Pekerja menggunakan eskavator mengeruk aspal jalan pada proyek penataan koridor Jl. Jenderal Sudirman, Solo, Selasa (11/9/2018). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Koridor Jl. Jenderal Sudirman (Jensud) Solo bakal dibuka sementara pada Minggu (18/8/2019) untuk pawai pembangunan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI.

Agenda tahunan itu akan mengambil rute mulai dari Stadion Sriwedari dan berakhir di Balai Kota. Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengatakan pembukaan sementara koridor Jensud juga bisa dimanfaatkan untuk menguji kekuatan beton yang menjadi dasar pemasangan paving dan batu andesit.

“Jl. Jensud dibuka sebentar. DPUPR [Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang] sudah menyanggupi. Sekalian untuk dites, dilewati Alutsista [alat utama sistem pertahanan] yang berat-berat," jelas Rudy, sapaan akrab Wali Kota, kepada wartawan, Senin (12/8/2019).

Dalam pawai tersebut akan ada tank TNI dan Polri, sama seperti tahun sebelumnya. Wali Kota meminjam alutsista dari Kostrad, Brigif, dan sebagainya. Sesudah pawai, alutsista itu akan dipajang di Plaza Balai Kota.

Sekretaris Dinas PUPR Kota Solo, Arif Nurhadi, mengatakan bagian tengah koridor siap mengakomodasi arak-arakan peserta pawai karena sudah selesai dikerjakan. Sementara di bagian samping kanan-kiri atau barat dan timur belum selesai sehingga MMT penutup proyek dibiarkan terpasang.

“Perkembangan proyek sudah 40-45 persen. Samping-sampingnya kan belum, baru tengah. Yang tengah sudah selesai. Itu separuh. Untuk lewat karnaval sudah bisa,” kata dia.

Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Solo, Nunuk Mari Hastuti, menyampaikan Pawai Pembangunan 2019 melibatkan berbagai elemen masyarakat. Karnaval itu menjadi pemeriah HUT Ke-74 RI, selain Opera Adeging Nagari Republik Indonesia dan Solo Gamelan Festival.

Rute dimulai dari Jl Bhayangkara, Stadion Sriwedari, hingga Balai Kota melintasi Jl. Slamet Riyadi dan Jl. Jenderal Sudirman. “Pawai dijadwalkan mulai pukul 14.00 disertai penutupan sejumlah ruas jalan di sepanjang rute," kata dia.

Pawai dilanjutkan dengan pentas kolosal Opera Adeging Nagari Republik Indonesia, Minggu malam, di Plaza Balai Kota. Kabid Kesenian Sejarah dan Sastra Dinas Kebudayaan (Disbud) Solo, Mareta Dinar, mengatakan pementasan melibatkan lebih dari 100 seniman.

Kisah yang diangkat dalam cerita kolosal yakni peristiwa terbentuknya Organisasi Budi Utomo, Sumpah Pemuda, hingga terwujudnya Pancasila sebagai dasar negara.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten