KPA Sukoharjo Temukan 71 ODHA, Terbanyak Dari 3 Kecamatan Ini
Seorang anggota Komisi Peduli AIDS (KPA) Sukoharjo membagikan masker kepada pengendara sepeda motor di Simpang Lima atau Proliman Sukoharjo, Selasa (1/12/2020). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Komisi Penanggulangan AIDS atau KPA Sukoharjo menemukan 71 orang dengan HIV/AIDS atau ODHA dalam kurun waktu Januari-Oktober 2020.

Jumlah terbanyak ODAH ditemukan pada wilayah perbatasan dengan Kota Solo seperti Kartasura, Grogol, dan Mojolaban.

Sementara itu, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sukoharjo, Yayasan Sahabat Sehat Mitra Sebaya (Yasema) Sukoharjo, dan sukarelawan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sukoharjo menggelar aksi bagi-bagi masker dan pamflet.

PDIP Targetkan Cawali Solo Gibran Menang Dengan Persentase Tertinggi Se-Jateng

Kegiatan itu berlangsung di Simpang Lima atau Proliman Sukoharjo, Selasa (1/12/2020). Aksi simpatik itu untuk memperingati Hari AIDS sedunia di tengah pandemi Covid-19.

Pengelola Program Monitoring dan Evaluasi KPA Sukoharjo, Erna Kusrini, mengatakan para ODHA baru itu ditemukan saat melakukan voluntary counselling test (VCT) pada rumah sakit atau puskesmas. Mayoritas ODHA pernah melakukan hubungan seksual berisiko dengan bergonta-ganti pasangan.

“Ada lonjakan jumlah pengidap baru HIV/AIDS pada Oktober sebanyak 15 orang. Mereka kami temukan saat VCT pada puskesmas atau rumah sakit,” katanya, Senin.

Jelang PTM Sekolah, Satgas Covid-19 Sukoharjo Petakan Kondisi Kesehatan Seluruh Pendidik

Tren ODHA Sukoharjo selama beberapa bulan ini dominan pada kaum lelaki suka lelaki (LSL) atau kaum gay. Cakupan penjangkauan program penanggulangan HIV/AIDS pada populasi kaum gay masih minim.

Hal ini lantaran kaum gay bersifat eksklusif. Komunitas ini tidak mau terindentifikasi kalangan masyarakat. Karena itu, perlu inovasi program untuk mendekatkan kaum gay pada layanan pencegahan HIV/AIDS.

Calon Pengantin

Pada sisi lain, KPA mengimbau pasangan calon pengantin secara sukarela menjalani VCT untuk mengetahui status kesehatan mereka.

Kabar Baik! 158.000 Pelaku UMKM Sukoharjo Lolos Seleksi Calon Penerima Bantuan Modal Tahap II

Hal ini sudah berlaku pada sejumlah puskesmas terhadap pasangan calon pengantin yang hendak melakukan pernikahan. “Kami terus melakukan VCT guna menemukan ODHA di Sukoharjo selama masa pandemi Covid-19. Tak ada masalah untuk VCT ke puskesmas dan rumah sakit,” ujarnya.

Berdasarkan data KPA Sukoharjo, jumlah total orang dengan HIV/AIDS sebanyak 664 orang. Perinciannya, jumlah pengidap HIV sebanyak 336 orang dan AIDS sebanyak 328 orang.

Sementara jumlah pengidap virus HIV/AIDS yang meninggal dunia lebih dari 138 orang. Koordinator Yayasan Sahabat Sehat Mitra Sebaya (Yasema) Sukoharjo, Garis Subandi, menyatakan para ODHA baru berasal dari berbagai macam pekerjaan seperti karyawan, wiraswasta, dan mahasiswa.

Total 11 Pedagang Positif Covid-19, Pemkot Solo Akhirnya Tutup Sementara Operasional Pasar Gede

Sebagian besar penderita baru HIV/AIDS merupakan warga Sukoharjo. Sebagian lainnya warga luar Sukoharjo seperti Kabupaten Karanganyar.

Yasema memberikan pendampingan kepada para penderita HIV/AIDS termasuk saat mereka melamar pekerjaan. Mereka tetap bisa produktif apabila meminum obat setiap hari.

“Orang dengan HIV/AIDS menjalani pengobatan antiretroviral [AVR] guna menekan jumlah virus dalam tubuh. Terapi AVR dilayani RSUD Ir Soekarno dan Puskesmas Nguter, Kartasura, dan Grogol. Mereka tak kesulitan saat mencari obat AVR,” katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom