Korupsi PNBP di Samsat Blora, Pasutri Polisi Ditahan Kejaksaan

Pasangan suami istri atau pasutri yang berprofesi sebagai polisi di Samsat Blora ditahan Kejaksaan Negeri Blora karena diduga korupsi dana PNBP untuk investasi online, PayPal.

 Ilustrasi aparat kepolisian. (JIBI/Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi aparat kepolisian. (JIBI/Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)

Solopos.com, BLORA — Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora telah menahan pasangan suami istri polisi, Bripka EFJ dan Briptu EM, yang bertugas di Polres Blora akibat diduga melakukan korupsi dana penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp3 miliar.

Kasi Intel Kejari Blora, Jatmiko, mengatakan dana dari Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap atau Samsat Blora yang diselewengkan pasutri polisi itu digunakan untuk investasi online Dana dari Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Blora diselewengkan untuk investasi online PayPal. Kedua polisi itu pun saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan selama 20 hari ke depan.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

“Kami akan segera limpahkan ke Pengadilan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi] Semarang untuk disidangkan. Keduanya telah dibawa ke Rutan Blora untuk menjalani penahanan,” kata Jatmiko, Kamis (12/5/2022).

Terbongkarnya kasus penyelewengan atau korupsi yang dilakukan dua aparat polisi Polres Blora ini berawal dari setoran uang yang masuk dari PNBP harusnya berjumlah Rp17 miliar, namun hanya Rp14 miliar. Ternyata, kekurangan setoran itu justru digunakan pasutri yang berprofesi sebagai polisi di Samsat Blora itu untuk investasi PayPal selama Juli hingga Desember 2021 agar bisa mendapatkan keuntungan lebih besar.

“Jadi pada laporan akhir serah terima itu ada temuan selisih sekitar Rp3 miliar. Di situlah ada uang yang tidak disetorkan,” beber dia.

Baca juga: Ikut Investasi Online, Pasturi Polisi di Blora Korupsi PNBP Rp3 Miliar

Lebih lanjut, dari tangan tersangka petugas menyita sejumlah barang bukti seperti kendaraan bermotor, ponsel, buku rekening bank, dan sejumlah dokumen penting. Atas perbuatannya itu, dua polisi dijerat dengan Pasal 2 subsider Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi.

“Mereka terancam hukuman pidana minimal empat tahun penjara,” ujar Jatmiko.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iqbal Alqudusy, mengatakan secara tegas intruksi Kapolda Jateng selalu berkomitmen untuk tidak menutup-nutupi dan akan menindak tegas anggota yang melakukan pelanggaran. Terlebih pelanggaran yang merugikan masyarakat serta keuangan negara.

Baca juga: Paypal Enggan Dukung Uang Kripto Facebook Libra

“Kami menghormati proses hukum yang berlaku terhadap kedua tersangka pelaku tindak pidana korupsi tersebut. Hal itu dibuktikan dengan penyidikan perkara dugaan korupsi tersebut yang telah ditangani Polres Blora hingga selesai [P21]. Saat ini kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri setempat,” jelas Iqbal.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Simak! Ini Wilayah Semarang yang Alami Pemadaman Listrik Hari Ini

      Sejumlah wilayah di Kota Semarang bagian barat akan mengalami pemadaman listrik pada hari ini, Kamis (11/8/2022).

      Air PDAM Kota Salatiga Kerap Macet, Ini Penyebabnya

      PDAM Kota Salatiga memberikan respons terkait keluhan masyarakat akan aliran air dari perusahaannya yang bermasalah.

      Gayeng, Lomba Agustusan BPBD Grobogan Bareng Penyandang Disabilitas

      Lomba yang digelar sebagai wujud dukungan BPBD Grobogan sekaligus menggandeng para penyandang disabilitas adalah voli duduk.

      Janjikan Menikah, Pemuda Grobogan Setubuhi Anak di Bawah Umur

      Seorang pemuda di Grobogan tega melakukan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak perempuan di bawah umur.

      DPRD Grobogan Setujui KUA PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022

      KUA PPAS Perubahan APBD 2022 yang telah dibahas dalam rapat kerja Banggar perlu dimintakan persetujuan anggota DPRD Grobogan.

      Asyik! Rusunawa KIT Batang Selesai Dibangun, Bisa Tampung 2.570 Orang

      Dirut PT KIT Batang, Galih Saksono, menyebutkan pembangunan fisik rumah susun sederhana sewa atau rusunawa di KIT Batang telah selesai 100 persen.

      Tabung Elpiji Bocor, Warung Makan di Kudus Kebakaran, 2 Orang Luka-Luka

      Kebakaran melanda sebuah rumah sekaligus warung makan di Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, akibat kebocoran pada tabung gas elpiji.

      Mengenal Tradisi Minum Teh Poci di Tegal

      Tradisi minum teh dengan poci berbahan tanah liat yang dicampur dengan gula batu, atau teh poci, sudah sangat kental di kalangan masyarakat Tegal.

      Jalur Kereta Api Pertama Indonesia Ada di Semarang, Melewati 4 Stasiun

      Jalur kereta api di Indonesia kali pertama dibangun pada 1867 silam, dengan rute dari Semarang Tawang hingga Tanggung Grobogan.

      Bentrok 2 Geng di Semarang, Mahasiswa AMNI Kena Bacok

      Polda Jateng merilis pelaku penyerangan disertai pembacokan yang dilakukan anggota geng di Semarang, di mana salah satu korban merupakan mahasiswa AMNI Semarang.

      Heboh! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Teras Rumah Warga Blotongan Salatiga

      Penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki menghebohkan warga Prampelan, Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Rabu (9/8/2022) malam.

      Sedih! Sepanjang 2022, Sudah 2 Anak Pengidap AIDS di Kudus Meninggal

      Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Kudus mencatat sudah ada 2 anak penderita AIDS di wilayahnya yang meninggal dunia sepanjang 2022.

      Mantul! Juara Dunia, Pesilat Putri Kudus Bakal Diberi Hadiah Prabowo

      Juara dunia pencak silat asal Kudus, Safira Dwi Meilani, bakal menerima penghargaan dari Ketua PB IPSI, Prabowo Subianto.

      Pj Wali Kota Salatiga Sebut Tenaga Honorer Dihapus Tidak Realistis

      Pj. Wali Kota Salatiga, Sinoeng N. Rachmadi, menyebut rencana tenaga honorer dihapus tidak realistis dan minta pemerintah pusat meninjau ulang kebijakan tersebut.

      Periksa Kerangka Manusia di Kendal, Polisi Temukan Tato Bertuliskan Ini

      Polisi menemukan bekas tato saat melakukan pemeriksaan kerangka manusia yang ditemukan di Kendal.

      Terkuak! Kerangka Manusia di Kendal Milik Laki-Laki

      Polda Jateng mengumumkan hasil pemeriksaan terhadap kerangka manusia yang ditemukan di pinggir sungai di wilayah Kabupaten Kendal.