Produk UMKM yang dipamerkan pada Craft Indo di atrium The Park mall, Solo baru, Sukoharjo, Jumat (22/11/2019). (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu).

Solopos.com, SOLO – Pameran kerajinan tangan Craft Indo 2019 yang digelar di The Park Mall Solo Baru, Jumat-Minggu (22-24/11/2019), berlangsung meriah. Aneka produk hasil kerajinan tangan hingga kopi ikut dipamerkan dalam acara tersebut.

Udin dengan cekatan menata aneka biji kopi yang sudah terbungkus rapi dalam kemasan berbagai ukuran pada rak plastik yang diletakkan di bagian depan stan berukuran sekitar 2x2 meter. Pemilik kedai kopi dan roastery My Chang Coffee asal Semarang kali ini memilih membawa aneka kopi jenis Arabica dalam pameran Solo Craft Indo & Explore Wisata 2019.

“Ya, persaingan bisnis kopi memang semakin ketat, tapi masih sangat menjanjikan. Banyaknya kedai maupun roastery yang bermunculan justru membuat kami terpacu untuk terus berinovasi,” tuturnya, saat ditemui Solopos.com, Jumat (22/11/2019).

Lelaki asal Semarang ini mengaku salah satunya dengan kerap mengikuti festival atau pameran produk semacam ini. Namun demikian, ia menggarisbawahi biji kopi hasil roasting-nya dikemas dalam bungkus yang menarik demi menarik pembeli atau konsumen.

Pada keterangan produk yang ditempel pada bagian depan kemasan biji kopi ia sertakan gambar kartun sesuai flavor-nya. Misalnya, pada kemasan biji kopi Luwak Liar Gayo Atulintang ada gambar luwak yang sedang berusaha ditangkap orang.

Selain kemasan, ia juga mengutamakan kebaruan produk. Di samping menuliskan jenis kopi prosesnya, serta flavor after taste, ia juga menyertakan kapan biji kopi tersebut di-roasting. Udin selalu membawa produk-produk baru saat mengikuti pameran semacam ini.

“Harga kami juga terjangkau, meski pameran sekali pun. Misalnya V60 Rp15.000/cup, kopi tubruk Rp10.000, dan shaker wine Rp15.000. Ya, ikut pameran seperti ini membuat produk kami semakin dikenal masyarakat,” imbuhnya.

Sementara Ratna Dewi lewat produk rajutnya dengan nama RD Rajoet memanfaatkan pameran ini untuk branding. Perempuan paruh baya asal Bulu, Sukoharjo, ini membuat aneka model tas rajut. Belakangan, ia berinovasi dengan membikin sepatu rajut.

“Alhamdulillah, pesanan sudah dari mana-mana sampai ke luar Jawa. Ada yang pesan via Facebook atau lewat teman ke saya. Saya jamin tas saya berkualitas karena saya pakai benang yang bagus supaya awet,” katanya.

Pada pameran ini ia memamerkan puluhan model tas rajut. Mulai dari jenis pouch, dompet, sling bag, backpack, clutch, hingga shoulder bag. Sementara harganya mulai puluhan ribu sampai ratusan ribu rupiah saja.

Ratna menambahkan selain kerap mengikuti pameran di berbagai wilayah, ia juga memasarkan produk via media sosial dan market place seperti Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak.

“Maunya bikin yang baru-baru, tapi kadang pesanan banyak. Selain itu, pengrajin saya tidak semua bisa. Jadi saya harus pelan-pelan melatih mereka,” imbuhnya.

Sebelumnya, Koordinator Solo Craft Indo & Explore Wisata 2019, Nurul Kawakib, mengatakan event ini menyuguhkan aneka produk unggulan Nusantara. Event ini merupakan kolaborasi Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Kementerian Pariwisata, dan Pemkab Sukoharjo. Acara kali kelima ini menggandeng event organizer Yukapro.

Setidaknya ada 13 instansi nasional dan lokal yang terbagi dalam 24 stan. Adapun peserta dari luar Solo seperti Pemkab Gowa, Kabupaten Purwakarta, dan Kota Depok. Sedangkan dari lokal seperti Pemkab Sukoharjo, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo. Ada pula Solo Kopiesta yang merupakan festival kopi komunitas kopi di Jawa Tengah dan DIY.

“Masyarakat tak hanya melihat pameran, tapi bisa berpartisipasi dalam acara ini dengan mengikuti lomba selama pameran berlangsung,” jelasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten