Korupsi Klaten: Kejari Sudah 3 Kali Panggil Kades Jotangan
Rumah Kepala Desa Jotangan, Sriyono, di Dukuh Sutan RT 001/RW 006, Desa Jotangan, Bayat, Klaten, Senin (17/9/2018). (Solopos-Cahyadi Kurniawan)

Solopos.com, KLATEN -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten hingga kini masih memburu keberadaan Kepala Desa (Kades) Jotangan, Kecamatan Bayat, Sriyono yang diduga menyelewengkan APB Desa Jotangan 2017.

Sejumlah dana yang disinyalir digunakan kepentingan pribadi itu mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp406 juta.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten, Masruri Abdul Aziz, menjelaskan dugaan penyelewengan APB Desa Jotangan 2017 itu dinaikkan dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan setelah berita acara ditandatangani Kepala Kejari (Kajari).

Aziz menceritakan selama proses penyelidikan Sriyono tak pernah memenuhi panggilan. “Sekitar tiga kali kami memanggil saat penyelidikan namun yang bersangkutan tidak hadir. Saat penyidikan nanti kami panggil kembali. Kalau masih tidak hadir, kami akan minta bantuan polisi agar ada pemanggilan paksa,” jelas dia kepada wartawan, Rabu (19/9/2018).

Aziz mengatakan Kejari juga sudah berupaya menemui Sriyono. Namun, hingga kini tak ada yang mengetahui keberadaan Sriyono. “Kami mengecek ke beberapa tempat termasuk tanya-tanya masyarakat Jotangan. Namun, keberadaannya masih tidak diketahui,” urai dia.

Sebagaimana diinformasikan, Kades Jotangan, Sriyono, sudah tidak terlihat di desanya sejak Mei 2018 lalu. Menghilangnya Sriyono mengakibatkan berbagai kegiatan desa terhenti. Tak hanya itu, perangkat desa juga belum mendapatkan gaji sejak Januari karena pemerintah desa tak bisa mencairkan dana bantuan baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

Belakangan diketahui Sriyono juga dicari Kejari karena diduga menyelewengkan dana APB Desa Jotangan 2017.

Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom