Tutup Iklan

Korsleting Dominasi Penyebab Kebakaran di Karanganyar, Begini Cara Mencegahnya

Total selama periode Januari hingga September 2021, kasus kebakaran yang disebabkan korsleting listrik di Karanganyar sebanyak 27 kasus.

 Ilustrasi petugas pemadam kebakaran. (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi petugas pemadam kebakaran. (Freepik)

Solopos.com, KARANGANYAR — Kasus kebakaran yang terjadi di wilayah Kabupaten Karanganyar selama periode Januari 2021 hingga September 2021 sebagian besar dipicu kelalaian masyarakat khususnya korsleting alias hubungan pendek arus listrik.

Unit Pemadam Kebakaran Satpol PP Karanganyar mengimbau warga untuk lebih memperhatikan tersebut agar peristiwa serupa tidak terjadi.

Berdasarkan data yang diterima Solopos.com, Selasa (21/9/2021), kasus kebakaran karena korsleting paling banyak terjadi di wilayah dengan pemukiman padat yaitu Kecamatan Jaten dengan tujuh kasus dan Kecamatan Karanganyar sebanyak lima kasus.

Baca juga: Masyarakat Peduli Api Dibentuk di Gunung Bromo Karanganyar, Ini Perannya

Total selama periode Januari hingga September 2021, kasus kebakaran yang disebabkan korsleting listrik sebanyak 27 kasus.

Sementara itu, kebakaran karena gas bocor dan api dari kompor menjadi penyebab terbanyak nomor dua. Kasus paling banyak dengan kedua penyebab itu ditemukan di Kecamatan Karanganyar sebanyak lima kasus dan Kecamatan Karangpandan sebanyak lima kasus.

Berkaca dari data tersebut, Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP Karanganyar, Renggo Buwono, Selasa, mengatakan rata-rata kebakaran yang disebabkan oleh korsleting karena kurang pahamnya masyarakat terkait pedoman instalasi listrik di rumah hunian mereka.

Baca juga: Meninggal di Gunung Lawu, Pendaki asal Madiun Diduga Kena Serangan Jantung

Menurutnya, kasus kebakaran terjadi karena masyarakat tidak memperhitungkan beban listrik dalam satu sambungan.

“Di rumah hunian itu banyak sambungan listrik yang elektroniknya tidak akan dimatikan seperti kulkas, TV, dan lainnya. Masyarakat banyak yang tidak paham standar instalasi listrik yang aman. Jadi dalam banyak sambungan yang memberikan beban banyak. Akhirnya kabelnya tidak kuat dan panas kemudian terbakar. Akhirnya terjadi kebakaran rumah,” beber dia kepada Solopos.com.

Renggo mengimbau agar masyarakat memperhatikan hal-hal kecil dirumah yang berpotensi menyebabkan kebakaran rumah. Selain listrik, dia juga mengimbau masyarakat memperhatikan instalasi kompor untuk meminimalisasikan risiko.

“Kalau kompor itu kebanyakan karena kebocoran gas. Regulator harus dicek, jangan sampai bocor masih tetap dipakai,” beber dia.

Berikut cara mencegah korsleting agar terhindar dari kebakaran seperti dikutip dari liputan6.com:

1. Gunakan alat listrik yang memenuhi standar
2. Gunakan jasa instalasi listrik yang memiliki sertifikasi
3. Cabut alat elektronik yang sedang tidak digunakan
4. Jauhkan dari sumber percikan air
5. Jangan tumpuk colokan listrik terlalu banyak
6. Jangan lupa selalu lakukan pengecekan instalasi listrik


Berita Terkait

Berita Terkini

Setuju Raperda APBD 2022, Fraksi PKB Beri Catatan Jalur Evakuasi Merapi

Fraksi PKB meminta pembangunan jalur evakuasi di lereng Gunung Merapi diprioritaskan.

Waduh! Separuh Sanggar Seni di Kota Solo Sudah Tidak Aktif, Kenapa Ya?

Separuh dari 100-an sanggar seni yang ada di Kota Solo saat ini terpaksa vakum alias tidak aktif karena berbagai faktor, salah satunya biaya operasional.

FPKS DPRD Solo: Larang Konsumsi Daging Anjing Tak Harus Buat Perda

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka didorong segera mengeluarkan regulasi untuk larang perdagangan dan konsumsi daging anjing, bentuknya tak harus perda.

Marak Penipu Bermodus Beli Kendaraan, Ini Tips dari Kapolres Sukoharjo

Kapolres Sukoharjo membagikan sejumlah tips agar terhindar dari aksi penipu yang berpura-pura hendak membeli kendaraan namun kemudian dibawa kabur sebelum dibayar.

Wow! Penanganan Kawasan Kumuh Kota Solo Jadi Salah Satu yang Terbaik

Penanganan kawasan kumuh di Kota Solo, khususnya di lahan HP 0001 Mojo, Pasar Kliwon, dinilai jadi salah satu yang terbaik di Indonesia.

Inspektorat Solo: Tak Ada Penyimpangan Dana Bantuan RTLH di Mojosongo

Inspektorat Kota Solo memastikan tidak ada penyimpangan dana bantuan sosial perumahan swadaya atau RTLH yang diduga dipakai membangun kamar lantai II di Mojosongo, Jebres.

Penemuan Mayat Bayi di Dalam Kardus Gegerkan Warga Nguter Sukoharjo

Penemuan sesosok mayat bayi laki-laki di dalam kardus di pekarangan rumah menggegerkan warga Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Sukoharjo.

Ada Sepatu Raksasa di Dekat Exit Tol Boyolali, Ini Filosofinya

Dedy Saryawan membuat sepatu raksasa setelah harus berpisah dengan orang terkasihnya pada 2011. Kehilangan pasangan ini membuatnya merasa seperti kehilangan sepatu kanannya.

Awas! Sepekan 3 Kasus Kendaraan Dibawa Kabur Calon Pembeli di Sukoharjo

Penipuan dengan modus berpura-pura menjadi calon pembeli kendaraan kemudian dibawa kabur belakangan ini marak terjadi di wilayah Sukoharjo.

Wow, Ada Sepatu Raksasa di Dekat Exit Tol Boyolali

Pemilik mendesain bangunan sepatu raksasa sebagai tempat ibadah bagi umat Islam.

Pendekar Silat Sumbang 17 Kantong Darah ke PMI Sragen

Forum Komunikasi Pesaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Teguhan, Sragen Wetan, Sragen, menggelar bakti sosial. Di antaranya donor darah dan pembagian sembako.

Kabar Baik! Tahun Depan ASN Klaten Diguyur Tamsil Rp139 Miliar

Nilai total tambahan penghasilan atau tamsil ASN pada tahun depan mencapai Rp139 miliar.

Libur Sekolah & ASN Solo Dipersingkat, Gibran: Biar Tak Pulang Kampung

Surat Edaran (SE) terbaru Wali Kota Solo yang akan terbit pada Selasa (30/11/2021) salah satunya mengatur masa libur sekolah dan ASN yang diperpendek pada akhir tahun ini.

Suporter Persis Solo Nekat Konvoi Rayakan Keberhasilan Masuk 8 Besar

Para suporter tim sepak bola Persis Solo nekat melakukan konvoi sepeda motor mengawal para pemain menuju Stadion Manahan untuk melakoni laga terakhir babak penyisihan grup,

FPKS DPRD Solo Dukung Pelarangan Konsumsi Daging Anjing

Legislator FPKS DPRD Solo menyebut larangan konsumsi daging anjing tak harus dengan perda tapi bisa menggunakan SK Wali Kota.

Disdikbud Karanganyar Belum Pastikan Kapan Libur Semester Sekolah

Disdikbud Karanganyar baru akan membahas libur semester sekolah, terutama PAUD-SMP, pada Januari 2022.