Tutup Iklan

KORUPSI MADIUN : KPK Kembalikan 36 Dokumen Pasar Besar Madiun

KORUPSI MADIUN : KPK Kembalikan 36 Dokumen Pasar Besar Madiun

SOLOPOS.COM - Kondisi Pasar Besar Madiun, Selasa (18/10/2016). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)

Korupsi Madiun, KPK mengembalikan 36 dokumen terkait dugaan korupsi pembangunan Pasar Besar Madiun.

Solopos.com, MADIUN -- Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengembalikan 36 dokumen pemeriksaan tentang pembangunan proyek Pasar Besar Madiun yang dibawa saat penggeledahan di ruang kerja Wali Kota Madiun Bambang Irianto.

Bambang Irianto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi pembangunan pasar tersebut pada Senin (17/10/2016). "Ada sekitar 36 dokumen yang dikembalikan. Tadi [Jumat, 28/10/2016] saya ke sana disuruh untuk mengambilnya," ujar Sekretaris Daerah Kota Madiun, Maidi, kepada wartawan di Madiun, Jumat.

Ia sengaja yang mengambil dokumen-dokumen tersebut di Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) karena semuanya merupakan berkas yang ditandatangani Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Madiun.

"Jadi, semua dokumen yang sudah selesai diperiksa disuruh ambil tadi, karena saya yang tanda tangan, ya saya yang ambil," kata dia.

Diperkirakan masih ada sejumlah dokumen lain yang akan dikembalikan, namun waktu pengembaliannya masih menunggu hingga Senin (31/10/2016).

"Dokumen yang dikembalikan itu baru yang dibawa saat menggeledah ruang Pak Wali. Belum termasuk yang disita di Kantor Dinas Pekerjaan Umum," kata dia. Baca juga: KPK Geledah Ruang Kerja Wali Kota Madiun

Ia tidak tahu apakah dengan pengembalian ini merupakan tahap akhir dari pemeriksaan. "Itu bukan kapasitas saya."

Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan di Mako Satuan Brimob Detasemen C Pelopor Jl. Yos Sudarso, Kota Madiun, Jawa Timur. Pada Jumat, ada sekitar enam orang terperiksa yang memenuhi panggilan KPK. Hanya tidak diketahui para saksi tersebut dari pihak mana.

Selama berada di Kota Madiun sejak 17 Oktober hingga 28 Oktober 2016, tim penyidik KPK memeriksa sekitar 40 orang saksi, baik dari pejabat dan mantan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Madiun maupun pihak swasta dari perusahaan milik Bambang Irianto dan manajemen konstruksi.

Jumlah tersebut masih mungkin bertambah mengingat berdasarkan informasi, KPK akan memeriksa saksi hingga awal November. Sejumlah informasi menyebutkan pemeriksaan akan merambat hingga ke mantan anggota DPRD setempat.

Belum diketahui secara pasti kapan Wali Kota Madiun Bambang Irianto sebagai tersangka dalam kasus tersebut akan menjalani pemeriksaan.

Dalam kasus dugaan gratifikasi terkait pembangunan Pasar Besar Madiun tahun anggaran 2009-2012 tersebut, Bambang disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i atau Pasal 12 B atau Pasal 11 UU No. 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Berita Terkait

Berita Terkini

Yamaha XSR 155 Jadi Andalan Sepeda Motor Harian dan Touring

Daya tarik XSR 155 kian melekat di hati konsumen Indonesia yang menjatuhkan pilihannya pada motor sport heritage itu.

Penting, Ini Tips Mendapatkan Review Bagus dari Pembeli di Tokopedia

Review pembeli sangat menentukan performa dan penjualan toko online di e-commerce, termasuk di Tokopedia.

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Samas Bantul, Ini Ciri-Cirinya

Mayat seorang pria paruh baya ditemukan di pinggir Pantai Samas Bantul. Belum diketahui identitas mayat tersebut.

Copa America: Pertahanan Kokoh, Venezuela Tahan Imbang Kolombia 0-0

Kolombia harus berbagi satu poin setelah bermain imbang 0-0 dalam pertandingan Grup B Copa America 2021 di Estadio Olimpico Pedro Ludovico, Goiania.

Proklim, Cara Pemkot Magelang Dukung Jateng Gayeng Telung Ng

Program Jateng Gayeng Telung Ng jadi perhatian Pemkot Magelang dengan gerakan Program Kampung Iklim (Proklim).

Lewat Online Shop Ini Anji Pesan Ganja, Tapi Jangan Coba-Coba Order

Ganja yang digunakan Anji dibeli dari AS melalui sebuah online shop. Ia menggunakan ID orang lain untuk bisa membelinya.

Gunung Merapi Pagi Ini: 2 Kali Luncurkan Awan Panas Guguran dan Lava Pijar sejauh 1,4 Km

Gunung Merapi pagi ini terpantau mengeluarkan dua kali awan panas guguran. Status erapi belum berubah, masih Siaga.

Nama Pati Rupanya Berasal dari Peleburan Tiga Kadipaten

Kisah ini diawali dari pelarian Dewi  Ruyung Wulan, putri dari Adipati Carangsaka yang dinikahkan paksa dengan Menak Jasari, putra dari Kadipaten Paranggaruda.

10 Berita Terpopuler : Saminisme Ajaran Asli Indonesia - Mahasiswi Terjun ke Sungai

Ulasan tentang ajaran saminisme hingga mahasiswi nekat terjun ke sungai dari jembatan masuk daftar 10 berita terpopuler Solopos.com pagi ini.

Ada Pemberlakuan Aturan Baru Aktivitas Publik di Banyumas

Sejumlah langkah tegas disiapkan Pemkab Banyumas untuk membatasi aktivitas publik masyarakat selama pandemi Covid-19.

Anjlok Lagi, Berikut Harga Emas Pegadaian Hari Ini Jumat 18 Juni 2021

Harga emas batangan 24 karat di Pegadaian pada hari ini, Jumat (17/6/2021) kembali turun, baik untuk cetakan UBS maupun Antam.