Tutup Iklan

Korupsi Rp406 Juta, Mantan Kades Jotangan Klaten Baru Mencicil Rp5 Juta

Kasus dugaan penyelewengan dana APB Desa Jotangan, Kecamatan Bayat 2017 dengan tersangka mantan Kades Jotangan, Klaten, Sriyono, segera memasuki tahap persidangan. Tersangka juga mulai mencicil pengembalian uang negara yang diduga diselewengkan.

Korupsi Rp406 Juta, Mantan Kades Jotangan Klaten Baru Mencicil Rp5 Juta

SOLOPOS.COM - Mantan Kades Jotangan Klaten, Sriyono, berjalan ke luar kantor Kejaksaaan Negeri Klaten, beberapa waktu lalu. (dok)

Solopos.com, KLATEN – Kasus dugaan penyelewengan dana APB Desa Jotangan, Kecamatan Bayat 2017 dengan tersangka mantan Kepala Desa (Kades) Jotangan, Klaten, Sriyono, segera memasuki tahap persidangan. Tersangka juga mulai mencicil pengembalian uang negara yang diduga diselewengkan.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten, Bondan Subrata, mengatakan sudah ada penyerahan berkas perkara dengan tersangka Sriyono beserta barang bukti dari penyidik di Kejari Klaten ke jaksa penuntut umum. Dari penyerahan tersebut, tim jaksa masih membuat dakwaan yang segera diajukan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang.

“Sebelum 20 hari kedepan, tersangka sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor untuk memasuki tahap persidangan,” kata Bondan saat berbincang dengan Solopos.com, Sabtu (26/1/2019).

Bondan menjelaskan selain penindakan hukum, Kejari juga mengupayakan pengembalian kerugian negara dari dana yang diduga diselewengkan tersangka. Sudah ada iktikad dari Sriyono untuk mencicil pengembalian kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp406 juta. “Dia sudah mencicil uang pengembalian namun masih sebatas Rp5 juta,” jelasnya.

Sriyono ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Klaten dengan status tahanan titipan Kejari Klaten sejak Oktober 2018. Pertimbangan penahanan lantaran Sriyono mangkir dipanggil Kejari mulai dari penyelidikan hingga statusnya ditetapkan sebagai tersangka.

Sriyono ditetapkan tersangka lantaran diduga menyelewengkan dana desa dan alokasi dana desa (ADD) dari APB Desa Jotangan 2017. Total kerugian negara akibat penyelewengan tersebut ditaksir mencapai Rp406 juta. Di sisi lain, Sriyono menghilang dan tak pernah ngantor sejak Mei 2018. Hingga pada 25 Oktober 2018, Sriyono mendatangi kantor Kejari Klaten didampingi pengacaranya untuk menjalani pemeriksaan dilanjutkan penahanan. Sriyono juga diberhentikan sementara dari jabatannya sebagai kades sejak September 2018. Posisi kades diampu penjabat (Pj) Kades Jotangan hingga saat ini.

Kuasa Hukum Sriyono, Gino, mengatakan tak ada persiapan khusus dari kliennya menghadapi sidang di Pengadilan Tipikor. Soal alasan Sriyono yang sempat menghilang, Gino menjelaskan lantaran ingin menenangkan diri. “Karena pusing. Niatnya pinjam dengan harapan bisa dikembalikan,” kata Gino.

Berita Terkait

Berita Terkini

Indonesia Desak Gerakan Non Blok Dukung Kemerdekaan Palestina

Indonesia melalui Menlu Retno Marsudi dalam Pertemuan Luar Biasa Komite Gerakan Non Blok atau GNB meminta dukungan kemerdekaan Palestina.

Tenda Darurat di RSUD Tugurejo Diisi Pasien Berpenyakit Penyerta

RSUD Tugurejo Semarang terpaksa mendirikan tenda darurat untuk merawat pasien Covid-19 yang membeludak sehingga tak tertampung.

Sering Bersin Ciri Penerima Vaksin Kena Covid-19

Seseorang yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 masih harus tetap menghindari virus corona pemicu Covid-19.

Solo Bersiap Terapkan Jam Malam

Meningkatnya penularan virus corona di wilayah eks Karesidenan Surakarta membuat Pemkot Solo berencana menerapkan jam malam Covid-19.

Dompet Cekak, Mungkinkah Jakarta Disuntik Dana Sri Mulyani?

Dompet Jakarta terlampau cekak untuk menggerakkan iklim membangun sehingga harus mengharap disuntik dana dari Menkeu Sri Mulyani.

Korsel Gencarkan Vaksinasi, Jumlah Pasien Kritis Covid-19 Menurun

Korea Selatan atau Korsel menyatakan efek vaksinasi virus corona pencegah Covid-19 mulai terlihat pada penurunan jumlah pasien kritis.

Kendaraan Listrik Diramalkan Capai Puncak Penjualan 2033

Kendaraan listrik global diramalkan mencapai puncak penjualan tahun 2033 yang berarti lima tahun lebih awal daripada perkiraan sebelumnya.

Malaysia Targetkan Vaksinasi 60% Penduduk

Pemerintah Malaysia menargetkan dapat melakukan vaksinasi terhadap 60% penduduk dengan deadline akhir September 2021.

Panen Hadiah Simpedes BRI Klaten Diundi, Ini Nasabah Yang Beruntung Dapat Honda Mobilio

Bank BRI Cabang Klaten menggelar penarikan undian panen hadiah Simpedes periode II dengan hadiah utama satu unit mobil Honda Mobilio.

Kronologi Munculnya Klaster Takziah Covid-19 di Kabupaten Pasuruan

Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan menemukan klaster takziah di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Ada 21 orang positif terpapar Covid-19.

Begini Perketatan Aktivitas Masyarakat Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melakukan perketatan aktivitas masyarakat selama masa PPKM Skala Mikro.