Ilustrasi Korupsi (Dok/JIBI)
Iustrasi korupsi
Ilustrasi Korupsi (Dok/JIBI)

Korupsi proyek peningkatan jalan di Pekalongan memasuki tahap baru. Polres Pekalongan menetapkan seorang rekanan sebagai tersangka 

 

Solopos.com, PEKALONGAN- Kepolisian Resor Pekalongan, Jawa Tengah, resmi menetapkan seorang rekanan berinisial "R" sebagai tersangka dugaan kasus korupsi proyek peningkatan konstruksi jalan atau jalan beton (rigid) tahun anggaran 2012.

Kepala Polres Pekalongan, AKBP Indra Krismayadi di Pekalongan, Kamis (22/1/2015), mengatakan dugaan kasus korupsi proyek rigid yang menelan anggaran Rp14 miliar itu, antara lain ada empat paket yang diindikasikan tak memenuhi spek yang masing-masing paket sekitar senilai Rp850 juta.

"Untuk paket yang tidak sesuai spek itu adalah ruas jalan Pait-Sragi sepanjang 300 meter senilai Rp896 juta," katanya seperti dikutip Antara.

Ia yang didampingi Kepala Unit Tipikor Polres Pekalongan, Ipda Bambang Tulunggono mengatakan berdasar hasil penyelidikan bekerjasama dengan Universitas Negeri Semarang dan BPKP diketahui kerugian ditaksir mencapai Rp83 juta.

"Saat ini, kami terus melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan pengumpulan barang bukti. Kami sudah meningkat kasus ini ke lidik dan rekanan CV Karya Perkasa berinisial "R" menjadi tersangka," katanya.

Ia mengatakan polres sudah memiliki alat cukup bukti dan keterangan dari sejumlah saksi terkait kasus korupsi rigid.

"Akan tetapi, untuk lebih menguatkan sambil menunggu hasil kerugian dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akan digelar ekspos di mapolres untuk mendapatkan masukan," katanya.

Menurut dia, setelah ekspos, polres baru akan meningkatkan status kasus korupsi itu menjadi sidik.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten