Kopi Koerintji Kembali Tembus Pasar Eropa

Solopos.com, JAMBI - Kabupaten Kerinci, Jambi, kembali mencatatkan ekspor komoditas andalan mereka ke Eropa. Kali ini kopi arabika khas Kerinci yang dikapalkan menuju Belgia.

Acara pelepasan ekspor 15,9 ton Kopi Koerintji dari Pelabuhan Talang Duku dilakukan secara resmi oleh Gubernur Jambi, Fachrori Umar, Selasa (28/7/2020).

Hadir pada kesempatan tersebut Bupati Kerinci, Direktur Jenderal Perkebunan, Kepala Badan Karantina Pertanian, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan. Hadir pula perwakilan dari Sucafina (importir kopi dari Belgia) dan Rikolto,  LSM asal Belgia yang melakukan pembinaan dan pendampingan kepada petani kopi di Kabupaten Kerinci.

Masuk Sekolah Lagi, Siswa SD di Karanganyar Senang Sekaligus Takut

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, mengapresiasi upaya yang dilakukan baik dari petani, pelaku usaha, maupun pihak terkait lainnya. Mentan mengatakan ekspor komoditas pertanian pada masa pandemi Covid-19 harus bisa lebih berjaya atau meningkat dibanding sebelum pandemi.

Dia menjelaskan ekspor komoditas pertanian saat ini tidak mengenal pantangan apa pun dan harus tetap tersedia. "Kita buktikan lagi yang tidak terganggu oleh pandemi Covid-19, yang ekspornya juga tetap jalan adalah pertanian," kata Syahrul, Juni lalu.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), Kasdi Subagyono, mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jambi dan Kabupaten Kerinci dalam mendukung akselerasi peningkatan ekspor komoditas perkebunan. Kopi asal Kabupaten Kerinci ini jadi prioritas komoditas ekspor.

1 Karyawan Reaktif Covid-19, Gedung Muhammadiyah Jateng Lockdown

 

Kayu Manis

“Melalui strategi peningkatan produksi, nilai tambah dan daya saing atau Grasida, Ditjen Perkebunan mengharapkan target ekspor komoditas perkebunan, seperti kopi bisa tercapai. Yaitu meningkat tiga kali lipat hingga 2024 sebagimana main policy Kementerian Pertanian pada program Gratieks,” ucap Kasdi.

Saat ini, tambah Kasdi, kondisi eksisting nilai ekspor kopi 2019 senilai US$883 juta dan ditargetkan mencapai US$2,6 miliar pada 2024. Saat ini, meski di tengah kondisi pandemi Covid-19, ekspor komoditas kopi ini cukup menggembirakan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor kopi meningkat 5,05% jika dibandingkan nilai ekspor pada periode Januari hingga Mei 2019. Pada periode Januari-Mei 2020 nilai ekspor Kopi mencapai angka USD 311,95, meningkat dari USD 296,96 pada periode yang sama tahun lalu. Demikian pula dengan volume ekspornya yang meningkat sebesar 31,15%, dari 96,57.000 ton menjadi 127.000 ton.

Karanganyar Tambah 5 Kasus, Didominasi Kontak Erat Pasien Covid-19

“Kondisi ini jangan menjadikan kita berpuas diri, Ditjen Perkebunan terus mendorong petani untuk terus memperbaiki kualitas produk sesuai permintaan pasar. Yang terpenting adalah menjaga konsistensi kualitas, selain itu diperlukan penekanan pada prinsip-prinsip keberlanjutan lingkungan dalam penanaman sampai panen kopi, dan pascapanen,” tegas Kasdi.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementan, Dedi Junaedi, menambahkan Jambi memiliki potensi untuk mengekspor komoditas hasil perkebunan. Selain kopi, ada komoditas kayu manis yang banyak dibutuhkan negara-negara di Eropa. Secara kekhasan, kopi dan kayu manis Kerinci sudah diakui melalui sertifikasi Indikasi Geografis (IG) pada 2017 dan 2016.

“Tantangan pengembangan kopi ke depan tidak hanya persoalan produksi, produktivitas dan mutu. Tetapi bagaimana bisa menciptakan produk bernilai tambah dan mengefisienkan rantai pasok,” ucapnya.

Wow! Pemerintah Gelar Lomba Video HUT ke-75 RI, Hadiah Rp1 Miliar

 

Ekspor Perdana

Menurutnya, ekspor kali ini akan menjadi tonggak penting tentang efisiensi rantai produksi dan pemasaran dari kelompok tani langsung kepada pembeli. Ke depan, Dedi berharap para eksportir juga memerhatikan aspek-aspek lingkungan, good agricultural practices (GAP), ketelusuran, dan standar organic product.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal, menyebutkan ekspor kali ini merupakan ekspor perdana langsung menuju Belgia melalui Pelabuhan Talang Duku Jambi. Sebelumnya, ekspor dilakukan melalui Pelabuhan Belawan, Medan.

Menurut Agsurizal, konsistensi ekspor Kopi Kerinci ke Eropa tidak lepas dari pendampingan dan pembinaan kepada para petani. Salah satunya melalui pendampingan dari Rikolto kepada kelompok tani yang tergabung dalam Koperasi di Kayu Aro sejak 2017. Rikolto melakukan pendampingan kepada petani dalam pemrosesan kopi sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan oleh pembeli di Belgia dan pasar Uni Eropa.

Unik, Kampung di Bantul Ini Wajibkan Warga Tanam Pohon Anggur

“Ekspor ini merupakan hasil dari bentuk komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Kerinci, Kementerian Pertanian, kelompok tani Kopi Kerinci dan pelaku usaha, seperti Sucafina dan Rikolto, dalam pengembangan komoditas kopi di Kabupaten Kerinci untuk perluasan pasar Eropa,” ucapnya.

Ketua Kelompok Tani Koperasi Koerintji Barokah Bersama, Triyono, mengatakan Kopi Koerintji yang diekspor kali ini terdiri atas grade perlakuan natural, washed, honey, anaerobic natural dan anaerobic honey. Saat ini pihaknya juga telah mempersiapkan green bean kopi untuk memenuhi kebutuhan Agustus 2020. Pihak pembeli, Sucafina sanggup menyerap Kopi Koerintji hingga 40 ton per tahun, dan saat ini sedang menjajaki potensi ekspor kopi robusta Jangkat di Kabupaten Merangin, Jambi.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom