Tutup Iklan

KPK Bantah Putuskan Irjen Firli Tak Langgar Kode Etik

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah pernyataan calon pimpinan KPK Irjen Pol Firli Bahuri terkait klaim bahwa pimpinan KPK telah memutuskan tak ada pelanggaran kode etik terhadapnya. Klaim itu disampaikan Firli dalam uji publik di depan Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) KPK.

Firli ketika menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK bertemu dengan mantan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi (Tuan Guru Bajang). Padahal, ketika itu KPK tengah menyelidiki suatu perkara yang diduga melibatkan TGB.

Adapun Firli dalam tes wawancara dan uji publik Capim KPK di Setneg siang tadi mengklaim tak ada pelanggaran etik seiring keputusan dari lima pimpinan KPK saat diminta mengklarifikasi pertemuan dengan TGB tersebut.

“Setelah saya cek ke pimpinan KPK, kami pastikan informasi tersebut tidak benar,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah menanggapi pernyataan Firli, Selasa (27/8/2019).

Febri mengaku pimpinan KPK tidak pernah menyatakan apalagi memutuskan bahwa tidak ada pelanggaran etik terhadap Irjen Firli. Dia lantas membeberkan hasil pemeriksaan di Direktorat Pengawasan Internal (PI) terhadap Firli.

Menurut Febri, Firli diperiksa oleh tim pemeriksa pada awal Desember 2018 lalu dan hasil pemeriksaan telah selesai pada 31 Desember 2018. Tim pemeriksa bahkan telah memeriksa 27 orang saksi dan 2 orang ahli dan juga menganalisis bukti-bukti elektronik yang didapatkan.

“Fokus tim bukan hanya pada satu pertemuan saja, tetapi sekitar tiga atau atau pertemuan [dengan pihak lain],” ujar Febri.

Hasil pemeriksaan tersebut kemudian diserahkan Deputi pada pimpinan KPK pada 23 Januari 2019 dan kemudian menugaskan Dewan Pertimbangan Pegawai (DPP) untuk membahas lebih lanjut. 

Febri mengatakan proses tersebut sebetulnya telah masuk di DPP dan kemudian DPP mendengar paparan dari Direktorat Pengawasan Internal. Hanya saja, tak bisa dilanjutkan. “Proses ini tidak bisa selesai karena yang bersangkutan tidak menjadi pegawai KPK lagi,” kata Febri.

Kendati demikian, lanjut dia, pimpinan KPK tetap melakukan komunikasi dengan Polri terkait dengan proses penarikan Firili dan tidak diperpanjangnya masa tugasnya di KPK. “KPK tidak dapat membuka informasi lebih rinci, namun kami sudah memberikan informasi yang cukup pada pihak Panitia Seleksi [Capim KPK],” kata Febri.

Di sisi lain, KPK masih menunggu jawaban dari pihak Pansel bila ingin melihat bukti secara lebih rinci terkait dengan temuan-temuan KPK terhadap rekam jejak para calon tersebut, yang berdasarkan sesuai permintaan Pansel KPK. 

“Dengan tingginya harapan publik terhadap hasil seleksi ini, KPK berharap proses seleksi ini dilakukan secara fair dan tetap menggunakan Integritas sebagai alat ukur utama,” kata Febri. 

Sebelumnya, Firli menjawab pertanyaan Pansel soal pertemuan dengan mantan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) yang sempat disoal sejumlah pihak karena diduga melanggar kode etik. Di sisi lain, KPK saat itu tengah menyelidiki kasus yang berkaitan dengan TGB.

Tanpa menyebutkan tahun, pertemuan itu terjadi pada 13 Mei dan secara tidak sengaja. Disaat dirinya tengah bermain tenis muncul TGB yang dihubungi Danrem 162/Wira Bhakti saat itu Kolonel Inf Farid Ma’ruf.

“Saya tidak mengadakan hubungan dan pertemuan. Saya bertemu iya, mengadakan pertemuan tidak,” ujarnya.

Bahkan, setelah itu atau pada 19 Maret 2019 dirinya diminta pimpinan untuk mengklarifikasi terkait hal tersebut. Hasilnya, kata Firli, tidak ada hal yang dilanggar seperti pada Pasal 36 UU KPK.

Adapun Pasal 36 (a) UU KPK yang dimaksud adalah melarang pemimpin KPK mengadakan hubungan langsung ataupun tidak langsung dengan tersangka atau pihak lain yang ada hubungan dengan perkara tindak pidana korupsi yang ditangani KPK dengan alasan apapun.

“Unsurnya tidak ada. Saya tidak berhubungan dengan TGB. Yang menghubungi Danrem. Kesimpulan akhir, tidak ada pelanggaran,” kata Firli.

Berita Terkait

Berita Terkini

Anggota DPR: Kurang Anggaran Bikin Digitalisasi Buku Solo Tak Maksimal

Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng menyebut digitalisasi buku di perpustakaan Solo tidak maksimal karena kurang anggaran.

Bharada Korban KKB Dimakamkan di Aceh

Bhayangkara Dua (Bharada) Muhammad Kurniadi gugur dalam baku tembak dengan KKB di Kiwirok.

Duh, 150 Hakim di Jatim Diadukan karena Melanggar Kode Etik

Sedikitnya 150 hakim di Jawa Timur diadukan ke Komisi Yudisial karena melanggar kode etik.

Epidemiolog Kaget Kasus Corona RI Bisa Turun Cepat

Pandu sendiri mengaku kaget dengan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia bisa turun dengan cepat.

Buronan 12 Tahun Terdeteksi Gara-Gara Menggugat Cerai Istri

Sang buronan terdeteksi setelah namanya muncul di Pengadilan Agama Subang, Jawa Barat sebagai penggugat cerai istrinya.

BST Kemensos Disetop? Kadinsos Wonogiri: Tunggu Surat Resmi Saja!

Dinas Sosial Wonogiri masih menunggu surat keputusan resmi dari Kemensos terkait informasi mengenai penghentian BST dampak pandemi Covid-19.

320 Petani Milenial Klaten Diusulkan Ikut Pelatihan di Kementan

Pemkab Klaten mengusulkan ratusan petani milenial yang umurnya di bawah 40 tahun ikut pelatihan dari Kementerian Pertanian.

Apa Kabar Rencana Gedung RSUD Sukoharjo di Bekas Terminal Kartasura?

Saat pemerintahan Bupati Wardoyo Wijaya, lahan bekas Terminal Kartasura diproyeksikan untuk gedung unit II RSUD Ir Soekarno Sukoharjo.

Kapolda Jateng Janji Beri Pekerjaan Pensiunan Polisi Silver Semarang

Janji itu dilontarkan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ahmad Luthfi setelah video pensiunan polisi silver itu marak di media sosial.

Tak Sanggup, Pengelola Serahkan Rusunawa Begalon I ke Wali Kota Solo

Pengelola Rusunawa Begalon I Solo menyerahkan pengelolaan rusunawa tersebut ke Wali Kota Solo karena sudah tidak sanggup.

Miris! Manusia Silver Semarang Ternyata Pensiunan Polisi

Kasus manusia silver di Semarang tak kalah mengundang keprihatinan.

Dari Kamar Mungil, Gadis Boyolali Mendulang Rejeki

Gadis di Boyolali mendulang rejeki dari dalam kamar yang mungil melalui kreativitasnya menempel barang bekas.

Piala Sudirman 2021: Indonesia Bekuk Rusia, Unggul 3-0 Berkat Minions

Tim Indonesia memastikan memetik kemenangan di laga perdana Piala Sudirman 2021. Hal itu setelah Tim Indonesia mampu unggul 3-0 atas Tim Rusia.

Populasi Kucing Jalanan Soloraya Naik saat Pandemi Corona, Mau Adopsi?

Pegiat komunitas pencinta kucing, Rudimeong, mengajak masyarakat untuk mengadopsi kucing jalanan ketimbang membeli.

Tim Kriket Putra Bali Raih Emas Pertama PON XX Papua

Kalahkan tim kriket putra Papua dengan skor 76-63.

Eksploitasi Anak, Dulu Bocah Silver kini Bayi Silver

Kasus eksploitasi anak dengan dijadikan objek mengamen tidak hanya terjadi saat ini.