Korban Tabrakan di Manahan Solo Ternyata Wanita Lansia Asal Sragen
Ilustrasi kecelakan lalu lintas. (Freepik)

Solopos.com, SOLO — Kecelakaan lalu lintas berupa tabrakan terjadi di Jl. Adi Sucipto, tepatnya di depan Plaza Manahan, Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (3/6/2020) pukul 14.00 WIB. Dalam kecelakaan itu, Honda Beat berpelat nomor AD 5254 KA yang dikendarai Helmi Firmansyah, 25, warga Ngoresan, Jebres, Solo menabrak penyebrang jalan.

Penyeberang jalan itu merupakan wanita lanjut usia (lansia), Darmi, 61, warga Kauman, Masaran, Kabupaten Sragen. Akibatnya, keduanya harus dilarikan ke RS Brayat Minulya untuk memperoleh penanganan medis.

Kanit II Unit Laka Satlantas Polresta Solo Iptu Suharto mewakili Kasatlantas Polresta Solo Kompol Afrian Satya Permadi mengatakan kedua orang yang terlibat kecelakaan itu mengalami luka ringan. Sementara itu kerugian material sepeda motor diprediksi Rp300.000 usai bodi sepeda motor pecah terseret hingga 10 meter.

"Pengendara sepeda motor melaju dari arah timur ke barat namun tidak memperhatikan situasi lalu lintas serta tidak memprioritaskan penyebrang jalan. Saat melintas, dari arah selatan ke utara, Darmi, sedang menyeberang Jl. Adi Sucipto. Namun, di tengah ruas jalan dia tertabrak sepeda motor," paparnya kepada Solopos.com, Kamis (4/6/2020).

Rudy Wali Kota Solo Kukuh Sekolah Masuk Desember: Utamakan Keselamatan Anak 

Ia menambahkan salah seorang saksi yang merupakan juru parkir di kawasan Plaza Manahan Solo, Agus Handono, mengatakan tabrakan bermula kala pengendara Honda Beat semula melaju dari arah timur. Namun, ia tak dapat menghindari korban yang tengah menyebrang.

"Saya tidak tahu detailnya, kejadiannya sangat cepat. Mbah-mbah itu sedang menyeberang dari utara tetapi pengendara motor Honda Beat tidak bisa menghindari mbah-mbah itu. Pengendara motor seorang lelaki masih muda," papar Agus.

Terseret

Ia menambahkan pengendara sepeda motor terjatuh dan sepeda motornya terseret hingga 10 meter. Sementara itu, dalam proses evakuasi ia mengetahui korban masih sadarkan diri meskipun ia menduga korban mengalami patah tangan.

Hari Susu Dunia, Mahasiswa Karanganyar Kampanye Minum Susu Berjamaah

Linmas Kelurahan Manahan, Ngadimin, mengatakan korban tabrakan bukan warga Kelurahan Manahan, Solo. Namun, ia menduga korban merupakan pemulung atau pengemis yang biasa berada di kawasan Manahan.

"Kalau dilihat dari barang yang dibawa sepertinya pemulung. Tadi masih bawa botol-botol plastik," papar dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho