KPU Boyolali Konsultasikan Skenario Coblosan bagi Pengungsi Merapi
Kotak suara untuk Pilkada 2020 sudah disiapkan di gudang logistik KPU Boyolali. (Solopos-Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boyolali berkonsultasi dengan KPU Pusat terkait pelaksanaan pemungutan suara Pilkada 2020 di tengah kondisi darurat bencana alam.

Ketua KPU Boyolali, Ali Fahrudin, saat ini pihaknya masih menunggu arahan dari KPU pusat.

"Surat sudah kami sampaikan ke KPU pusat, kami tunggu saja hasilnya," kata dia kepada Solopos.com, Jumat (27/11/2020).

Uji Kir Kendaraan di Solo Bisa Drive Thru, Cuma Butuh 7-10 Menit

Menurut Ali, hal-hal yang disampaikan kepada KPU Pusat adalah semua hasil koordinasi KPU Boyolali terkait kondisi di lapangan, yakni berkaitan dengan aktivitas Gunung Merapi.

"Apalagi saat ini juga sudah ada sejumlah warga yang mengungsi di tempat penampungan pengungsi sementara [TPPS] di tiga desa di Kecamatan Selo, yakni di Desa Tlogolele, Klakah, dan Jrakah," kata dia.

Ali Fahrudin menambahkan perlu langkah antisipasi ketika nantinya terjadi erupsi Gunung Merapi menjelang pelaksanaan pilkada.

"Apalagi sudah keluar surat Bupati Boyolali terkait status darurat bencana alam. Sudah ada pengungsi di TPPS. Semua data kami sampaikan, tinggal menunggu saran. Memang terkhusus ketika erupsi, kemudian pengungsi geser ke wilayah Magelang," kata dia.

Awal-Awal di Pasar Darurat, Pedagang Pasar Tiga Lantai Klaten Tak Ditarik Retribusi

Diketahui saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali telah menyiapkan skenario evakuasi warga lereng Merapi saat terjadi erupsi.
Salah satunya dengan menyiapkan program sister village yang di antaranya berlokasi di wilayah Magelang.

Merelokasi TPS ke Lokasi Pengungsian

Sementara untuk pengungsi yang masih berada di dalam Kabupaten Boyolali, pelaksanaannya dapat dilakukan dengan merelokasi TPS asal ke lokasi pengungsian.

"Tapi lebih jelasnya menunggu arahan lebih lanjut dari KPU Pusat," jelas Ali.

Film Sobat Ambyar Didi Kempot bakal Tayang di Netflix

Sementara itu saat ini persiapan penyaluran logistik Pilkada 2020 sudah mulai dilakukan. Bahkan beberapa, seperti alat pelindung diri sebagian telah didistribusikan ke kecamatan-kecamatan.

Sedangkan logistik sisanya seperti kertas suara, kotak suara dan sebagainya direncanakan didistribusikan mulai 1 Desember 2020.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom