Korban Erupsi Merapi Ikut Transmigrasi
Ilustrasi transmigrasi (JIBI/SOLOPOS/Dok)
Ilustrasi transmigrasi (JIBI/SOLOPOS/Dok)

KLATEN -- Sembilan keluarga terdampak Gunung Merapi pada 2010 lalu memilih ikut transmigrasi ke Sektor Permata, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kuburaya, Kalimantan Barat.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Klaten, Slamet Widodo, mengatakan peserta transmigrasi tahun ini mencapai 10 keluarga. Satu keluarga berasal dari Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno. Sementara sembilan keluarga merupakan warga Kecamatan Kemalang yang menjadi korban terdampak erupsi Gunung Merapi.

“Sebenarnya antusias warga untuk mengikuti transmigrasi cukup tinggi. Namun kuota yang ditentukan Kemensos hanya untuk 10 keluarga. Kewenangan menentukan kuota ada di tangan Kemensos. Tugas kami hanya menyeleksi warga yang berminat transmigrasi,” ujar Slamet saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (10/12/2012).

Sebelum berangkat, peserta transmigrasi mengikuti pelatihan yang diadakan selama sepekan. Mereka dibekali pengetahuan dan gambaran lokasi yang akan dijadikan tempat tinggal. Dia menjelaskan, kawasan Kuburaya merupakan bekas lahan perkebunan sawit. Rencananya, masing–masing transmigran akan diberi hak untuk mengolah lahan seluas 2,5 hektare.

Lahan tersebut terdiri atas setengah hektare di pekarangan, satu hektare lahan siap olah dan satu hektare lahan harus diperbaiki terlebih dahulu. Selama setahun, pemerintah akan menanggung kehidupan keluarga yang ikut transmigrasi. Mereka juga diberi uang saku dan modal berupa alat kerja dan bibit untuk bercocok tanam di lokasi baru.

Setiadi Trihantono, 39, warga Dusun Pulogede, Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, mengaku siap membuka lembaran kehidupan baru. Sebelumnya dia hanya bekerja sebagai buruh harian lepas yang tak memiliki penghasilan menentu. Dia mengaku siap bercocok tanam untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik.

“Ada banyak transmigran yang berhasil dan sukses hidup di tempat baru. Mudah-mudahan keluarga kami bisa mencontohnya,” kata Setiadi.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom