KPPU Bubar Jalan, Siapa Diuntungkan?

KPPU Bubar Jalan, Siapa Diuntungkan?

SOLOPOS.COM - Kapolri Jenderal Tito Karnavian, bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Ketua Komisi KPPU Syarkawi Rauf, dan Sekjen Kemendag Karyanto (kanan), menunjukkan karung berisi beras yang dipalsukan kandungan karbohidratnya dari berbagai merk saat penggerebekan gudang beras di PT Indo Beras Unggul, Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Kamis (20/7/2017) malam. (JIBI/Solopos/Antara/Risky Andrianto)

KPPU tak bisa beroperasi lagi sampai waktu yang tidak ditentukan. Jika tak kunjung jelas nasibnya, putusan KPPU rawan digugat.

Solopos.com, JAKARTA -- Lembaga negara anti monopoli, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) hanya pasrah lembaganya tidak beroperasi hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Sekretaris Jenderal KPPU Charles Pandji Dewanto menuturkan hanya ada dua opsi untuk menghidupkan kembali KPPU. "Pertama, apabila sudah muncul nama komsioner baru ya segara saja diputuskan," tutur dia kepada Bisnis/JIBI, Selasa (27/2/2018).

Opsi kedua, masa jabatan komisioner lama periode 2012-2017 kembali diperpanjang. Adapun komisioner lama ini terdiri dari satu Ketua M Syarkawi Rauf dan tujuh anggota aktif di antaranya Nawir Messi, Tresna Priyana Somardi, Munrokhim Misanam, Kamser Lumbanradja, Chandra Setiawan, Sukarmi, dan Saidah Sakwan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak KPPU belum mendapatkan respons dari Setneg perihal nasibnya. Charles Khawatir kekosongan kekuasaan yang terlalu lama membawa dampak buruk bagi kelangsungan usaha di Tanah Air. Sejumlah pelaku usaha digantung dalam perkara yang masih berjalan di KPPU.

Padahal KPPU memiliki batas waktu pemeriksaan perkara. "Kalau enggak jelas gini, pelaku usaha bisa gugat KPPU," sebutnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Pemkot Jogja Ingatkan Warganya Tidak Lakukan Takbir Keliling

Pemkot Jogja melarang warganya menggelar takbir keliling. Takbir hanya boleh dilaksanakan di masjid di wilayah masing-masing.

Lebaran 2021: Jumlah Pemudik ke Sukoharjo Lebih Sedikit Dibanding Tahun Lalu

Jumlah perantau yang mudik ke Sukoharjo pada Lebaran kali ini lebih sedikit daripada tahun 2020.

Jelang Lebaran, Satpol PP Klaten Garuk 3 Pasangan Tak Resmi di Hotel Melati

Tim gabungan menyasar ke sejumlah hotel melati di kawasan kota dan Klaten bagian timur, total hotel yang disasar mencapai empat sampai lima hotel.

ABG Sopir VW Kuning Penabrak Polisi di Pos Penyekatan Klaten Mediasi dengan Korban, Hasilnya?

ABGpenabrak polisi di pos penyekatan pemudik di Klaten dengan mobil VW kuning telah menjalani mediasi dengan korban.

Jangan Sembrono Makan! 5 Penyakit Ini Rentan Muncul Pasca Lebaran

Inilah lima penyakit yang rentan muncul pasca Lebaran karena konsumsi makanan yang tak terkontrol saat Hari Raya Idulfitri.

Libur Lebaran 2021, Ini Jasa Pengiriman yang Tetap Beroperasi

Meski masa libur lebaran, beberapa ekspedisi pengiriman barang diantaranya Pos Indonesia dan JNE tetap beroperasi.

Mercedes Benz Siapkan Van Listrik EQT Concept

Mercedes-Benz memperkenalkan van listrik untuk keluarga meskipun masih dalam bentuk konsep.

Kapan Waktu Terbaik untuk Minum Susu, Sebelum atau Sesudah Makan?

Adakah waktu yang tepat untuk minum susu agar penyerapan nutrisinya maksimal?

Geger Warga India Positif Covid-19, Kantor Imigrasi Pastikan Tidak Ada Penambahan WNA di Soloraya

137 Orang WNA India berada di kawasan Soloraya, rata-rata mereka bekerja sebagai ahli di bidang tertentu misalnya garmen.

Polres Bantul Masih Kesulitan Melacak Keberadaan R Terkait Kasus Satai Beracun

Polres Bantul belum mampu mengungkap keberadaan R terkait kasus satai beracun. Polisi kesulitan melacak karena handphone R mati.

Hamil di Luar Nikah, Pelajar SMK Magelang Gugurkan Janin 8 Bulan

Pelajar SMK nekat melakukan aborsi pada janin 8 bulan yang ia kandung. Warga menemukan janin yang ia kubur dan melaporkannya ke polisi.

Daging Busuk Kedapatan Dijual di Pasar Tradisional Magelang

Tim Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang, menemukan daging busuk dijual di pasar saat sidak pasar daging di beberapa pasar tradisional.