Sejumlah warga Desa Tambakboyo, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo, dirawat di Puskesmas Tawangsari, Selasa (20/8/2019). (Istimewa/Polsek Tawangsari)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Puluhan korban keracunan massal di Dukuh Tambakboyo RT 001/RW 001, Desa Tambakboyo, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah, yang semula dirawat inap di sejumlah rumah sakit kini mulai menjalani rawat jalan. 

Hingga kini Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo masih menyelidiki https://soloraya.solopos.com/read/20190813/490/1011929/sepasang-kekasih-di-sukoharjo-ditangkap-karena-aborsi-polisi-buru-distributor-obat" title="Sepasang Kekasih di Sukoharjo Ditangkap Karena Aborsi, Polisi Buru Distributor Obat">penyebab keracunan massal tersebut. 

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK Sukoharjo Bejo Raharjo mengatakan penyebab keracunan massal masih menunggu hasil laboratorium. Namun yang jelas transmisi penularannya berhasil terputus dengan tidak adanya tambahan kasus baru.

"Seluruh korban yang menjalani rawat inap di Puskesmas Tawangsari, RS PKU Muhammadiyah dan RS Nirmalasuri telah diperbolehkan pulang. Mereka beristirahat di rumah atau rawat jalan," katanya, Kamis (22/8/2019).

Kepala Desa Tambakboyo Samsul Arifin mengatakan puluhan warganya mengalami https://soloraya.solopos.com/read/20190822/490/1013718/bayi-di-sukoharjo-digigit-kera-liar-dkk-pantau-sepekan" title="Bayi di Sukoharjo Digigit Kera Liar, DKK Pantau Sepekan">dugaan keracunan massal setelah menyantap hidangan saat malam tirakatan pada Jumat (16/8/2019). 

"Korban dari anak-anak hingga orang tua yang saat itu hadir dalam acara tirakatan. Total ada 60 warga yang mengalami gejala keracunan, 24 warga yang mendapat rawat inap," katanya.

Perinciannya, 21 orang dirujuk di Puskesmas Tawangsari, dua orang di RS Nirmalasuri, serta satu orang di RS PKU Muhammadiyah. https://soloraya.solopos.com/read/20190813/490/1011871/rumah-ambruk-di-sukoharjo-nyaris-timpa-nenek-nenek" title="Rumah Ambruk Di Sukoharjo Nyaris Timpa Nenek-Nenek">Korban mengalami mual dan muntah-muntah setelah menyantap hidangan nasi opor ayam. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten