Korban Susur Sungai Ciamis asal Brebes Baru Masuk Ponpes 3 Bulan

Salah satu korban tragedi susur sungai di Ciamis merupakan bocah asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng).

Newswire
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 18:39 WIB

SOLOPOS.COM - Beberapa jasad korban tenggelam dalam kegiatan susur sungai di Ciamis, Jumat (15/10/2021) malam. (Istimewa)

Solopos.com, BREBES — Salah satu siswa MTs Harapan Baru Ciamis yang menjadi korban tragedi susur sungai merupakan warga Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng). Bocah malang asal Brebes yang meninggal dunia itu bernama Fajri Putra Pratama, 12, asal Desa Terlaya, Kecamatan Bantarkawung.

Ia menjadi salah satu dari 11 siswa MTs Harapan Baru Ciamis yang meninggal setelah mengikuti kegiatan susur sungai di Sungai Cileueur, Jumat (15/10/2021).

Sekretaris Desa Terlaya, Waud Abdillah, membenarkan jika Fajri merupakan warga desanya.

Baca juga: Sedih! 11 Korban Tragedi Susur Sungai di Ciamis, 2 dari Jateng

“Benar, itu [korban] anak sini, warga Terlaya, Dukuh Cikuning,” ujar Waud, dikutip dari suara.com.

Waud mengungkapkan, pihak keluarga pertama kali mendapat kabar peristiwa yang dialami Fajri, Jumat malam. ?Keluarga kemudian langsung berangkat ke Ciamis untuk membawa pulang jenazah korban.

“Jenazah sudah dimakamkan tadi pagi [Sabtu, 16/10/2021] sekitar pukul 08.00 WIB. Sebelum Subuh jenazah sudah sampai sini,” ungkapnya.

Menurut Waud, selain bersekolah di MTs Harapan Baru, korban juga belajar di pondok-pesantren tak jauh dari sekolahnya. “Korban baru tiga bulan sekolah sambil mondok di sana. Baru kelas 7,” katanya.

Baca juga: OTT Bupati Musi Banyuasin, KPK Endus dari Transaksi Perbankan

Hal senada diungkapkan pamong Desa Terlaya yang juga tetangga orang tua korban, Anah Setyowati.? Menurut Anah, Fajri bersekolah di MTs Harapan Baru sambil belajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hasan, Ciamis.

?”Baru berangkat ke pondok pesantren tiga bulan. Setelah berangkat, belum pernah pulang,” kata Anah, Sabtu (16/10/2021).

Anah menyebut orang tua korban sangat kaget saat mendapat kabar dari orang tua teman satu pondok-pesantren korban. Terlebih, pihak sekolah tidak memberitahukan adanya kegiatan susur sungai.

“?Orang tua tidak diberi tahu sekolah kalau ada kegiatan susur sungai. Tapi keluarga sudah mengikhlaskan,” ujar Anah yang rumahnya berada tepat di depan rumah korban.

Menurut Anah, Fajri merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Dia merupakan anak pasangan suami istri Anton Sunarto dan Sri Rahayu. “Sehar-hari Fajri anaknya pendiam. Ayahnya kerja jadi sopir travel. Kalau ibunya di rumah, ibu rumah tangga,” ungkap Anah.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif