Korban Penculikan Pengusaha Sragen Melahirkan, Polisi Lakukan Tes DNA

Tim penyidik Satreskrim Polres Madiun Kota masih memeriksa pengusaha asal Sragen, DN, 36, karena diduga menculik dan mencabuli remaja 14 tahun asal Kota Madiun.

 Ilustrasi anak korban pelecehan seksual atau pencabulan. (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi anak korban pelecehan seksual atau pencabulan. (Freepik)

Solopos.com, MADIUN — Tim penyidik Satreskrim Polres Madiun Kota masih memeriksa pengusaha asal Kabupaten Sragen, DN, 36, karena diduga melakukan penculikan dan pencabulan terhadap gadis remaja 14 tahun asal Kota Madiun, KN.

Seperti diberitakan sebelumnya, DN, 36, membawa lari KN setahun lalu. Korban saat kejadian berusia 13 tahun. Akibatnya, KN hamil dan sudah melahirkan saat ini. Polisi berencana melakukan tes DNA terhadap bayi KN.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, mengatakan penyidik akan mengambil sampel DNA bayi korban. Hasil DNA ini sebagai bukti menjerat tersangka. Polisi menggunakan UU Perlindungan Anak.

“Tersangka DN sudah mengakui telah mencabuli korban sehingga hamil dan melahirkan anak. Namun, kami membutuhkan alat bukti lain untuk menguatkan pengakuan tersebut. Ini masih proses tes DNA. Kami juga butuh keterangan ahli supaya lebih kuat,” kata kapolres, Senin (27/9/2021).

Baca Juga: Sakeco Perempuan Mengatasi Tabu dan Memodernkan Tradisi

Dewa menuturkan orang tua korban melaporkan seseorang telah membawa lari anaknya. Polisi melakukan pembuktian. Penyidik menduga korban telah disetubuhi tersangka selama itu.

“Dalam penyidikan dan penyelidikan itu berkembang. Adanya kemungkinan bisa diterapkan UU Perlindungan Anak. Apalagi tersangka mengakui kalau telah menyetubuhi korban. Tetapi, perlu ada pembuktian tes DNA,” jelas dia.

Polisi menangkap tersangka di Tangerang, Banten, pada Rabu (8/9/2021). Di sisi lain, KN, ditemukan di rumah indekos Sleman, Yogyakarta pada Senin (6/9/2021). Saat itu, korban sedang menggendong bayi.

Ditemui secara terpisah, orangtua korban, B, menceritakan anaknya dibawa pergi DN sejak Juni 2020. Anaknya tinggal di rumah nenek di Kota Madiun saat itu. DN menjemput KN tanpa izin.

Baca Juga: 6 KDRT Terjadi di Karanganyar, Ada Korban Alami Paksaan Hubungan Seks

Penculikan tersebut diduga karena orangtua korban menolak lamaran pengusaha itu. B menceritakan DN sempat melamar anaknya untuk menikah secara agama. Tetapi, dia menolak lamaran tersebut karena anaknya baru saja lulus sekolah dasar (SD).

B mengaku melaporkan kasus ini ke Polres Madiun Kota sejak Juli tahun lalu. Namun, pihak kepolisian belum memberikan kabar terkait kasus tersebut.

“Saya sudah lebih dari satu tahun tidak tahu kondisi anak. Tidak pernah ada kabar. Kami sudah melaporkan kasus ini setahun lalu, tetapi tidak ada kabar apapun terkait perkembangannya. Ya kami tolak (ajakan menikah siri) karena dia sudah beristri,” ujarnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Sopir Ugal-ugalan, Bus Sugeng Rahayu Tabrak Bus Mira dan Motor di Ngawi

Bus Sugeng Rahayu terlibat kecelakaan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur (Jatim) karena tabrakan dengan Bus Mira dan sepeda motor.

Keren! Toko Roti di Surabaya Ini Sediakan Dalgona Candy ala Squid Game

Toko roti di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Satria Roti, membuat dalgona candy yang mirip dengan yang ada di serial drakor Squid Game.

Situs Watu Kucur di Jombang, Dulu Punden yang Dikeramatkan Warga

Situs Watu Kucur di Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, terletak di lahan perkebunan tebu yang dianggap keramat oleh warga setempat.

Alhamdulillah, Kereta Isolasi Covid-19 PT Inka Kosong 2 Pekan Terakhir

Kereta isolasi pasien Covid-19 atau emergency medical train (EMT) di kawasan PT Industri Kereta Api (Inka) kosong sejak dua pekan terakhir.

Pemkot Madiun Beli Lagi 4.880 Laptop, Siap-siap Dibagikan Akhir Tahun

Pemerintah Kota Madiun kembali membeli 4.880 laptop bagi pelajar SD dan SMP dan akan dibagikan akhir tahun ini.

Duar! Bondet Dalam Tas Meledak, Empat Anak di Pasuruan Terluka

Empat anak di Pasuruan menemukan tas berisi bondet atau bom ikan hingga akhirnya meledak dan melukai keempat anak tersebut.

Tersentuh Tengkulak, Harga Tembakau di Madiun Anjlok

Harga tembakau rajang di Kabupaten Madiun anjlok mencapai Rp16.000 per kilogram pada musim tanam tahun ini karena dibeli tengkulak.

Istimewa, Kerajinan Kulit Warga Madiun Ini Tembus Jepang Hingga Kanada

Seorang warga Madiun berhasil membuat kerajinan kulit handmade yang mampu menembus pasar luar negeri.

Kece Abis, Jip Mini Buatan Santri Jember Ini Bikin Kesengsem

Santri daria dua Ponpes di Jember berkolaborasi membuat mobil jip mini yang bisa dikemudikan.

Bukan Makhluk Halus, Polisi Tetapkan Ayah Tiri Madiun sebagai Tersangka

Polres Madiun menahan ayah tiri dari anak perempuan berusia 14 tahun di Madiun yang disebut-sebut pihak keluarga dihamili makhluk halus hingga melahirkan.

Atlet PON XX Papua Asal Madiun Kecewa, Janji Pemkot Madiun Tak Ditepati

Satu atlet Kontingen Jatim di PON XX Papua, Susi Dewi Wulandari, mengaku kecewa pada Pemkot Madiun karena tidak menepati janji.

Sopir Ngantuk, Mobil Tabrak Median Jalan di Ponorogo Hingga Terbalik

Sopir mobil mengantuk hingga menabrak median jalan di Jalan Sultan Agung, Ponorogo, pada Kamis (14/10/2021) pukul 23.30 WIB.

Yang Mau ke Banyuwangi, KA Mutiara Timur Jalan Lagi... Catat Jadwalnya

PT KAI kembali mengoperasikan KA Mutiara Timur rute Ketapang-Yogyakarta untuk mendukung geliat pariwisata di Banyuwangi.

Bawa Pulang 110 Emas, Jawa Timur Peringkat 3 PON XX Papua

Kontingen Jatim mendapatkan juara tiga dalam klasemen akhir perolehan medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 Papua dengan perolehan 110 medali emas.

Karam Sejak 1936, Bangkai Kapal Van Der Wijck Akhirnya Ditemukan

Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur (Jatim) akhirnya menemukan bangkai kapal Van der Wijck yang tenggelam di perairan Lamongan.

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi Covid-19 di Pasar Besar, Syaratnya WNI

Pemkot Madiun menyiapkan 500 dosis vaksin Covid-19 menyasar pedagang dan pengunjung Pasar Besar Madiun, Jumat (15/10/2021).