Ilustrasi Keracunan (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Jumlah koran https://soloraya.solopos.com/read/20190604/495/996720/4-warga-girimarto-wonogiri-mual-dan-kejang-usai-makan-pepes-ikan" title="4 Warga Girimarto Wonogiri Mual dan Kejang Usai Makan Pepes Ikan">keracunan massal seusai menyantap hidangan akikah di Desa Krajan, Kecamatan Weru, Sukoharjo, mencapai 47 orang.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Sabtu (31/8/2019), para korban itu menerima nasi kotak akikah berisi gulai kambing, gudangan, pelas kedelai hitam, dan nasi pada Jumat (30/8/2019) siang. Sebagian warga langsung menyantap nasi kotak tersebut.

Sebagian warga lainnya mengonsumsi nasi kotak pada petang hari dan malam hari. Beberapa jam kemudian, puluhan warga merasakan pusing, mual, dan diare.

Sejumlah warga lantas melaporkan kejadian itu ke bidan desa dan perangkat desa. Bidan desa langsung melaporkan kejadian itu ke Puskesmas Weru.

“Kami langsung membuka posko pengobatan di rumah kepala dusun mulai pagi hingga siang hari. Ada 42 warga yang diobati. Sementara lima warga lainnya berobat ke rumah sakit. Alhamdulillah, tidak ada yang perlu dirawat di puskesmas atau rumah sakit. Semua warga hanya menjalani rawat jalan dan pulang ke rumah,” kata koordinator posko pengobatan Puskesmas Weru, Priyono, saat dihubungi Solopos.com, Sabtu.

Saat ini, kondisi warga yang mengalami https://soloraya.solopos.com/read/20190529/495/995450/99-warga-baturetno-keracunan-ini-penyebabnya-menurut-dinkes-wonogiri" title="99 Warga Baturetno Keracunan, Ini Penyebabnya Menurut Dinkes Wonogiri">keracunan berangsur-angsur membaik. Mereka beristirahat di rumah masing-masing setelah diberi obat oleh petugas medis. Mereka diminta tak beraktivitas terlebih dahulu sebelum kondisi kesehatannya pulih.

Penyebab keracunan diduga dari gudangan dan pelas kedelai yang disantap warga. Gudangan dan pelas kedelai merupakan makanan yang cepat basi.

“Dari 47 warga yang sakit, semuanya menyantap gudangan yang dicampur pelas kedelai. Kemungkinan gudangan dan pelas kedelai itu basi yang mengakibatkan warga menderita diare, mual, dan pusing,” ujar dia.

Priyono telah mengambil sampel makanan dari nasi kotak yang disantap warga. Sampel makanan itu bakal diuji laboratorium di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo pada pekan depan.

Sementara itu, Kepala Desa Krajan, Sutejo, menjelaskan ada warga setempat yang menggelar selamatan bayi yang baru lahir. Tradisi selamatan ini dilakukan dengan menyembelih kambing yang dagingnya dimasak gulai.

Warga yang menggelar akikah lantas membagikan nasi kotak berisi nasi, gulai daging kambing, gudangan dan pelas kedelai. Sutejo telah berkoordinasi dengan Puskesmas Weru sesaat setelah menerima laporan kasus dugaan https://soloraya.solopos.com/read/20190528/495/995418/korban-keracunan-menu-kenduren-di-baturetno-wonogiri-jadi-99-orang" title="Korban Keracunan Menu Kenduren di Baturetno Wonogiri Jadi 99 Orang">keracunan massal.

“Sudah ditangani langsung petugas kesehatan dari Puskesmas Weru. Namun, saya tak tahu secara jelas apakah mereka diduga menderita keracunan atau tidak. Yang jelas, warga sudah pulang ke rumah,” kata dia.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten