Korban Meninggal Akibat Covid-19 Sukoharjo Tambah Lagi, Kali Ini Pedagang Di Pasar Solo
Ilustrasi hasil tes Covid-19. (Freepik)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Kasus korban meninggal akibat Covid-19 di Sukoharjo kembali bertambah. Kali ini seorang pedagang di pasar tradisional Solo asal Desa Toriyo, Bendosari, meninggal pada Sabtu (11/7/2020) malam.

Sebelumnya, pasien positif Covid-19 dari Kelurahan Gayam, Sukoharjo, yang bekerja sebagai kontraktor juga meninggal dunia. Dengan demikian, total kasus positif Covid-19 yang meninggal sudah delapan orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan pasien positif corona asal Toriyo itu seorang perempuan berumur 58 tahun. Pasien itu pedagang pasar tradisional di Kota Solo.

Update Kasus Covid-19 Indonesia 12 Juli: Pasien Positif 75.699, Sembuh 35.638, Meninggal 3.606

"Pasien positif asal Desa Toriyo ini sebelumnya menjalani rawat inap di RSUD dr Moewardi dan meninggal Sabtu malam," ujarnya saat dihubungi Solopos.com pada Minggu (12/7/2020).

Namun demikian, Yunia mengatakan korban meninggal akibat Covid-19 asal Toriyo, Sukoharjo, ini memiliki penyakit penyerta kronis menahun seperti hipertensi dan jantung. Penyakit penyerta ini diduga memperparah kondisi pasien saat terserang virus corona.

Update Kasus

Jenazah pasien Covid-19 itu telah dimakamkan menggunakan protokol pemakaman pasien Covid-19. Yunia mengakui kasus meninggalnya pasien positif asal Kelurahan Gayam dan Desa Toriyo belum masuk data update per 11 Juli.

Verfak Kelar, Pendukung Paslon Bajo di Pilkada Solo Rontok 7.000-An Orang

Hal itu karena dua kasus itu meninggal setelah update data dilakukan oleh gugus tugas. Dua kasus meninggalnya pasien positif Corona ini baru masuk data update Minggu sore.

Secara akumulasi, kasus positif corona di Sukoharjo sudah mencapai 100 orang. Dari jumlah tersebut, 76 orang di antaranya sembuh dan 16 oranng masih dirawat. Sedangkan korban meninggal akibat Covid-19 di Sukoharjo totalnya delapan orang.

Sebanyak 16 orang masih dirawat tersebar di sejumlah kecamatan. Perinciannya 11 orang rawat inap di rumah sakit, empat orang isolasi mandiri, dan satu isolasi di rumah sehat.

Pelonggaran Ekonomi Sukoharjo Gagal Bendung Gelombang PHK, Sudah 5.204 Buruh Jadi Korban

Yunia meminta masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin memakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan dengan sabun.

"Semoga ini bukan serangan virus gelombang dua. Kami berharap kasus positif segera berhenti dan disisi lain kasus positif lainnya segera sembuh," ujar dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom