Ilustrasi aksi coret-coret seragam mewarnai perayaan kelulusan SMA/SMK. (Dok)

Solopos.com, SOLO — Pengumuman kelulusan siswa SMA/SMK sederajat di Solo dijadwalkan pada 13 Mei mendatang. Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Wilayah VII berkoordinasi dengan Satlantas terkait sanksi bagi mereka yang berkonvoi dengan sepeda motor.

Demikian disampaikan Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, Suyanta, saat dihubungi Solopos.com, Rabu (1/5/2019). Dia mengimbau para siswa tidak melakukan aksi huru-hara, seperti konvoi kendaraan bermotor yang melanggar aturan lalu lintas maupun coret-coret seragam selepas pengumuman.

“Saya minta siswa yang lulus setelah menerima hasil kelulusan tidak perlu pakai coret-coret atau pun konvoi. Kalau sampai besok masih ada yang coret-coret baju, rambut, bahkan ikut konvoi kendaraan, saya akan memberikan sanksi untuk siswa tersebut,” ujarnya.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Satlantas untuk pemberian sanksi berupa surat bukti pelanggaran (tilang) bagi mereka yang nekat melakukan aksi konvoi kendaraan bermotor dan melanggar aturan lalu lintas. “Saya mengimbau orang tua tetap mengawasi anak-anak mereka. Sekolah-sekolah diharapkan mengadakan acara budaya dan para siswa diminta mengenakan busana adat Jawa. Hal itu mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan. Sedangkan untuk pengambilan hasil kelulusan, harus dilakukan orang tua,” ujarnya.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh Zen, menyampaikan hal senada. Pihaknya sudah menyampaikan imbauan kepada sekolah agar pengumuman kelulusan dapat dilaksanakan secara tertib. Para siswa kelas XII yang nantinya menerima pengumuman kelulusan diminta tidak merayakan dengan berlebihan, seperti coret-coret seragam, rambut, hingga melakukan aksi konvoi kendaraan bermotor.

“Kami berharap lulusan bisa menunjukkan sebagai pribadi yang terdidik. Jadi tidak perlu merayakan kesenangan tersebut dengan konvoi, mengecat rambut, coret-coret baju, dan sebagainya. Sekolah-sekolah juga harus bisa mengondisikan supaya hal tersebut [konvoi] tidak dilakukan. Aksi konvoi dan coret-coret tidak enak dilihat masyarakat," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu.

Sekolah menggelar pengumuman pada 13 Mei mendatang, sekitar pukul 16.00 WIB. Meskipun ada pengumuman, Zen mengatakan ijazah belum bisa dibagikan. "Tolong bagi siswa yang sudah kerja, ketika ada pengumuman pengambilan ijazah, maka harus segera diambil supaya tidak membebani sekolah,” ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten