, Ini Daftar 171 Layanan dan Instansi di MPP Boyolali

“Kami ada 27 juta sekian pemilih, maka harus melakukan perlindungan data pribadi dengan tidak disebutkan semua identitasnya. Seperti menyamarkan nomor NIK,” tutup dia.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Wonosobo Bentuk Kampung Bahasa Inggris Berbasis Ponpes

      Ruang lingkup kerja sama yang telah disepakati antara lain terkait dengan promosi wisata, membentuk destinasi wisata edukasi melalui kampung bahasa berbasis pondok pesantren, pengembangan SDM ponpes khususnya Yayasan Al-Maksum melalui pelatihan bahasa Arab, Inggris, dan Mandarin.

      Daftar Daerah di Jateng yang Angka Kematian Bayi Tinggi, Kebanyakan di Selatan

      Berikut daerah di Jawa Tengah atau Jateng dengan tingkat atau angka kematian bayi tertinggi sepanjang 2022.

      Tinggi! Angka Kematian Bayi di Jateng Capai 3.031 Kasus

      Angka kematian bayi di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) sangat tinggi hingga mencapai 3.031 kasus hingga triwulan ketiga 2022.

      UMK Jepara 2023 Diusulkan Naik 7,8%, Jadi Rp2,2 Juta

      Dewan Pengupahan Jepara mengusulkan kenaikan UMK 2023 sebesar 7,8 persen atau menjadi sekitar Rp2,2 juta.

      PLN Nyalakan Serentak 224 Pelanggan Sektor Agrikultura, Petani Bawang Bahagia

      PLN UID Jawa Tengah dan DIY melakukan penyalaan serentak kepada 224 pelanggan sektor agrikultura dengan total daya 2.717.000 VA.

      Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Siap Layani Impor Produk Holtikultura

      Pelabuhan Tanjung Emas Semarang saat ini tengah dipersiapkan untuk menjadi pelabuhan yang melayani impor produk holtikultura.

      Desersi, Polisi di Kudus Dipecat

      Seorang anggota polisi di Polres Kudus dipecat dari jabatannya setelah dianggap lalai menjalankan tugas atau desersi.

      Selamat! Kota Semarang Raih Predikat Kota Cerdas Bidang Ekonomi

      Kota Semarang mendapat predikat Kota Cerdas atau Smart City Bidang Ekonomi dari Bappenas.

      Banjir Bandang Terjang Pati, BPBD: 6 Ekor Sapi Mati

      Data BPBD Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), menyebut setidaknya ada enam ekor sapi milik warga yang mati diterjang banjir bandang.

      Alert! Banjir Bandang di Pati Akibat Pegunungan Kendeng yang Kian Tandus

      Banjir bandang yang melanda Kabupaten Pati di Jawa Tengah (Jateng) dan mengakibatkan dua orang meninggal karena Pegunungan Kendeng yang kian tandus.

      Salatiga Kembali Catat IPM Tertinggi di Jateng

      BPS Jateng mencatat nilai IPM Kota Salatiga kembali yang tertinggi di Jawa Tengah (Jateng) pada 2022 ini.

      Innalillahi, 335 Ibu di Jateng Alami Kematian Sepanjang 2022

      Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng menyatakan angka kematian ibu di provinsi tersebut sepanjang 2022 mencapai 335 kasus.

      PLN Salatiga Sosialisasikan Listrik Premium, Listrik Tanpa Padam

      PLN menghadirkan layanan listrik premium, dimana jalur kelistrikan pihaknya menyiapkan secara dobel.

      Kampung Melayu Bersolek, Siap Jadi Ikon Wisata Baru di Semarang

      Kampung Melayu saat ini tengah dalam tahap revitalisasi dan siap menjadi ikon baru wisata di Kota Semarang.

      Ini Kronologi Nelayan Rawa Pening Meninggal Tenggelam

      Saat perahu terguling, korban sempat berteriak minta tolong, tetapi karena jarak terdekat dari nelayan lain di luar jangkauan.