Kota Solo Zona Merah, ASN Dilarang Mudik
Ilustrasi pegawai negeri sipil (PNS). (JIBI/Harian Jogja/Antara)

Solopos.com, SOLO — Di tengah pandemi Covid-19, seluruh aparatur sipil negara atau ASN Pemerintah Kota Solo dilarang mudik pada momen Lebaran tahun ini.

Larangan tersebut diberlakukan mengingat Kota Bengawan sudah mendapatkan predikat sebagai zona merah persebaran virus Corona. Mereka pasti diadang dan dilarang kembali ke kampung halamannya.

Korban Pembunuhan di Banyuanyar Solo Ditelanjangi, Pelaku: Biar Terlihat Sedang Mesum

“Kalau mau mudik, ya percuma. Semua pemudik dari zona merah pasti diadang,” ucap Sekretaris Daerah (Sekda) yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani, dalam jumpa pers di Ruang Natapraja, Kompleks Balai Kota Solo, Rabu (15/4/2020).

Ia menyebut apabila ASN itu nekat mudik, maka mereka dipastikan harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari. Momen lebaran pun akan habis digunakan hanya untuk isolasi di lokasi tujuan mudik. Ahyani yakin, seluruh ASN menyadari hal itu dan mengurungkan niatnya untuk mudik.

Derita Pekerja Seni Karanganyar Terdampak Covid-19, Terpaksa Jadi Pekerja Serabutan

Kendati begitu, ia menyebut bepergian untuk kepentingan mendesak masih memungkinkan. “Kami segera menyiapkan surat edaran terkait larangan mudik tersebut. Ini sesuai dengan arahan pemerintah pusat, ASN dilarang mudik, karena cutinya sudah diatur di akhir tahun,” ungkap dia.

Data Kumulatif

Di sisi lain, data kumulatif hingga Rabu, menunjukkan tren penambahan orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). Jumlah PDP naik menjadi 70 orang, di mana 21 di antaranya menjalani rawat inap, 37 orang sembuh dan 12 orang meninggal dunia. ODP berjumlah 392 orang, 113 orang masih dalam pemantauan, dan sisanya 279 orang selesai pemantauan.

Wonogiri Dapat Tambahan 260 Alat Rapid Test Covid-19, Prioritas Tetap Tenaga Medis

Sementara bantuan kepada Pemkot masih terus mengalir. Rabu siang, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo menerima donasi dari Roemah Tiga, wadah alumni SMAN 3 Solo. Mereka menyerahkan 320 lembar masker N95, 300 pakaian hazmat, 300 faceshield, dan 8 alat intubasi.

Bantuan langsung diserahkan kepada RS dr. Oen Solo dan Solo Baru, RS Brayat Minulya, RS UNS, RSUD Ngipang, RSI Kustati, RS Hermina, serta RS Panti Waluya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho