KORUPSI E-KTP : Nazaruddin Tegas Bantah SBY Terlibat, Tapi Selalu Lupa Duit Setnov

KORUPSI E-KTP : Nazaruddin Tegas Bantah SBY Terlibat, Tapi Selalu Lupa Duit Setnov

SOLOPOS.COM - Muhammad Nazaruddin (Dok/JIBI/Antara)

Nazaruddin membantah SBY terlibat dalam kasus korupsi e-KTP, namun selalu lupa jika ditanya tentang uang untuk Setnov.

Solopos.com, JAKARTA -- Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin membantah keterlibatan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam proyek e-KTP. Sedangkan saat ditanya tentang aliran dana untuk mantan Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto, Nazaruddin selalu mengaku lupa.

"Masalah Pak SBY, soal e-KTP Pak SBY itu tidak pernah terlibat dan tidak pernah kita di Cikeas itu, seperti yang dibilang Mirwan Amir, Ibas juga tidak terlibat sama sekali. Makanya dari awal tuntutan Pak Irman yang komplet itu tidak ada nama Pak SBY ataupun nama Ibas," kata Nazaruddin, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (19/2/2018).

Nazaruddin selalu menjawab lupa saat ditanya mengenai aliran uang proyek e-KTP ke Setya Novanto. "Jadi apa benar Setnov terima uang?" tanya penasihat hukum Setnov, Maqdir Ismail.

"Lupa saya," jawab Nazaruddin. Dia menjadi saksi untuk Setya Novanto yang menjadi terdakwa dalam kasud korupsi e-KTP yang merugikan keuangan negara senilai Rp2,3 triliun. "Yang katanya bagi-bagi uang di ruangan Pak Setya Novanto?" tanya Maqdir.

"Saat itu yang terima uang Bu Mustoko Weni dari Andi Narogong," jawab Nazaruddin.
"Pak Setnov terima berapa?" tanya Maqdir.
"Lupa saya," jawab Nazaruddin.

"Andi memberikan ke siapa saja?" tanya Maqdir. Lagi-lagi, Nazaruddin selalu menjawab lupa.

"Lupa saya yang lebih detail saya tahu untuk Fraksi Demorat, saja US$5 juta, diserahkan ke Ketua Fraksi Mas Anas [Urbaningrum] sekitar US$2 juta, diserahkan ke orangnya Mas Anas langsung, juga ada itu semua dari Andi. Dalam perjalanannya ada dari Paulus Tannos tapi saya sudah kena msalah di KPK," jawab Nazaruddin.

"Apakah tahu Setnov menerima 7,3 juta dolar AS?" tanya Maqdir.
"Saya hanya tahu urusan Fraksi Partai Demokrat," jawab Nazaruddin.

Sebaliknya, bila dimintai keterangan mengenai pemberian ke pejabat di Kemendagri, Nazaruddin menjawabnya dengan lugas. "Di catatan dari Andi itu ada untuk Sekjen, ada untuk Irman dan Sugiharto, uang diserahkan sudah di amplop, untuk Bu Sekjen US$200.000 dan untuk ketua panitia pengadaan," jawab Nazaruddin.

"Di BAP saudara menyebutka Irman US$150.000, Diah US$200.000, Sugiharto US$100.000, Drajat Wisnu US$40.000, anggota panitia masing-masing US$10.000, total US$60.000. Husni Fahmi dan anggota tim teknis US$10.000 sehingga total US$100.000, betul?" tanya jaksa penuntut umum KPK Eva Yustisiana.

"Iya betul," jawab Nazaruddin.
"Selain itu, ada gak pejabat kemendagri lainnya?" tanya jaksa Eva.
"Lupa," jawab Nazaruddin.

"Untuk Mendagri Gamawan?" tanya jaksa Eva.
"Gamawan diserahkan waktu itu kalau tidak salah pas penetapan pemenang, Ada berapa tahap kalau nggak salah ada 1 juta dolar AS atau 2 juta dolar AS," jawab Nazaruddin.

"Di sini Anda mengatakan ada dua tahap diserahkan, 2 juta dolar AS dan 2,5 juta dolar AS?" tanya jaksa Eva.
"Iya betul, yang serahkan adik Mendagri, satu Azmin Aulia, dan satu lagi Dadang," jawab Nazaruddin.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kisah ABG Klaten Terobos Penyekatan: Niat Beli Makan Ke Jogja, Pulang Jadi Tersangka

ABG Klaten yang nekat terobos penyekatan pemudik di Pospam Prambanan niatnya pergi ke Jogja untuk beli makan buat buka puasa.

Dikhawatirkan Picu Kerumunan, Pasar Tiban di Pekalongan Dibubarkan

Meningkatnya aktivitas warga menjelang Lebaran, terutama di Alun-alun Kota Pekalongan rawan memicu penyebaran virus corona.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Selasa 11 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Selasa, 11 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

Warga di 12 Padukuhan di Sleman Dilarang Salat Id Berjamaah

Kalau sudah zona merah, salat Idulfitri baik di masjid maupun lapangan tidak dibolehkan.

Kemenag Jateng Sebut Sudah 300 Ulama Meninggal Akibat Covid-19

Data dari Kementerian Agama pusat ada 300 ulama yang meninggal akibat terpapar Covid-19 se-Indonesia.

Kemenhub Ungkap Potensi Warga Mudik Besok

Kemenhub memperkirakan aktivitas mudik bakal terjadi lagi, Selasa (11/5/2021) besok dan Rabu (12/5/2021) lusa.

Tambang Emas Longsor di Sumbar, 4 Meninggal

Asnedi mengatakan longsor di lokasi tambang itu bukan sekali ini terjadi. Sebelumnya, menurut Asnedi, lokasi tambang itu pernah longsor Januari lalu.

Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal, Dinkes Tracing Safari Dakwah

Dinkes Riau meminta puskesmas yang wilayahnya ketempatan safari dakwah Ustaz Tengku Zulkarnain segera melalukan tracing kontak fisik.

Mudik Dilarang, Pedagang di Madiun Ngeluh Pasar Sepi Jelang Lebaran

Jika dibandingkan dengan momen Lebaran tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kondisi pasar menjadi paling sepi.

Usulan Liga 1 Tanpa Degradasi, Presiden Pasoepati: Ini Kompetisi atau Tarkam?

Presiden Pasoepati, Maryadi Gondrong, menyayangkan munculnya gagasan kompetisi tanpa degradasi di Liga 1 maupun Liga 2. Menurut Gondrong, liga tanpa degradasi sama saja mengebiri ruh kompetisi.

Dishub Semarang Catat 8 Titik Kemacetan Jelang Lebaran

Larangan mudik tak menyebabkan Semarang bebas macet, bahkan Dishub Kota Semarang mendeteksi adanya delapan titik kemacetan di kota ini.