Salah satu korban dugaan keracunan malam Tahun Baru, Ervan Alfantio, 13, dirawat di Ruang Cempaka RSUD Wonogiri, Kamis (3/1/2019). (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI -- Warga yang sakit setelah makan menu pesta perayaan Tahun Baru di Menger RT 001/RW 002, Kedunggupit, Sidoharjo, Wonogiri, Senin (31/12/2018) pukul 23.00 WIB lalu, bertambah 14 orang.

Mereka dirawat inap di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso, puskesmas, dan klinik kesehatan. Satu orang di antaranya bahkan harus dirawat di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD. Sementara itu, faktor penyebab mereka sakit masih misteri.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Kamis (3/1/2018), ada sembilan orang yang dirawat di RSUD Wonogiri. Mereka masuk ke RSUD pada Rabu (2/1/2019) pagi. Salah satu dari mereka, Paiman, 45, dirawat di Ruang ICU.

Dia masuk rumah sakit Rabu sore. Selain itu, ada tiga warga yang dirawat inap di Puskesmas Jatisrono. Ketiganya masuk puskesmas, Kamis pagi. Dua warga lainnya menjalani rawat inap di klinik di Sidoharjo.

Mereka menambah panjang daftar warga yang sakit setelah menyantap hidangan Malam Tahun Baru di Menger. Totalnya tercatat 39 orang dari seluruh peserta kegiatan yang mencapai lebih dari 40 orang.

Sebelumnya, terdapat 25 warga yang menjalani pemeriksaan di Klinik Sabrina, Sidokriyo, Ngadirojo, Selasa (1/1/2019) pukul 23.00 WIB hingga Rabu pukul 07.00 WIB dan puskesmas.

Sebanyak 13 orang dirawat inap di klinik, selebihnya rawat jalan. Warga yang dirawat inap di RSUD, puskesmas, dan klinik di Sidoharjo bukan warga yang sebelumnya menjalani pemeriksaan di Klinik Sabrina.

Pejabat Humas RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso, Iwan Sulistya, kepada Solopos.com, Kamis, mengatakan kondisi pasien tersebut sudah membaik. Mereka sadar sepenuhnya. Namun, mereka masih membutuhkan perawatan.

Mereka dirawat di empat ruang, yakni Cempaka, Dahlia, Aster, dan ICU. Kondisi pasien yang dirawat di ICU juga sudah membaik. Awalnya pasien bersangkutan diberi selang nasogastrik (Ngt) untuk memasukkan nutrisi cair.

Selang Ngt dipasang melalui lubang hidung sampai lambung. Pada Kamis selang itu sudah dilepas dan diobservasi. “Jika tidak ada masalah pasien boleh pindah rawat bangsal non-ICU,” kata Iwan.

Pantauan Solopos.com terhadap dua pasien yang dirawat di Ruang Cempaka, Kamis, mereka masih diinfus. Keduanya yakni Gilang Purnayuda, 15, siswa kelas IX SMP, dan Ervan Alfantio, 13, siswa kelas VII SMP.

Mereka mengaku masih lemas dan sedikit pusing. Namun, kondisi itu jauh lebih baik daripada saat kali pertama masuk RS. Gejala klinis yang mereka rasakan kali pertama badan panas, tetapi saat yang sama merasa kedinginan.

Seiring berjalannya waktu pusing dan perut sakit. Gilang kali pertama merasakan sakit pada Rabu pagi, sedangkan Ervan sejak Selasa malam.

Kerabat Gilang, Warto, 60, menginformasikan selain dilarikan ke RSUD, ada tiga orang yang dirawat inap di Puskesmas Jatisrono mulai Kamis pagi dan dua orang dirawat inap di klinik di Sidoharjo. Sampai saat ini dia masih bingung karena penyebab yang membuat warga sakit masih menjadi misteri.

Menurut dia, hanya warga yang ikut makan ikan nila dan ayam bakar di acara karang taruna yang sakit. Dirinya dan belasan warga lain yang makan bersama secara terpisah tetap sehat.

Padahal, daging ayam yang dibakar di tempatnya makan dan di tempat acara karang taruna berasal dari sumber sama, yakni dari salah satu keluarga sukses di perantauan.

Perangkat Desa Kedunggupit, Deden Sugiyarto, mengaku masih penasaran dengan penyebab para warga sakit setelah menyantap menu pesta perayaan pergantian tahun. Menurut dia, kasus tersebut berbeda dengan kasus keracunan makanan lainnya yang reaksinya cepat.

Reaksi klinis yang dialami warganya cukup panjang, yakni mulai sehari hingga dua hari setelah makan. “Petugas puskesmas sudah turun ke lapangan memberi obat warga yang tak menunjukkan gejala,” kata Kasi Perencanaan itu.

Sementara itu, perawat Klinik Sabrina, I Putu Keanu, menginformasikan lima dari 13 pasien rawat inap sudah pulang pada Rabu sore dan Kamis pagi. Kondisi mereka yang masih dirawat juga sudah membaik. Dia memperkirakan banyak dari mereka yang sudah bisa pulang, Kamis sore.



Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten