Sejumlah petugas pemadam kebakaran Klaten memusnahkan sarang tawon ndas atau tawon gung di Pedan, Klaten, Rabu (29/3/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)

Solopos.com, KLATEN - Seorang warga Klaten meninggal dunia karena disengat tawon Vespa affinis atau tawon endhas. Hal ini membuat korban tewas akibat sengatan tawon di Klaten bertambah menjadi dua orang.

Dikutip dari detik.com, korban terbaru adalah Ibu Warsomo, 87, warga Dusun Tegal Duwur, Desa Wadung Getas, Kecamatan Wonosari. Anak korban, Rabiyem, 54, mengatakan ibunya disengat tawon pada Rabu (6/11/2019) dan meninggal sepekan kemudian, Rabu (13/11/2019).

Tawon menyengat saat ibunya berada di halaman rumah. "Ibu saya sudah tua, jadi buang air di halaman yang merupakan kebun. Kejadiannya pukul 15.00 WIB," ungkapnya, Kamis (14/11/2019).

Rabiyem menjelaskan saat ibunya hendak buang air itulah sarang tawon di semak tersenggol. Puluhan ekor tawon menyerang dada dan leher korban. Akibat serangan, puluhan titik sengatan terlihat jelas dengan warna biru di kulit. Keluarga yang mendapati kejadian itu membawa korban ke seorang mantri.

Setelah diberi obat, rasa sakit berkurang. Namun, pada Selasa (12/1/20191) siang, bekas sengatan kembali terasa sakit, bahkan di sekujur badan. Keluarga lalu membawa Warsomo ke RS PKU Muhammadiyah Delanggu. Malam harinya meninggal dunia dan dimakamkan Rabu (13/11) siang.

Sebelumnya, warga Dusun Tegalyoso, Desa Sembung, Kecamatan Wedi, Klaten, bernama Lanjar, 62, juga meninggal dunia karena disengat tawon. Dia disengat saat mencari pakan, Selasa (12/11/2019). Korban dilarikan ke mantri, tetapi tidak tertolong dan dimakamkan pada Rabu (13/11/2019).

Sumber: detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten