Tutup Iklan

KPI Akhirnya Buka Suara Soal Sensor Film Kartun Hingga Penampilan Lucinta Luna di TV

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, SOLO – Penampilan kaum LGBT di televisi Indonesia masih menjadi perdebatan. Belakangan ini isu tersebut kembali mencuat akibat kemunculan artis sensasional, Lucinta Luna. Sejumlah orang mempertanyakan alasan KPI tidak memberikan teguran kepada Lucinta Luna yang merupakan seorang transgender tampil di TV.

Rupanya, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) punya alasan tersendiri tidak menegur Lucinta Luna yang sempat tampil di beberapa program talkshow. Ketua KPI, Yuliandre Darwis, dalam vlog Deddy Corbuzier yang ditilik Solopos.com, Rabu (28/8/2019), menjelaskan, KPI sangat perhatian dengan kaum LGBT.

Tetapi, KPI tidak akan memberikan teguran kepada seorang transgender tanpa alasan. Teguran tersebut dilayangkan jika program TV hanya mengekspos soal transgender.

KPI konsen pada LGBT, yang tidak boleh diceritakan soal transgendernya. Misalnya di jam prime time ada lelaki berperan sebagai wanita, itu masih kami beri ruang. Sebab dia hanya berakting. Tapi, kalau pelakon itu seorang role model, maka akan menjadi catatan khusus bagi KPI,” terang Yuliandre Darwis.

Yuliandre Darwis menegaskan pekerja di dunia hiburan harus bisa membedakan antara peran dan tidak. Menurutnya, tayangan soal LGBT di Indonesia saat ini lebih baik ketimbang 5-6 tahun lalu. “Pokoknya harus dibedakan mana perannya sebagai pekerja seni,” tegas Yuliandre Darwis.

Pria berusia 39 tahun itu menegaskan KPI tidak asal menjatuhkan sanksi dan menyensor suatu tayangan. Saksi dan sensor yang dilakukan KPI dilakukan berdasarkan berbagai faktor. Seperti penyensoran beberapa adegan kekerasan di film kartun yang sering dianggap tak masuk akal oleh masyarakat.

Kita melihat perilaku. Misalnya sensor di adegan pemukulan film kartun. Anak kan enggak ada yang kayak gitu. Tapi, kita tidak bisa menjustifikasi secara keseluruhan,” sambung Yuliandre Darwis.

KPI selalu menjalankan undang-undang penyiaran dengan baik dalam menjalankan tugas. Namun, Yuliandre Darwis mengatakan, jika semua pasal dalam UU itu dituruti, maka tidak akan ada tayangan apapun di televisi.

Kalau misa semua UU dituruti, mati tuh layar TV. KPI hanya bisa melihat sesuatu dengan frekuensi. KPI ini berhadapan dengan owner dan direksi,” tutup Yuliandre Darwis.


Berita Terkait

Espos Plus

Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

+ PLUS Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

Kebanyakan warga salah kaprah dengan menganggap patung penunggang kuda di simpang empat Karanggede Boyolali adalah Pangeran Diponegoro, padahal sosok penunggang kuda itu adalah Raden Tumenggung Prawirodigdoyo.

Berita Terkini

Jadwal Bioskop XXI Hari Ini (4/12/2021): Siap-siap Bakal Ada Film Seru!

Berikut ini jadwal bioskop XXI hari ini, Sabtu, 4 Desember 2021 di Kota Solo dan beberapa kota lainnya. Banyak film seru dan baru hlo!

Segini Harga Tanah di Solo Baru, Tak Ada Apa-apanya dengan Colomadu

Ternyata segini hlo harga tanah di Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah. Enggak ada apa-apanya dengan Colomadu, Karanganyar!

Intip Berbagai Aturan Karantina di Sejumlah Negara

Berikut berbagai aturan karantina di sejumlah negara yang perlu Anda ketahui.

+ PLUS Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

Kebanyakan warga salah kaprah dengan menganggap patung penunggang kuda di simpang empat Karanggede Boyolali adalah Pangeran Diponegoro, padahal sosok penunggang kuda itu adalah Raden Tumenggung Prawirodigdoyo.

Doa Mohon Ampun dari Dosa Besar, Lengkap Ada Latin dan Artinya

Berikut ini terdapat doa memohon ampunan dari dosa besar dan kesalahan lainnya menurut ajaran Islam yang dilengkapi latin dan artinya.

Lirik Lagu Salah - Happy Asmara

Berikut ini lirik lagu Sabar dari Happy Asmara, yang telah tayang pada Kamis, 25 November 2021 di Youtube.

Polres Kudus Gerebek Tempat Produksi Minuman Keras Jenis Arak

Jajaran Polres Kudus menggerebek tempat produksi minuman keras atau miras di sebuah gudang, di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Sejarah Hari Ini : 4 Desember 1829, Inggris Larang Ritual Sati di India

Berbagai peristiwa penting terjadi pada 4 November salah satunya pelarangan ritual Sati seperti terangkum dalam Sejarah Hari Ini.

Resmi, Polri Larang Kerumunan Natal dan Tahun Baru 2022

Jika dalam penerapan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021 ada temuan pelanggaran maka petugas akan melakukan pembinaan hukum.

Partai Gerindra Bukan Partai Kos-Kosan, Maksudnya?

Muzani mengatakan, Jawa Barat telah menjadi "kandang" Prabowo dan Gerindra sejak Pemilu 2014-2019.

Tanpa Keramaian, Begini Perayaan Sweet Seventeen Solo Grand Mall

Manajemen Solo Grand Mall merayakan hari ulang tahun ke-17 atau sweet seventeen, Jumat (3/12/2021), secara sederhana dan tanpa keramaian.

Dinas Kebudayaan DIY Salurkan Gamelan ke Pesantren, Jadi Media Dakwah

Dinas Kebudayaan DIY menyalurkan seperangkat gamelan kuningan pelog dan slendro kepada sejumlah pesantren.