KORUPSI E-KTP : Jerat dr Bimanesh, KPK Periksa Dokter RS Medika Permata Hijau

KORUPSI E-KTP : Jerat dr Bimanesh, KPK Periksa Dokter RS Medika Permata Hijau

SOLOPOS.COM - Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo berjalan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (6/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Muhammad Adimaja)

Solopos.com, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumpulkan keterangan tentang prosedur penanganan pasien terkait perkara dugaan menghalangi penyidikan terhadap Setya Novanto.

Jumat (9/2/2018), KPK memeriksa Direktur Rumah Sakit Medika Permata Hijau Hafil Budianto Abdulgani serta salah seorang dokter di rumah sakit tersebut, Nadia Husen Hamedan. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, kedua saksi diperiksa untuk tersangka dr Bimanesh Sutarjo.

Dalam pemeriksaan itu, penyidik mendalami informasi perihal prosedur medis jika ada pasien yang akan menggunakan ruang rawat inap tanpa melalui pemeriksaan awal. “Apakah dimungkinkan tanpa periksa sudah boleh memesan kamar, itu salah satu poin yang diperiksa,” paparnya, Jumat (9/2/2018).

Seperti diuraikan dalam dakwaan terhadap Fredrich Yunadi, pada 16 November 2017, Bimanesh Sutarjo dihubungi pengacara tersebut, untuk membantu menginapkan Setya Novanto di RS Medika Permata Hijau. Fredrich mendatangi kediaman Bimanesh untuk memastikan kliennya bisa menjalani rawat inap sembari menunjukkan foto rekam medik dari RS Premier Jatinegara meski tidak ada rujukan.

“Bimanesh Sutarjo menyanggupi permintaan itu padahal tahu Setya Novanto sedang bermasalah. Dia kemudian menghubungi dokter Alia, Plt Manager Pelayanan Medik agar menyiapkan ruang rawat inap VIP untuk Setya Novanto dengan diagnosa hipertensi berat padahal belum pernah melakukan pemeriksaan fisik,” lanjut jaksa.

Dokter Alia kemudian menindaklanjuti permintaan itu dengan menghubungi dokter lainnya, Budimanto Abdulgani, untuk meminta persetujuan. Namun, permintaan itu dijawab Budimanto bahwa Setya Novanto harus mengikuti prosedur yakni melalui ruang gawat darurat untuk dirujuk ke dokter spesialis.

Pada pukul 17.00 WIB, Fredrich Yunadi memerintahkan stafnya, Ahmad Rudiansyah, datang ke rumah sakit dan menemui dokter jaga UGD, Michael Cahaya. Ahmad meminta sang dokter menerbitkan surat pengantar dari UGD yang menerangkan bahwa Setya Novanto mengalami kecelakaan mobil, namun permintaan itu ditolak dokter Michael.

Pada 18.30 WIB, Bimanesh Sutarjo tiba di rumah sakit dan langsung menerbitkan surat pengantar UGD agar Setya Novanto bisa dirawat inap dengan diagnosa hipertensi, vertigo, dan diabetes tanpa melakukan pemeriksaan atau konfirmasi ke RS Premier. Sekitar 30 menit kemudian, Setya Novanto tiba di rumah sakit dan diarahkan oleh Bimanesh ke ruang VIP.

“Bimanesh Sutarjo kemudian memerintah perawat Indri agar membuat surat pengantar rawat inap baru dari poli padahal saat itu dia tidak sedang bertugas. Terdakwa kemudian mengabarkan kepada publik melalui media bahwa Setya Novanto mengalami luka berat akibat kecelakaan dan ketika penyidik hendak mengecek kondisi Setya Novanto, terdakwa mengatakan sedang mendapatkan perawatan dan meminta penyidik meninggalkan ruang VIP,” lanjut jaksa.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kisah ABG Klaten Terobos Penyekatan: Niat Beli Makan Ke Jogja, Pulang Jadi Tersangka

ABG Klaten yang nekat terobos penyekatan pemudik di Pospam Prambanan niatnya pergi ke Jogja untuk beli makan buat buka puasa.

Dikhawatirkan Picu Kerumunan, Pasar Tiban di Pekalongan Dibubarkan

Meningkatnya aktivitas warga menjelang Lebaran, terutama di Alun-alun Kota Pekalongan rawan memicu penyebaran virus corona.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Selasa 11 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Selasa, 11 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

Warga di 12 Padukuhan di Sleman Dilarang Salat Id Berjamaah

Kalau sudah zona merah, salat Idulfitri baik di masjid maupun lapangan tidak dibolehkan.

Kemenag Jateng Sebut Sudah 300 Ulama Meninggal Akibat Covid-19

Data dari Kementerian Agama pusat ada 300 ulama yang meninggal akibat terpapar Covid-19 se-Indonesia.

Kemenhub Ungkap Potensi Warga Mudik Besok

Kemenhub memperkirakan aktivitas mudik bakal terjadi lagi, Selasa (11/5/2021) besok dan Rabu (12/5/2021) lusa.

Tambang Emas Longsor di Sumbar, 4 Meninggal

Asnedi mengatakan longsor di lokasi tambang itu bukan sekali ini terjadi. Sebelumnya, menurut Asnedi, lokasi tambang itu pernah longsor Januari lalu.

Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal, Dinkes Tracing Safari Dakwah

Dinkes Riau meminta puskesmas yang wilayahnya ketempatan safari dakwah Ustaz Tengku Zulkarnain segera melalukan tracing kontak fisik.

Mudik Dilarang, Pedagang di Madiun Ngeluh Pasar Sepi Jelang Lebaran

Jika dibandingkan dengan momen Lebaran tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kondisi pasar menjadi paling sepi.

Usulan Liga 1 Tanpa Degradasi, Presiden Pasoepati: Ini Kompetisi atau Tarkam?

Presiden Pasoepati, Maryadi Gondrong, menyayangkan munculnya gagasan kompetisi tanpa degradasi di Liga 1 maupun Liga 2. Menurut Gondrong, liga tanpa degradasi sama saja mengebiri ruh kompetisi.

Dishub Semarang Catat 8 Titik Kemacetan Jelang Lebaran

Larangan mudik tak menyebabkan Semarang bebas macet, bahkan Dishub Kota Semarang mendeteksi adanya delapan titik kemacetan di kota ini.