Korupsi Kasda Sragen, Eks Bupati Untung Wiyono Hadiri Sidang Agus Fatchur Rahman

Mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono, akhirnya memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen untuk menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi kas daerah (kasda) dengan terdakwa Agus Fatchur Rahman yang juga berstatus mantan Bupati Sragen.

Korupsi Kasda Sragen, Eks Bupati Untung Wiyono Hadiri Sidang Agus Fatchur Rahman

SOLOPOS.COM - Mantan Bupati Sragen Untung Wiyono. (Solopos/dok)

Solopos.com, SRAGEN -- Mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono, akhirnya memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen untuk menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi kas daerah (kasda) dengan terdakwa Agus Fatchur Rahman yang juga berstatus mantan Bupati Sragen.

Untung Wiyono hadir dalam sidang dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu (28/8/2019) malam. Dalam sidang itu, Untung memberikan kesaksian tentang dana kasda yang dijadikan agunan di BPR Djoko Tingkir senilai Rp29 miliar untuk meminjam dana senilai Rp36,9 miliar.

Kendati begitu, dalam persidangan itu, Untung mengaku tidak tahu menahu terkait dana kasda yang dijadikan agunan di bank milik Pemkab Sragen tersebut.

“Pak Untung mengaku tidak tahu dana kasda yang diagunkan atas nama Koeshardjono dan Adi Dwi Jantoro [keduanya adalah mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah atau BPKD Sragen]. Setahu Untung, dana yang ditempatkan [diagunkan] di BPR Djoko Tingkir itu senilai Rp1,5 miliar, tapi katanya sudah dilunasi," ujar Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sragen, Agung Riyadi, yang juga jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang tersebut saat ditemui Solopos.com di kantornya, Kamis (29/8/2019).

Sementara soal dana kasda yang diagunkan atas nama Koeshardjono dan Adi Dwi Jantoro, Agung Riyadi mengatakan Untung menganggap itu untuk kepentingan pribadi mereka.

Untung juga mengetahui adanya pencairan kasbon dari dana kasda yang diagunkan di BPR Djoko Tingkir kepada Agus Fatchur Rahman yang saat itu menjabat Wakil Bupati Sragen. Pencairan kasbon itu, kata Untung, baru diketahui dua bulan sebelum dia lengser sebagai Bupati Sragen periode 2006-2011.

“Pada waktu itu, Pak Untung bilang, Dik [Agus Fatchur Rahman] tolong itu segera diselesaikan,” terang Agung Riyadi menirukan Untung Wiyono.

Selain Untung Wiyono, persidangan itu juga menghadirkan kembali Koeshardjono dan Sri Wahyuni yang saat kasus itu terjadi menjabat kabid di BPKD Sragen. Kedua saksi itu sengaja dikonfrontasi karena sebelumnya terdapat perbedaan keterangan yang mereka sampaikan.

Koesharjono mengaku menyerahkan pencairan kasbon kepada Agus Fatchur Rahman melalui Sri Wahyuni yang diteruskan kepada sekretaris pribadi Agus. Sri Wahyuni membantah dengan mengatakan uang yang dicairkan dari BPR Djoko Tingkir semua diserahkan kepada Koeshardjono.

Dia mengaku tidak tahu menahu untuk siapa saja uang itu diberikan. “Setelah dikonfrontasi, ternyata keterangan keduanya tidak berubah. Karena tidak ada kesamaan keterangan ya sudah biar itu jadi bahan pertimbangan majelis hakim dalam mengambil keputusan,” papar Agung Riyadi.

Berita Terkait

Berita Terkini

Pekalongan Diprediksi Tenggelam 15 Tahun Lagi, Ini Sebabnya

Kota Pekalongan di Jawa Tengah diprediksi tenggelam pada 2036 akibat penurunan muka tanah dan naiknya permukaan air laut.

Wisata WGM Wonogiri Tutup, Pengunjung Kecele

Banyak warga yang kecele saat berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Wonogiri, termasuk WGM, pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021).

Duh, Pengemis Bawa Kabur Balita Usia 2 Tahun di Sragen

Seorang pengemis perempuan kedapatan membawa kabur seorang balita yang berusia 2 tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada Jumat (14/5/2021). 

Begini Kisah Seleksi Jadi Imam di Uni Emirat Arab

Kemenag melakukan seleksi imam masjid asal Indonesia yang akan diberangkatkan untuk bertugas di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Melintas di Solo Saat Lebaran, 481 Kendaraan Diperiksa

Sebanyak 481 kendaraan berpelat luar Kota Solo diperiksa saat hari H Lebaran pada Kamis (13/5/2021).

Ketua LHKP-PWM Jateng Sesalkan Pernyataan Ali Mochtar Ngabalin, Desak Minta Maaf

Pernyataan Ali Muktar Ngabalin, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden terkait Busro Muqodas disesalkan Khafid Sirotudin, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PW Muhammadiyah Jateng.

Bhabinkamtibmas Catat ada 1.241 Pemudik Tiba Sragen

Kebanyakan pemudik tiba di Sragen sebelum larangan mudik Lebaran diberlakukan.

Wuih! Ada Wahana Baru di Gunung Pegat Sukoharjo Loh

Gunung Pegat Sukoharjo kini dilengkapi sejumlah wahana baru.

Korban Tewas Karena Jebakan Tikus Di Sragen Tembus 17 Orang, Ini Daftarnya!

Korban meninggal dunia akibat tersengat jebakan tikus beraliran listrik terus berjatuhan di Kabupaten Sragen.

H+1 Lebaran, Pengunjung Wisata Air di Klaten Sepi

Disparbudpora Klaten memprediksi puncak kunjungan ke objek wisata air di Kabupaten Bersinar berlangsung, Sabtu (15/5/2021).

Inilah Tanda-Tanda Ban Sepeda Motor Harus Diganti

Rider sepeda motor wajib mengetahui kondisi ban saat berkendara karena ban menjadi salah satu komponen inti yang memberikan jaminan keselamatan.  

Gempa M 7,2 Guncang Nias

Gempa Bumi bermagnitudo (M) 7,2 mengguncang Nias Barat, Sumatra Utara, Jumat (14/5/2021)