Tutup Iklan

KORUPSI E-KTP : Kapan Periksa Gamawan Fauzi? Ini Jawaban KPK

KORUPSI E-KTP : Kapan Periksa Gamawan Fauzi? Ini Jawaban KPK

SOLOPOS.COM - Tampilan hasil terjemahan Google Translate terhadap kata kunci "sungai bersih karena Foke" yang berubah jadi "river clean because Ahok", Senin (3/10/2016). (Capture Google)

Nyanyian M. Nazaruddin soal korupsi e-KTP membuat Gamwan Fauzi disebut-sebut.

Solopos.com, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak berencana untuk memanggil nama-nama yang disebut oleh bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, Nazaruddin, terkait kasus suap e-KTP. Sebelumnya, Nazaruddin mengungkapkan jika mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi dan Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, terlibat dalam kasus tersebut.

“Sampai saat ini, Gamawan belum ada pemeriksaannya, semua nama yang disebut belum rencana dipanggil karena berkaitan dengan kewenangan penyidik,” ujar juru bicara KPK, Yuyuk Andriati Iskak, di Gedung KPK, Senin (3/10/2016).

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, KPK menyatakan alasannya jika pihaknya masih belum menanahan bekas Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri, Sugiharto. Pasalnya, Yuyuk mengungkapkan jika KPK masih membutuhkan keterangan Sugiharto dan pihak lainnya sebagai saksi atas kasus tersebut.

Sebelumnya, KPK menyatakan akan terus mendalami informasi berdasarkan keterangan saksi atas kasus suap proyek pengadaan e-KTP 2011-2012 termasuk menyelidiki dugaan keterlibatan Gamawan Fauzi dalam kasus tersebut. Dalam proses penyelidikan, KPK telah mendapat bukti untuk menetapkan Irman, mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kemendagri sebagai tersangka baru.

Juru bicara KPK Yuyuk Andriati Iskak mengungkapkan dalam penetapan tersebut penyidik KPK sudah memiliki dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan Irman sebagai tersangka baru.

“Tersangka Ir ini selaku mantan Plt dirjen dukcapil bersama kawan-kawan dan tersangka S [Sugiharto] diduga secara bersama-sama telah melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri ataupun korporasi terkait dengan proyek pengadaan E-KTP dengan nilai total proyek sebesar Rp6 triliun, semacam mark-up,” terang Yuyuk.

Atas perbuatannya, Irman disangkakan melanggar pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 uu 31 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP juncto pasal 64 ayat 1 KUHP. Di sisi lain, walaupun dua menetapkan dua orang tersangka, pihak KPK akan terus menyelidiki siapa-siapa saja yang terlibat dalam proyek tersebut.

Apalagi, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin yang sebelumnya diperiksa oleh KPK menyebutkan adanya keterlibatan Gamawan Fauzi dalam proyek e-KTP itu. “Penyidik masih terus meminta keterangan beberapa saksi untuk melengkapi berkas perkara, masih ada pemanggilan beberapa saksi,” papar jubir KPK tersebut.

“Mengenai keterlibatan pihak lain, penyisik masih terus mendalami, Akan digali dari banyak pihak dan untuk melengkapi berkas masih perlu waktu,” tutupnya.

Dalam kasus tersebut, KPK telah mengantongi perhitungan kerugian keuangan negara dalam kasus tersebut. Dari hasil penghitungan, ada kerugian keuangan negara senilai lebih dari Rp2 triliun. KPK pun menduga uang tersebut telah mengalir ke sejumlah pihak.

Berita Terkait

Berita Terkini

Horornya Jalan Tol KM 542 Sragen: 8 Bulan, 3 Kecelakaan, 3 Nyawa Melayang

Kecelakaan kembali terjadi di jalan tol Solo-Kertosono, tepatnya di KM 542.200 jalur A di Desa Bumiaji, Gondang, Sragen.

Layanan 5G Hadir di Solo, Pelayanan Publik Bisa 24 Jam

Peluncuran layanan 5G Indosat Ooredoo di Solo kian mendukung kota ini menjadi kota pintar atau smart city.

Terbentur Undang-Undang, Kemenag Solo Tak Keluarkan Izin Tempat Belajar Anak-Anak Perusak Makam di Mojo

Kemenag Kota Solo memastikan tidak mengeluarkan izin keberadaan kuttab atau lembaga pendidikan anak usia dini di Mojo, Pasar Kliwon.

Rumah di Pinggir Jalan Raya Bikin Pusing? Coba Tips Ini

Tanam saja tanaman perdu yang daunnya berwarna-warni. Selain bisa meredam suara berisik, adanya tanaman ini bisa memperindah rumah di pinggir jalan.

7 Rekomendasi Mobil Murah di Bawah Rp100 Juta yang Terjangkau

Dengan harga yang terjangkau, Anda bisa mendapatkan berbagai alternatif mobil murah di bawah Rp100 juta yang cocok untuk kantong Anda.

Warga Sragen Buktikan Ivermectin Ampuh Jadi Obat Covid-19, 5 Hari Mengonsumsi Langsung Negatif

Mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono, mempromosikan Ivermax 12 atau Ivermectin sebagai obat penyembuh Covid-19. Obat itu diklaim ampuh.

Mantan Bupati Sragen Promosikan Ivermectin Sebagai Obat Covid-19, Terbukti Ampuh?

Bupati Sragen periode 2001-2011, Untung Wiyono, mempromosikan Ivermax 12 atau Ivermectin sebagai obat penyembuh Covid-19. Obat itu diklaim ampuh.

Kasus Kematian Covid Tanpa Komorbid Tinggi

Angka kematian pasien Covid-19 di Klaten masih tinggi. Tak hanya pasien dengan komorbid atau penyakit penyerta, pasien yang meninggal tanpa komorbid sebesar 35%.

Vaksin Bikin Tubuh Aman dari Covid-19? Cek Faktanya

Vaksin Covid-19 bukanlah satu-satunya alat yang dapat melindungi tubuh dari infeksi virus corona.

Dua Juru Parkir Liar di Kota Madiun Diringkus Polisi

Dua juru parkir liar ditangkap Polres Madiun Kota dalam pemberantasan aksi premanisme dan pungli.

Duh! Petani Tembakau di Klaten Terancam Gagal Panen Gara-Gara Cuaca Tak Menentu

Sejumlah petani tembakau di Klaten dilanda kegalauan. Cuaca yang tak menentu mengakibatkan tanaman tembakau tak tumbuh secara optimal.

Isolasi Lokal di Gedawung Baturetno Wonogiri Selesai, Warga Siraman Pakai Air Kendi

Isolasi lokal yang diterapkan di Dusun Gedawung, Desa Saradan, Kecamatan Baturetno, Wonogiri telah selesai, Selasa (22/6/2021).