Kota Solo Deflasi 0,20%, Baru Kali Ini Lebaran Tak Signifikan Kerek Harga
Ilustrasi daging ayam. (Solopos-Sunaryo Haryo Bayu)

Solopos.com, SOLO -- Kota Solo mengalami deflasi sebesar 0,20% pada Mei 2020. Baru kali ini, harga-harga kebutuhan tidak terkerek pada momentum Ramadan dan Lebaran.

Deflasi di Solo disebabkan penurunan harga-harga yang ditunjukkan oleh turunnya angka indeks harga konsumen (IHK). Sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang deflasi Solo adalah bawang putih, telur ayam ras, minyak goreng, dan cabai merah.

Di sisi lain, harga daging ayam ras masih tinggi sehingga menjadi penyumbang inflasi terbesar pada Mei lalu. Meski, kenaikan harga tersebut tidak cukup mengimbangi turunnya harga komoditas lainnya.

Gara-Gara Pandemi Covid-19, 12 Hotel Berbintang di Solo Sempat Ditutup

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Solo, Totok Tavirijanto, mengatakan Kota Solo mengalami deflasi pada Mei 2020. Hal serupa juga terjadi pada April 2020 lalu yang mengalami deflasi 0,03%.

Menurutnya, deflasi disebabkan penurunan harga-harga yang ditunjukkan ole turunnya angka IHK. Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga paling tinggi adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang turun 1,11%.

Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga turun 0,03 %.

Simak Rekomendasi Saham yang Bisa Dikoleksi Hari Ini, Ada BCA sampai Unilever

“Beberapa komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan deflasi, antara lain bawang putih dengan andil sebesar 0,13%, telur ayam ras dengan andil 0,10%, cabai rawit dengan andil 0,04%, minyak goreng andil 0,03%, dan cabai merah sebesar 0,02%,” kata dia kepada wartawan, Selasa (2/6/2020).

Totok menjelaskan sebaliknya kelompok yang mengalami kenaikan indeks harga, yakni kelompok pakaian dan alas kaki naik 0,18% dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 0,09%.

Selain itu, kelompok kesehatan naik 0,27%; kelompok transportasi naik 0,24%; kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan naik 0,02%; kelompok rekreasi, olah raga dan budaya naik 0,12%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik 0,16%.

Semarang Belum New Normal, Disbudpar Sudah Pandu Cara Berwisata

Sedangkan kelompok pendidikan dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran tidak mengalami perubahan indeks harga.

Sementara, komoditas penyumbang inflasi Solo adalah daging ayam ras (andil inflasi 0,07%), angkutan udara (andil inflasi 0,03%), air kemasan (andil inflasi 0,02%), bawang merah (andil inflasi 0,01%), dan kacang panjang (andil inflasi 0,01%).

Selalu Inflasi saat Lebaran

Berdasarkan catatan BPS Solo, selama dua tahun terakhir Solo selalu mengalami inflasi setiap momentum Ramadan dan Lebaran. Pada 2018, ketika Lebaran jatuh pada pertengahan Juni 2018, Solo juga mengalami inflasi.

Ekspor & Impor Jateng Sama-Sama Susut

Pada Mei 2018 Solo mengalami inflasi 0,04%, sedangkan pada Juni 2018 Solo inflasi 0,85%. Komoditas pangan, harga pakaian jadi, dan tarif angkutan menjadi penymbang inflasi saat itu.

Kondisi yang sama terjadi pada 2019, saat Lebaran jatuh pada awal Juni 2019. Inflasi pada Mei 2019 tercatat 0,28%, sedangkan pada Juni 2019 Solo mengalami inflasi 0,45%.

Bukan Satai atau Bakso, Ini Jajanan di Pasar Gemolong Sragen yang Paling Dikangeni Pemudik


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho