Korban Meninggal Akibat Tsunami Selat Sunda Jadi 429 Orang
Petugas Basarnas dibantu warga mengevakuasi korban meninggal akibat tsunami di pesisir Cinangka, Serang, Banten, Minggu (23/12/2018). (Antara/Basarnas)

Solopos.com, PANDEGLANG – Korban meninggal dunia akibat terjangan tsunami Selat Sunda terus bertambah. Badan SAR Nasional menyatakan jumlah korban meninggal dunia hingga, Sabtu (22/12/2018) menjadi 429 dari sebelumnya 420 orang.

"Kami yakin jumlah korban tsunami terus bertambah," kata Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Provinsi Banten Zaenal di Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Tsunami di Labuan, Pandeglang, Sabtu.

Korban tsunami yang meninggal dunia hingga pukul 13.00 WIB tercatat 429 orang, luka-luka 1.041 orang, dan hilang 16 orang. meninggal dunia dari warga Provinsi Banten sebanyak 313 orang dan Provinsi Lampung 116 orang.

Namun, kebanyakan jumlah korban yang meninggal adalah warga Kabupaten Pandeglang. Di antaranya Pantai Panimbang sebanyak 74 orang, Pantai Carita 71 orang, Tanjung Lesung 56 orang, Sumur 45 orang, dan Labuan 17 orang.

Tim SAR gabungan hingga kini memfokuskan evakuasi pencarian di sekitar pesisir Pandeglang, karena masih banyak korban tsunami yang belum ditemukan.

"Kami berharap seluruh warga yang hilang itu bisa ditemukan dalam kondisi meninggal maupun hidup," katanya.

Menurutnya, tim SAR gabungan terus memaksimalkan evakuasi dan pencarian jenazah karena dipastikan jumlah korban yang hilang masih banyak.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom